Universitas Jember Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru; Pakar Kriptografi, Editor Genom, Hingga Ahli Energi Terbarukan

Jember, 26 Juli 2023
Universitas Jember menambah jumlah guru besarnya. Kini ada tambahan tiga guru besar baru yakni, Prof. Drs. Antonius Cahya Prihandoko, M.App.Sc., Ph.D., guru besar di bidang Ilmu Kriptografi pada Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember. Prof. Dr. Ir. Sholeh Avivi, MSi., guru besar bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman di Fakultas Pertanian. Dan ketiga Prof. Dr. Ir. Soni Sisbudi Harsono, M.Eng. M.Phil., guru besar bidang Ilmu Energi Terbarukan untuk Alat Mesin Pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian.

Dari kiri ke kanan, Rektor UNEJ, Prof. Drs. Antonius Cahya Prihandoko, M.App.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Sholeh Avivi, MSi., Prof. Dr. Ir. Soni Sisbudi Harsono, M.Eng. M.Phil., dan Ketua Senat UNEJ

Ketiganya dikukuhkan sebagai profesor oleh Ketua Senat bersama Rektor Universitas Jember dalam sebuah upacara yang digelar di Gedung Auditorium hari Rabu, 26 Juli 2023. Dengan tambahan tiga guru besar baru, kini Universitas Jember memiliki 60 guru besar. Jumlah ini berpotensi akan bertambah, mengingat ada 19 dosen yang jabatan guru besarnya masih berproses di Ditjen Dikti Kemendikbudristek.

Rektor UNEJ menyampaikan pidato pengukuhan

Dalam pidato pengukuhannya, Rektor Universitas Jember bersyukur mendapatkan tambahan guru besar baru. Tambahan guru besar menjadi daya ungkit peningkatan akreditasi dan membangun reputasi bagi Universitas Jember. Para guru besar baru ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Jember.

Ketua Senat UNEJ mengukuhkan tiga guru besar baru UNEJ

“Menapaki gelar guru besar bukan akhir dari perjalanan sebagai dosen, justru babak baru dari pengabdian Anda. Mengingat kini masyarakat menunggu karya dan kiprah selanjutnya dari para gusur besar dengan inovasi-inovasinya. Menjadi profesor juga dituntut menjadi inspirasi bagi koleganya dengan berpegang pada ilmu padi, makin berisi makin merunduk. Semoga tambahan guru besar ini akan menginspirasi dosen lainnya untuk juga segera meraih jabatan profesor,” ungkap Iwan Taruna. Selanjutnya Rektor mendampingi Ketua Senat Universitas Jember menyematkan kalung jabatan guru besar.

Prof. Drs. Antonius Cahya Prihandoko, M.App.Sc.

Sesuai tradisi dalam upacara pengukuhan guru besar, maka setiap profesor membacakan pidato ilmiah yang berkaitan dengan keilmuan yang diampunya. Orasi ilmiah pertama disampaikan oleh Prof. Drs. Antonius Cahya Prihandoko, M.App.Sc., Ph.D., yang membawakan judul “Kriptografi : Keseimbangan Perlindungan terhadap Keamanan Informasi dan Privasi”.

Dalam orasinya, pakar kriptografi ini menyoroti makin banyaknya aktivitas keseharian yang dilakukan di dunia maya, mulai mengunduh konten tertentu hingga aktivitas berniaga. Biasanya setelah pembeli melaksanakan transaksi dan mendapatkan barang pesanannya, maka seringkali pembeli masih mendapatkan iklan hingga tawaran barang sejenis dari para penjual. Tentu saja hal ini dirasa meresahkan bahkan menjadi mengganggu privasi jika kemudian data pembeli disebarluaskan ke pihak lain tanpa persetujuan pembeli.

Di sisi penyedia konten, seringkali mereka dihadapkan pada penyebarluasan konten oleh pembeli tanpa ijin, sehingga merugikan penyedia konten. Penyebarluasan konten tanpa ijin juga termasuk melanggar hak atas kekayaan intelektual. Dari permasalahan tersebut Ilmu Kriptografi berusaha hadir memberikan solusi. Prof. Antonius Cahya Prihandoko menawarkan skema anonymous cash dan blind description.

“Anonymous cash adalah sistem yang memungkinkan penjual mengetahui barang yang dibeli oleh pembeli namun dibatasi dalam mengakses data pembelinya. Skema ini bisa berjalan dengan bantuan penyedia token seperti bank. Dengan demikian pembeli memperoleh barangnya setelah membayar dengan token, sementara penjual tidak mengetahui data identitas pembelinya,” jelas profesor yang mempelajari kriptografi di James Cook University Australia ini.

Sementara dengan skema blind description memiliki prinsip sistem kerja yang serupa. Bedanya pembeli barang atau umumnya konten hanya bisa mengakses untuk satu konten yang telah dibelinya dengan kunci konten yang sudah diberikan penjual. Jika pada skema anonymous cash penjual tidak tahu siapa pembelinya namun tahu barang yang dibeli, maka pada skema blind description penjual tahu pembelinya namun tidak tahu barang apa yang dibeli oleh pembelinya. Kedua skema tersebut diharapkan mampu melindungi privasi pembeli.

Giliran kedua diperoleh Prof. Dr. Ir. Sholeh Avivi, MSi., yang membawakan pidato ilmiah berjudul “Peran Bioteknologi Dalam Pemuliaan Tanaman”. Menurut guru besar asli Jember ini, bioteknologi saat ini berpotensi menjadi jawaban atas tantangan dunia pertanian. Di satu sisi permintaan akan produk pertanian khususnya pangan, makin meningkat karena populasi penduduk dunia terus bertambah. Namun produktivitas produk pertanian menurun karena berbagai hal seperti lahan yang makin menyusut, perubahan iklim atau serangan hama serta penyakit. Dengan bioteknologi maka akan didapat tanaman yang unggul, adaptif terhadap iklim, tahan hama dan memiliki produktivitas tinggi.

“Salah satu teknologi pemuliaan tanaman adalah dengan bioteknologi, khususnya yang kini makin berkembang adalah genome editing atau pengeditan genom. Melalui prosedur tertentu peneliti akan memisahkan gen yang dianggap menghambat perkembangan tanaman sehingga tanaman baru dapat tumbuh dengan optimal. Atau mengembangkan gen tertentu pada tanaman agar bisa beradaptasi dengan iklim serta memiliki produktivitas tinggi. Dengan pengeditan genom memungkinkan peneliti melakukan perubahan DNA organisme untuk mengubah sifat suatu organisme menjadi lebih baik lagi,” papar Prof. Sholeh Avivi.

Prof. Dr. Ir. Sholeh Avivi, MSi.

Guru besar yang juga pengasuh Pondok Pesantren Putri Ma’had El Aviv Jember ini lantas mencontohkan penelitian pengeditan genom yang dilakukannya. Prof. Sholeh Avivi berusaha meningkatkan kadar sukrosa dalam tanaman tomat sehingga cita rasanya lebih manis. Pengeditan genom juga memungkinkan menghasilkan tanaman yang lebih tahan terhadap penyakit, seperti penelitiannya mengenai virus Peanut Stripe Virus (PStV) yang biasa menyerang kacang tanah.

Guru besar terakhir yang tampil adalah Prof. Dr. Ir. Soni Sisbudi Harsono, M.Eng. M.Phil., guru besar bidang Ilmu Energi Terbarukan untuk Alat Mesin Pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian. Menurutnya, sebagai negara agraris dengan mayoritas penduduknya petani maka Indonesia berpotensi mandiri secara energi dengan energi terbarukan. Khususnya energi terbarukan yang bersumber dari produk pertanian dan perkebunan yang melimpah.

Prof. Dr. Ir. Soni Sisbudi Harsono, M.Eng. M.Phil.

Pemanfaatan energi terbarukan dari produk pertanian juga dalam rangka memaksimalkan program zero waste lifestyle atau gaya hidup pemanfaatan produk tanpa meninggalkan sampah. Kesemuanya dirangkum dalam orasi ilmiah berjudul “Akselerasi Penerapan Energi Terbarukan Berbasis Circular Economy Pada Alat dan Mesin Pertanian.”

Guru besar yang juga dosen di Program Studi Teknik Pertanian ini lantas membeberkan penelitiannya mengenai energi terbarukan sekaligus program zero waste pada produk kopi. Prof. Dr. Ir. Soni Sisbudi Harsono, M.Eng. M.Phil., memanfaatkan kulit buah kopi yang selama ini hanya dibuang begitu saja oleh petani khususnya pada saat panen raya. Padahal sampah kulit kopi yang tidak diolah dengan baik akan mencemari lingkungan mengingat memiliki keasaman yang cukup tinggi.

“Diantaranya dengan menjadikan kulit kopi tadi sebagai biopellet yang bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Sehingga petani tidak selalu bergantung pada BBM atau gas elpiji yang harganya bisa naik jika subsidinya dicabut. Sisa abu dari biopellet bisa dimanfaatkan sebagai bahan campuran pupuk organik, caranya ditambah dengan kotoran hewan ternak. Jadi dalam proses ini tidak ada sampah, kebutuhan energi pun terpenuhi,” ujarnya.

Pemanfaatan energi terbaharukan juga mendorong tumbuhnya gerakan circular economy yang berprinsip pada ambil-buat-gunakan-kembalikan, sehingga meminimalkan sampah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya yang ada. “Oleh karena itu perlu kerjasama yang baik diantara segenap pemangku kepentingan seperti pemerintah, perguruan tinggi dan swasta agar pemanfaatan energi terbaharukan makin meningkat, menekan sampah organik sehingga pembangunan gerakan circular economy dapat terwujud,” pungkas Prof. Dr. Ir. Soni Sisbudi Harsono, M.Eng. M.Phil. (iim)

 

Skip to content