TIM PHP2D HIMATEKK UNEJ Berhasil Menyulap Kotoran Sapi Menjadi Biogas

Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Jember berjumlah 15 orang yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEKK) berhasil menerima dana hibah Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) dari direktorat pembelajaran dan kemahasiswaan direktorat jenderal pendidikan Tinggi kementrian pendidikan dan kebudayaan republic Indonesia sejak bulan Agustus 2021 lalu sebesar RP 35.000.000. Program hibah tersebut dilaksanakan di desa Kemuning Lor Jember sebagai desa binaan yang dilatarbelakangi oleh banyaknya kotoran sapi di masyarakat yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga menimbulkan masalah lingkungan dan menjadi sarang nyamuk.


Pelaksanaan PHP2D yang diketuai oleh Diana Fitriati (Teknik Kimia 2018) serta beranggotakan Mohammad Nazarudin Ali (Teknik Kimia 2018), I Made Arimbawa (Teknik Kimia 2018), Filial Ahliana Rahmaniyah (Teknik Kimia 2018), Nurtsulutsiyah (Teknik Kimia 2018), Hidayatullah (Teknik Kimia 2018), Adelia Rosalina (Teknik Kimia 2018), Mohammad Abdul Aziz Fajar (Teknik Kimia 2018), Tri Dwinanda Nursoliha (Teknik Kimia 2018), Zakia Ainun Salsabila (Teknik Kimia 2018), Susilowati (Teknik Kimia 2019), Achri Isnan Khamil (Teknik Kimia 2019), Rekha Aliyya Isma (Teknik Kimia 2019), Hesti Lipuring Tyas (Teknik Kimia 2019), Mohammad Nashir Idham Kholid (Teknik Kimia 2019), serta dibimbing oleh Ibu Rizki Fitria Darmayanti S.T, M.Sc, Ph.D ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan kontribusi mahasiswa kepada masyarakat desa sebagai bentuk nyata dalam membantu mewujudkan program pemerintah yaitu SDGs Desa.


Kegiatan PHP2D di Desa Kemuning Lor Jember berlangsung dari Bulan Agustus hingga bulan November 2021 kurang lebih 4 bulan berjalan yang telah melewati proses Survey awal, sosialisasi edukasi mengenai biogas, pembangunan 2 biogas di Dusun Darungan RT 03 Rw 07 serta aplikasi penggunaan biogas menjadi kompor sebagai pengganti Gas LPG. 2 instalasi Biogas dapat digunakan untuk 6 rumah. 1 instalasi biogas setara dengan gas LPG 4,14 kg. Pak lilik (58 tahun) dan Pak Edy (38 tahun) selaku tuan rumah yang mendapat kesempatan untuk dibangun biogas di dekat kandang sapi mereka.


Program Pengolahan kotoran sapi menjadi biogas tersebut telah mendapat dukungan dari berbagai pihak yaitu telah bermitra dengan karang taruna desa Kemuning Lor, UPT susu Rembangan dan selain itu juga didukung penuh oleh Bapak Budi Haryanto selaku kepala desa Kemuning lor dan bapak Mawardi Irawan selaku Kepala dusun Darungan. “Saya Selaku Kepala Desa Kemuning Lor, mengucapkan terima kasih banyak atas kesempatan adek-adek sekalian yang telah bersedia bekerjasama dan membina warga kami khususnya dusun darungan RT 03 RW 07 dalam pengolahan kotoran sapi menjadi biogas, dengan adanya 2 biogas yang sudah berhasil dilaksanakn kami harap adek-adek sekalian terus membantu masyarakat disini jika ada masalah untuk selalu siap diajari dan dibantu solusinya” ujar Bapak Budi selaku kepala desa Kemuning Lor saat sambutan pada acara pelatihan biogas yang dilaksanakan pada tanggal 20 November 2021 kemarin.

   

 

Skip to content