Puasa Menjadi Benteng Takwa Menghadapi Pandemi Covid-19

Jember, 30 April 2020
Di saat pandemi Covid-19 melanda, maka manusia seakan dibuat tak berdaya. Namun bagi kita ummat Islam tak boleh menyerah. Segala ikhtiar wajib dilakukan, baik berupa ikhtiar Ilahiah dengan memohon bantuan kepada Allah SWT, maupun ikhtiar Insaniyah seperti mencari vaksin, melakukan social distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan cara lainnya. Ikhtiar Ilahiah ini menemukan momentum dengan datangnya bulan puasa, pasalnya tujuan berpuasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa, dan Allah SWT selalu bersama orang yang bertakwa.

Pencerahan ini disampaikan oleh Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag, kala menjadi pemateri dalam kegiatan siraman rohani Keluarga Besar Universitas Jember dalam rangka bulan Ramadhan 1441 Hijriah, yang digelar secara daring dari aula lantai 3 gedung rektorat dr. R. Achmad (30/4). Mengingat pemberlakuan social distancing, maka jalannya kegiatan siraman rohani ini disiarkan secara live streaming, dan diikuti oleh semua unit kerja yang ada, baik melalui laman unej.ac.id maupun melalui akun youtube Universitas Jember. Hadir di aula lantai 3, Rektor bersama para Wakil Rektor Universitas Jember, sementara pimpinan unit kerja bersama staf mengikuti dari lokasi masing-masing.


Dalam penjelasannya, KH. Abdul Haris menegaskan, takwa adalah tahapan yang lebih tinggi dari tahapan beriman. “Orang yang bertakwa itu pasti menerima apapun keputusan Allah SWT, termasuk datangnya pandemi Covid-19, kemudian melakukan muhasabah. Oleh karena itu mari manfaatkan kesempatan puasa Ramadhan kali ini dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai bentuk ibadah, seraya meminta agar pandemi Covid-19 segera berakhir,” jelas pengasuh pondok pesantren Al Bidayah, Tegal Besar, Jember ini.


Kedua, puasa bertujuan memperkuat iman. “Esensi dari puasa adalah imsak, atau menahan diri. Kemampuan menahan diri ini membuat orang yang beriman pasti amanah, dan orang yang amanah adalah orang yang membuat lingkungannya akan jadi lingkungan yang aman. Aman dari penyelewengan, aman dari ketidaktertiban dan lainnya,” imbuh pria yang juga dosen Program Pascasarjana IAIN Jember ini. Selain ikhtiar Ilahiah, KH. Abdul Haris mengajak Keluarga Besar Universitas Jember terus mengupayakan ikhtiar Insaniyah semisal pencegahan pandemi Covid-19 dengan langkah social distancing. “Jangan khawatir jika kemudian sholat di masjid lantas diberi jarak, sebab tetap akan memperoleh pahala sholat berjamaah. Namun karena pandemi Covid-19 maka meminimalkan resiko penularan harus kita kedepankan,” tutur dosen yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Jember ini.


Sementara itu dalam sambutannya, Rektor Universitas Jember mengajak keluarga besar Universitas Jember tetap menjalankan puasa dengan baik walau di tengah masa pandemi Covid-19. “Kita harus bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada, salah satu contohnya seperti yang kita lakukan hari ini, kegiatan siraman rohani bulan Ramadhan disiarkan secara live streaming. Walau tidak bertatap muka secara langsung dengan audience, namun tidak mengurangi maknanya. Apalagi sebagai ASN kita wajib mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Satu lagi, ASN dilarang mudik lho,” pesan Iwan Taruna. (iim)

Skip to content