Jember, 9 November 2024
Keluarga besar Universitas Jember (UNEJ) menggelar doa bersama dalam rangka memperingati hari lahirnya di Masjid Al Hikmah (9/11/2024).
Selanjutnya, Iwan Taruna mengingatkan hadirin agar momentum doa bersama juga dijadikan sarana untuk muhasabah, berefleksi diri atas semua proses yang sudah dan akan dijalani sebagai bagian dari UNEJ. Apakah itu sebagai dosen, mahasiswa maupun sebagai tenaga kependidikan. Menurutnya dengan persatuan, gotong royong dan kebersamaan, UNEJ telah membuktikan mampu berprestasi.

“Mari berkaca pada perjuangan para pendahulu kita, khususnya Triumvirat dr. R. Achmad, R. Th. Soengedi, dan R. Mas Soerachman yang bersama Bupati Jember saat itu R. Soedjarwo gigih memperjuangkan berdirinya sebuah perguruan tinggi di Jember yang termasuk di wilayah remote area. Awalnya usaha mereka dipandang sebelah mata, namun dengan semangat persatuan dan gotong royong maka UNEJ bisa berdiri dan berprestasi. Maka tak ada kata lain yang pantas selain bersyukur,” tutur Iwan Taruna.
Bersyukur juga menjadi pikiran utama yang disampaikan oleh kyai Ahmad Nafi yang malam itu membawakan tema “Hakikat bersyukur dalam literatur tasawuf Islam dan kajian psikologi modern”. Pendiri dan pengasuh pondok pesantren Raden Rahmat Jember ini lantas menyitir pendapat ulama besar Al Ghazali yang merumuskan syukur sebagai kemampuan mengenali kebaikan. Dalam konteks UNEJ, maka kita saat ini bagi kita yang menjadi penerus sudah pasti merasakan banyak kebaikan. Maka tidak ada kata lain selain bersykur kepada Allah SWT dan berterima akasih kepada pendahulu UNEJ.

“Maka mari bersyukur atas rintisan yang sudah dimulai para pendahulu UNEJ, lantas menjaga dan meneruskan hal baik ini dengan melandasi kerja kita di UNEJ sebagai ibadah, serta berbaik sangka dan berharap apa yang kita kerjakan akan berguna di masa datang. Maka mari selalu bersyukur kemarin, sekarang dan yang akan datang,” jelas Kyai Ahmad Nafi’ yang juga dosen di Fakultas Teknologi Pertanian UNEJ ini. (iim)