Jember, 21 Februari 2025
Universitas Jember (UNEJ) kembali menambahkan guru besar, khususnya di bidang keilmuan manajemen syariah yaitu Prof. Dr. Novi Puspitasari, S.E., M.M. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sejak tahun 2010 saat melakukan penelitian ia telah dijuluki sebagai Doktor Syariah oleh promotornya. Dikarenakan pada saat itu masih minim yang fokus pada bidang tersebut.
“Saat menjalani pendidikan atau tepatnya saat penyusunan disertasi tahun 2010 dimana saat itu masih sedikit sekali yang fokus dengan keuangan syariah, promotor saya selalu bilang wah ini doktor syariah ini. Sehingga sejak itu saya sudah mendapat brand Doktor Syariah,” ungkap Prof. Novi saat diwawancarai.
Sejak menempuh studi S1 dan S2 Prof. Novi menggeluti bidang manajemen keuangan konvensional, namun pada saat menempuh studi di S3 ia berpindah untuk mempelajari ilmu manajemen syariah. Dikarenakan menurutnya ilmu yang dipelajarinya ini tidak hanya untuk kebutuhan profesinya sebagai guru besar, tapi juga mengajarkannya ilmu ekonomi dan keuangan yang sesuai dengan agamanya.
“Jadi sekali belajar dapat dua menfaat, manfaat dunia dan bekal di kehidupan akhirat. Sejak saat itu saya meniatkan diri untuk fokus dan mendalami ekonomi dan keuangan syariah. Saya berkeyakinan bahwa saat kita mempelajari dan menekuni ilmu akhirat, insyaAllah keberkahan dunia akan diperoleh juga,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan alasannya, “Saya tertarik dengan manajemen keuangan syariah karena masih belum ada yang menekuni ilmu ini di Universitas Jember. Jadi ini peluang bagi saya untuk menjadi pengajar dan peneliti di bidang manajemen keuangan syariah. Saya akhirnya memiliki brand dosen keuangan islam yang akhirnya bisa membawa saya menjadi guru besar bidang manajemen keuangan syariah di FEB UNEJ,” imbuh Prof. Novi.
Dari perjuangannya sejak awal hingga saat ini menjadi guru besar di UNEJ, Prof. Novi mengalami beberapa kendala yang dialaminya. Kendala terbesar yang harus ia lewati ialah terdapat pada suaminya sendiri, saat dirinya telah fokus dengan pengembangan bidang manajemen keuangan islam, mulai mengajar dan meneliti dan lain-lain. Namun suaminya masih bekerja di perusahaan leasing konvensional.
“Nah, kan jadi tidak sejalan ya. Jadi tugas terbesar saya saat itu adalah bagaimana menyadarkan suami saya untuk bisa pindah dan tidak menggeluti di keuangan konvensional lagi. Butuh waktu lumayan lama ya sampai akhirnya suami rela melepaskan jabatan pekerjaannya dan berpindah profesi menjadi wirausahawan muslim. Alhamdulillah semua sudah terjalani dan Allah ternyata mempersiapkan tambahan rezeki untuk keluarga kami,” pungkasnya. (dil/adi)