Kebugaran Jantung Bawa Mahasiswi UNEJ Raih Medali Perunggu di Kancah Nasional

Jember, 9 September 2025

Semangat juang dan kegigihan berhasil membawa Adenia Nafisa Falahi Basuki, mahasiswi program studi D3 Perpajakan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ), meraih medali perunggu pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2025.

Adenia berhasil mengamankan medali perunggu setelah bersaing dengan para atlet terbaik dari seluruh Indonesia.

Dalam babak final, Adenia hanya mengakui keunggulan dua atlet dari kontingen tuan rumah, Nusa Tenggara Barat, yang sukses merebut posisi juara pertama dan kedua.

Adenia berhasil menorehkan prestasi pada cabang Lomba Kebugaran Jantung Perorangan Wanita Usia Maksimal 49 Tahun. Perlombaan yang diikutinya bukanlah adu kecepatan biasa, melainkan ujian ketahanan fisik dan kardiovaskular.

Podium Juara FORMAS VIII 2025 NTB (dari kanan juara Adenia juara 3, NTB juara 1 & 2)

“Jenis perlombaannya sendiri dinilai dari seberapa bugar badan kita dan mengolah ketahanan jantung. Sistemnya semacam beep test, di mana setiap tingkatan akan semakin cepat juga waktunya,” jelas Adenia.

Prestasi ini diraih melalui disiplin latihan di bawah naungan Lembaga Seni Pernafasan Satria Nusantara (LSPSN). Menurut Adenia, latihan ini berfokus pada harmonisasi tubuh dan pikiran.

“Latihan pernafasan ini memadukan antara nafas, gerak, dan konsentrasi. Pernafasan yang pelan, dalam, dan teratur dapat meningkatkan ketenangan dan daya tahan tubuh,” tuturnya.

Sebagai seorang mahasiswi aktif, Adenia membuktikan bahwa prestasi non-akademik dapat berjalan selaras dengan pendidikan. Ia mampu membagi waktu dengan efektif antara kewajiban di bangku kuliah dan persiapan kompetisi.

Adenia Nafisa Falahi Basuki (D3 Perpajakan), Bronze Medalist Perlombaan Kebugaran Jantung Perorangan Wanita Formas VIII 2025 NTB

“Kebetulan jadwal latihan berada di akhir pekan, jadinya tidak mengganggu aktivitas perkuliahan saya,” tambahnya.

Perjuangan Adenia menuju podium juara tidaklah mudah. Tantangan terbesarnya justru datang dari kondisi fisiknya sendiri. “Momen paling menegangkan yaitu di saat saya berusaha bertahan dalam pertandingan dengan keadaan kaki saya yang cedera pasca kecelakaan dua minggu sebelum perlombaan,” ungkapnya. Dengan tekad yang kuat, ia berhasil mengatasi rasa sakit dan menyelesaikan perlombaan dengan hasil membanggakan.

Selain tantangan fisik, sistem penilaian yang kompleks juga menjadi salah satu kesulitan. “Persaingan antar pesaing tidak begitu ketat, tetapi yang susah itu di penilaiannya. Meskipun lawan sudah gugur di sesi awal, itu belum tentu mereka kalah karena ada penilaian berdasarkan tingkat usia dengan ketentuan khusus lainnya,” jelas Adenia.

Adenia (ketiga dari kiri) bersama Tim Perwakilan Jawa Timur

Pencapaian Adenia Nafisa Falahi Basuki pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) yang digelar pada 26 Juli – 01 Agustus 2025 di Nusa Tenggara Barat ini menjadi bukti bahwa keterbatasan dan tantangan bukan halangan untuk meraih prestasi. Keberhasilannya diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus aktif mengembangkan minat dan bakat di luar bidang akademik, sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga kebugaran sebagai penunjang aktivitas sehari-hari. (dil/fzn)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi