Sekolah Diharapakan Segera Mengisi PDSS

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jember, 18 Januari 2019

Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember Agung Purwanto mengingatkan agar  para kepala sekolah SMA sederajat segera memasukan data nilai raport siswanya ke Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) 2019. Pasalnya pengisian PDSS adalah langkah awal agar siswa dapat melakukan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019.

“Sebenarnya proses pengisian data sudah dapat dilakukan sejak hari Jumat 4 Januari 2019 lalu dan akan segera berakhir pada tanggal 25 Januari mendatang. Tentu sisa waktu yang sangat singkat mengingat banyaknya data yang harus di inputkan oleh sekolah,” kata Agung.

Selain itu Agung juga menghimbau kepada para siswa sekolah SMA sederajat yang saat ini duduk di kelas XII agar turut berperan aktif  untuk melakukan konfirmasi kepada sekolah terkait pengisian PDSS. Karena jika data sudah selesai di masukan maka siswa harus melakukan verifikasi data untuk menghindari kesalahan data dalam PDSS.

“Siswa tinggal melakukan login menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan password yang sudah diunduh saat finalisasi. Apabila hingga tanggal 25 Januari 2019 belum juga dilakukan verifikasi maka sistem akan menganggap sudah dilakukan verifikasi dan tidak bisa dilakukan perubahan dalam bentuk apapun,” lanjut Agung.

Agung mengingatkan agar sekolah tidak melakukan kecurangan dalam melakukan pengisian data. Karena kecurangan yang dilakukan pasti akan ketahuan karena di akhir nanti akan dilakukan verifikasi data.

“Jika datanya salah atau tidak sesuai maka akan muncul tanda merah pada sistem. Apabila itu dilakukan secara sengaja oleh sekolah maka akan mendapatkan sanksi yang tegas. Salah satunya seluruh siswanya tidak dapat mengikuti SNMPTN tahun 2020,” jelas Dosen FISIP ini.

Agung menjelaskan ada beberapa perbedaan pada SNMPTN 2019 dengan tahun lalu. Untuk tahun ini ketentuannya bagi sekolah akreditasi A maka yang berhak ikut dalam SNMPTN 2019 adalah 40 persen terbaik di sekolahnya. Untuk sekolah akreditasi B hanya 25 persen siswa terbaik terbaik di sekolahnya dan sekolah dengan akreditasi C dan lainnya hanya 5 persen terbaik di sekolahnya.

“Ini berbeda dengan tahun lalu karena ada pengurungan kuota siswa. Tahun lalu untuk sekolah akreditasi A kuotanya adalah 50 persen siswa terbaik di sekolah yang bisa mendaftar. Untuk B dan C masing-masing 30 persen dan 10 persen dari total siswa yang ada,” jelas Agung.

Agung juga berpesan kepada para calon mahasiswa agar lebih selektif dalam memilih program studi yang diinginkan. Karena menurut Agung, apa bila diterima pada jalur SNMPTN maka tidak bisa lagi mendadaftarkan diri pada jalur SBMPTN.

“Misalnya ada anak yang lolos SNMPTN kemudian dia merasa tidak cocok dengan pilihannya lalu mundur dan memilih ikut SBMPTN. Pasti sistem akan menolak karena aturannya demikian,” pungkasnya.

Dalam SNMPTN tahun ini Universitas Jember telah melakukan sosialisasi kepada para kepala sekolah dan guru BK SMA sederajat di Kabupten Bondowoso, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi.

“Selain itu kami juga tengah gencar melakukan sosialisasi melalui media radio yang ada di Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi. Khusus untuk banyuwangi kami bagi menjadi dua, Banyuwangi timur dan barat,” pungkas Agung.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Skip to content