[:id]Universitas Jember Buka Program Studi Ilmu Gizi Di Kampus Bondowoso Melalui Jalur SBMPTBR 2018[:]

[:id][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jember, 22 Juni 2018

Universitas Jember menambah jumlah program studinya, kali ini Kampus Tegalboto membuka Program Studi Ilmu Gizi yang berada di bawah Fakultas Kesehatan Masyarakat. Pendaftaran mahasiswa baru Program Ilmu Gizi tahun akademik 2018/2019, dilaksanakan melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya (SBMPTBR), yang merupakan jalur mandiri Universitas Jember. Pendaftaran SBMPTBR sendiri akan dibuka mulai tanggal 25 Juni hingga 13 Juli 2018 nanti. Sementara itu proses perkuliahan Program Studi Ilmu Gizi akan dilaksanakan sepenuhnya di Universitas Jember Kampus Bondowoso. Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Agung Purwanto, Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember di Kampus Tegalboto (22/6).

Menurut Agung Purwanto, dibukanya Program Studi Ilmu Gizi di Universitas Jember menjadi pilihan bagi siswa-siswi di Besuki Raya pada khususnya, dan di Indonesia pada umumnya yang berminat memperdalam ilmu gizi. “Karena ijin pembukaan Program Studi Ilmu Gizi turun setelah rangkaian proses pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN selesai, maka mahasiswa barunya diseleksi dari jalur SBMPTBR. Rencananya Program Studi Ilmu Gizi akan menerima 40 mahasiswa baru,” jelas Agung Purwanto. Dengan berdirinya Program Studi Ilmu Gizi, maka Universitas Jember kini total memiliki 100 program studi yang terdiri dari 10 program diploma, 6 program profesi, 57 program sarjana, 22 program magister, dan 5 program doktoral.

Agung Purwanto lantas melanjutkan penjelasannya. “SBMPTBR adalah jalur masuk penerimaan mahasiswa baru Universitas Jember yang terakhir, setelah SNMPTN dan SBMPTN. Dalam SBMPTBR tahun ini, kami membuka pendaftaran untuk jenjang sarjana dan diploma sekaligus, jadi perlu diperhatikan setelah jalur SBMPTBR 2018 maka tidak ada lagi seleksi masuk ke Universitas Jember bagi siswa siswi lulusan SMA sederajat,” tegas pria yang juga dosen di Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP ini. Sedikit berbeda dengan ujian mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya, dalam SBMPTBR ini Universitas Jember bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di wilayah Besuki Raya, dari Probolinggo hingga Banyuwangi.  Tahun ini, Universitas Jember menjalin kerjasama dengan 14 PTS dalam ajang SBMPTBR.

“Jadi, dalam SBMPTBR peserta dapat memilih program studi di Universitas Jember, dan program studi yang ada di 14 PTS yang turut serta. Bagi PTS, adanya SBMPTBR menjadi alat ukur yang kompeten dalam menjaring mahasiswa baru. Bagi siswa siswi yang berminat mendaftar, panduan SBMPTBR dapat dilihat di laman Universitas Jember dan laman PTS peserta SBMPTBR 2018,” tutur Agung Purwanto lagi. Untuk diketahui, SBMPTBR adalah salah satu bentuk kerjasama yang digalang antara Universitas Jember dengan PTS di wilayah Besuki Raya. Kerjasama lainnya antara lain diwujudkan dalam Program Asuh dimana  Kampus Tegalboto membina sistem penjaminan mutu internal di PTS, dan kerjasama lainnya.

Adapun PTS yang turut serta dalam SBMPTBR 2018 adalah Universitas Islam Jember, Stikes dr. Soebandi Jember, Universitas Moch. Sroedji Jember, IKIP PGRI Jember, Stikes Harapan Bangsa Jember, Stikes Bhakti Al Qodiri Jember, Akademi Akuntansi IKIP PGRI Jember, STIE Mandala Jember, Universitas Tujuh Belas Agustus Banyuwangi, Universitas PGRI Banyuwangi, Akademi Kesehatan Rustida Banyuwangi, Universitas Panca Marga Probolinggo, Akademi Kebidanan Dharma Praja Bondowoso, dan STIE Widya Gama Lumajang. (iim)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][:]

Skip to content