edwin_dimas_suryo_unejJember, 2 Juni 2016.

Dua orang fotografer dari Fakultas Teknik Universitas Jember, Edwin Andi Lelono dan Dimas Suryo Santoso berhasil menyabet juara dua dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Regional (Peksiminal) Jawa Timur 2016 untuk tangkai lomba fotografi. Dalam lomba yang diadakan di kampus Institut Teknologi Surabaya (ITS) hari Sabtu lalu (28/5), Edwin Andi Lelono turun di kategori foto berwarna, sementara karibnya, Dimas Suryo Santoso bertarung di kategori hitam putih. Untuk diketahui, Peksiminal Jawa Timur 2016 adalah ajang untuk mencari duta-duta seni mahasiswa Jawa Timur untuk kemudian bertarung di tingkat nasional. Mereka yang meraih peringkat pertama akan mewakili Jawa Timur dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional di Universitas Halu Oleo, Kendari, bulan Oktober nanti.

“Walau sama-sama hanya meraih juara dua, kami cukup puas karena sudah menunjukkan kemampuan terbaik kami,” cerita Edwin mengingat aksinya saat mengikuti Peksiminal Jawa Timur 2016 di kampus ITS. Menurut mahasiswa Teknik Elektro angkatan tahun 2014 ini, untuk kategori foto berwarna diikuti oleh 24 peserta yang merupakan perwakilan dari PTN dan PTS di seluruh Jawa Timur. “Model lombanya foto on the spot, dimana setiap peserta diberi tantangan berupa memotret pertunjukan tari. Panitia sengaja menggelar pertunjukan tari karena memang tema tangkai lomba fotografi kali ini adalah Cinta Seni Budaya Lokal,” tambah Edwin. Hasil potret Foto Edwin yang memfokuskan pada interaksi penari berhasil menyabet juara dua.

Berbeda dengan Edwin, rekan karibnya Dimas Suryo Santoso memilih berlaga di kategori foto hitam putih. Sedikit berbeda dengan Edwin, Dimas memilih teknik circling untuk memotret penari yang tengah beraksi. “Saya ingin sengaja memilih teknik circling karena saya lihat belum digunakan peserta lainnya,” kata Dimas yang juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Kolang Kaling Fakultas Teknik bersama Edwin. Untuk kategori foto hitam putih diikuti oleh 19 peserta. Selama lomba, panitia menyediakan tiga jenis tari, yakni tari remo Surabaya, tari gandrung Banyuwangi, dan reog Ponorogo.

Keberhasilan Edwin dan Dimas, tidak lepas dari aktifnya mereka di UKM Kesenian Kolang Kaling Fakultas Teknik. “Keberhasilan kami ini sedikit banyak hasil berproses di UKM Kesenian Kolang Kaling. Tidak hanya menaungi seni fotografi saja, kami di Kolang Kaling juga aktif mengembangkan seni rupa, seni teater, seni tari dan lainnya,” jelas Edwin yang juga Ketua UKM Kolang Kaling menutup kisahnya. (iim).


Category: Berita , Berita Akademik