Atasi Masalah Sampah Lewat Integrasi AI, Mahasiswa UNEJ Berikan Solusi Digital Zero Waste

Jember, 12 Desember 2025

Predikat Indonesia sebagai salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia memantik keresahan sekelompok mahasiswa Universitas Jember (UNEJ).

Tidak ingin tinggal diam, Aditya Satya Utama, Wilda Robiah Salsabila, dan Ratih Eka Saputri merancang sebuah solusi digital bernama “SiLaras”. Inovasi yang menawarkan manajemen sampah terintegrasi ini tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga sukses meraih Juara 2 dalam Chemistry Festival (Chem-Fest) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Riau.

Dalam kompetisi ini, tiga mahasiswa prodi Pendidikan IPA 2024 ini membawa inovasi bertajuk “SiLaras” ini sebuah prototype aplikasi mobile berbasis masyarakat yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung gerakan Zero Waste di Indonesia.

Delegasi UNEJ, Wilda Robiah Salsabila (kiri) memperlihatkan sertifikat Juara II, sementara Aditya Satya Utama (kanan) memegang trofi dalam Chem-Fest 2025

Prestasi ini mengantarkan mereka meraih posisi kedua dari 100 lebih peserta, mengungguli Universitas Riau pada posisi ketiga, serta hanya kalah dari ITSI Medan yang menempati peringkat pertama.

Aditya Satya Utama, menjelaskan bahwa inovasi SiLaras lahir dari keresahan mereka melihat fakta Indonesia sebagai negara peringkat kelima penyumbang sampah terbanyak di dunia.

“Kami melihat kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah masih rendah. Banyak yang bingung membedakan sampah organik dan anorganik, serta tidak tahu cara mengelolanya agar bernilai ekonomis. Di sisi lain, hasil observasi kami di TPA Jember dan Bondowoso menunjukkan pengelolaan sampah masih konvensional,” ujar Aditya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, SiLaras hadir dengan fitur lengkap mulai dari pengenalan jenis sampah, panduan pemilahan, layanan bank sampah, marketplace, hingga asisten virtual pintar.

Keunggulan utama aplikasi ini terletak pada integrasi AI yang bukan sekadar pelengkap. Teknologi ini memungkinkan aplikasi melakukan analisis data otomatis, memberikan saran cerdas (smart feedback), serta mempersonalisasi pengalaman pengguna.

Aditya Satya Utama (kanan), mewakili Universitas Jember saat menerima trofi Juara II Essay Competition

“Kendala terbesar kami memang saat mengintegrasikan AI ke dalam kode pemrograman dan database. Kami harus memastikan struktur data cocok agar AI bisa membacanya dengan akurat. Namun, hasilnya sepadan. AI di SiLaras mampu memberi solusi cepat dan personal bagi masyarakat,” tambah Aditya.

Perjalanan tim bimbingan Siti Shofa Assyifa’ul ini tidaklah mudah. Mereka harus bersaing dengan sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti UGM, IPB, UNNES, hingga UNHAS. Dari ratusan karya, UNEJ berhasil menembus 24 besar finalis, bahkan menempati peringkat ke-3 pada seleksi karya tulis sebelum akhirnya mengunci posisi Runner Up di babak final.

“Persaingan sangat ketat. Namun, pengalaman ini membuktikan bahwa mahasiswa UNEJ bisa berdiri sejajar dengan kampus-kampus bergengsi lainnya. Kuncinya adalah berani memulai dan jangan minder dengan label kampus,” ungkap Aditya mewakili timnya.

Foto Bersama Seluruh Pemenang di Panggung Chem-Fest 2025

Prestasi yang diraih pada 9 November 2025 ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi civitas akademika UNEJ untuk terus melahirkan inovasi yang berdampak. UNEJ terus mendukung semangat kolaborasi dan pemanfaatan teknologi seperti AI, sehingga mampu menjadi agen perubahan yang solutif bagi permasalahan bangsa. (dil/fzn)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi