Jember, 1 November 2026
Bagi Fahriza Salsabila Putri, S.H., kelulusan bukan sekadar tanda bahwa masa studinya di Fakultas Hukum Universitas Jember (UNEJ) telah usai.
Di balik gelar wisudawan terbaik dalam Wisuda Periode VI Tahun Akademik 2026/2027 UNEJ, Minggu (01/11/2026) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90, tersimpan harapan sederhana yang ingin ia wujudkan, yakni membahagiakan ibu yang selama ini menjadi tumpuan keluarga sekaligus membantu kedua adiknya meraih masa depan.Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, perjalanan pendidikan Fahriza tidak selalu berjalan mudah. Ia telah menjadi yatim sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs), setelah ayah sambung yang selama ini membiayai pendidikan dan kebutuhan keluarganya berpulang. Sejak saat itu, Fahriza bersama ibunya berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan nasi dan berbagai jajanan. Bahkan, selama menempuh pendidikan hingga Madrasah Aliyah Negeri (MAN), ia terbiasa membawa dagangan untuk dijual di lingkungan sekolah.

Berbagai pengalaman tersebut membentuk tekad Fahriza untuk menyelesaikan pendidikan tinggi dan membangun masa depan yang lebih baik. Ia ingin menjadi pribadi yang mandiri secara finansial, membantu memenuhi kebutuhan keluarga, serta menjadi contoh yang baik bagi kedua adiknya. Baginya, kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan sekaligus tidak boleh disia-siakan.
Baginya, ibu merupakan sosok penting yang membuatnya terus bertahan dan berusaha. Sebagai satu-satunya orang tua yang membiayai pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan mereka bertiga, perjuangan ibu menjadi alasan tersendiri bagi Fahriza untuk memberikan yang terbaik. Ia ingin membuktikan bahwa segala usaha dan pengorbanan yang telah dilakukan ibunya tidak berjalan sia-sia.
“Saya menyadari bahwa saya tidak sampai di titik ini hanya karena usaha saya sendiri. Ada doa, dukungan, dan kekuatan dari ibu serta kedua adik saya yang selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan ini,” tuturnya.

Selama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum UNEJ, Fahriza tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga berusaha mengembangkan kemampuan melalui kegiatan organisasi. Salah satunya dengan bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), khususnya Korps HMI-Wati (KOHATI). Keterlibatan tersebut memberinya pengalaman mengenai tanggung jawab, kerja sama, serta bagaimana menjalankan amanah bersama orang lain.
Selain itu, ia juga memperoleh kesempatan magang di Firma Hukum H. Achmad Cholily dan Rekan. Pengalaman tersebut mempertemukannya secara langsung dengan penerapan ilmu hukum dalam menangani berbagai persoalan.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Fahriza tetap meluangkan waktu untuk mengajar mengaji anak-anak di lingkungan sekitar. Baginya, kegiatan tersebut merupakan kesempatan untuk berbagi ilmu sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini. Ia merasa senang dapat mendampingi anak-anak mengenal dan mempelajari Al-Qur’an.
Kegiatan sederhana tersebut juga menjadi caranya dalam memaknai ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Fahriza percaya bahwa pengetahuan tidak seharusnya berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi juga perlu dibagikan agar dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
“Untuk memberikan manfaat kepada orang lain, kita tidak harus menunggu menjadi seseorang yang hebat atau memiliki banyak hal terlebih dahulu. Kita bisa memulainya dari hal sederhana yang mampu kita lakukan secara konsisten,” tuturnya.

Ke depannya, Fahriza berharap dapat membangun karier di bidang hukum sembari terus memperkaya pengalaman dan mengembangkan kemampuannya. Ia ingin menjadi pribadi yang mandiri, membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta tetap melanjutkan kegiatan mengajar mengaji sebagai bentuk pengabdian sederhana kepada masyarakat.
Bagi Fahriza, gelar sarjana bukanlah garis akhir dari perjalanan. Justru, kelulusan menjadi awal untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar. Ada perjuangan ibu yang ingin ia balas melalui langkah nyata, ada kedua adik yang ingin ia jadikan semangat untuk terus bertumbuh, serta ada ilmu yang ingin terus ia bagikan kepada lingkungan sekitarnya.
“Kelulusan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memasuki tahap kehidupan yang baru. Saya ingin terus berusaha memberikan yang terbaik, membahagiakan ibu, dan menjadi contoh yang baik bagi adik-adik saya,” pungkasnya. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU2 #IKU7

