Jember, 9 September 2020
Universitas Jember kian serius dalam mengembangkan pendidikan inklusif.
βTuhan menciptakan kita berbeda-beda. Ada beberapa saudara difabel yang mengalami keterbatasan fisik termasuk beberapa mahasiswa Universitas Jember. Oleh karena itu diperlukan kehadiran relawan untuk membantu mereka yang mengalami keterbatasan dalam mendapatkan hak merekaβ ujar Prof. Bambang Soedjanarko Ketua LP3M saat membuka Pelatihan Dasar Relawan Sahabat Difabel Universitas Jember secara virtual, (9/9).
Dalam sambutan singkatnya, Bambang menyampaikan, maksud dilakukan pelatihan kepada 25 orang mahasiswa terpilih ini adalah agar para relawan memiliki kompetensi dalam membantu rekan-rekan mahasiswa lain yang difabel.
βSekaligus ini juga akan menjadi bekal dalam melayani teman-teman difabel dengan baik di masyarakat kelak. Namun melayani bukan berarti mengistimewakan atau memanjakan mereka (difabel). karena mereka biasanya juga tidak mau diistimewakan dan dimanjakan tetapi hanya ingin diperlakukan sama dalam pemenuhan haknya,β lanjut Bambang.
Sementara itu, koordinator Pusat Layanan Conseling dan Difabilitas (PLCD) Universitas Jember Senny Weyara Dienda Saputri, S.Psi., M.A. mengatakan, semua harus bergotong-royong mendukung dan menghargai serta tolong-menolong dalam kampanye inklusifitas. Karena menurutnya, pendidikan inklusif menjadi tugas utama yang harus dikembangkan di Universitas Jember.
βKe depan mereka akan banyak tugas dan peran dalam mengembangkan pendidikan inkulusif di Universitas Jember. Kami berharap bersama para relawan kita bisa bergotong-royong mendukung dan tolong menolong dalam mewujudkan pendidikan yang ramah difabel di Universitas Jember,β ujar wanita yang biasa disapa Senny ini.