Delegasi FH UNEJ Bawa Pulang Trofi Juara 3 dari Ajang Piala MK RI 2025

Jember, 30 Desember 2025

Diya Orienta, Muhammad Irfan Naufal Abdullah, dan Nur Alfi Fauziyah berhasil mengharumkan nama Universitas Jember dengan membawa pulang piala Juara 3 dalam Kompetisi Debat Konstitusi Nasional Justice Competition Piala Mahkamah Konstitusi RI 2025.

Kompetisi ini diselenggarakan atas kerja sama Mahkamah Konstitusi (MK) dengan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung dengan tema β€œMenyeimbangkan Hak Konstitusional dan Perkembangan Teknologi: Tantangan dan Peluang di Era Disrupsi.”

Tim Ernest Utrecht dari FH Universitas Jember terdiri dari tiga mahasiswa, yaitu Diya Orienta (FH angkatan 2023), Muhammad Irfan Naufal Abdullah (FH angkatan 2023), dan Nur Alfi Fauziyah (FH angkatan 2024).

Tim Ernest Utrecht (Diya Orienta, Miuhammad Irfan Naufal, Nur Alfi Fauziyah) dengan Piala Juara 3 Kompetisi Debat Nasional Piala MK 2025

Perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah.

Nur Alfi Fauziyah, salah satu anggota tim, mengungkapkan bahwa atmosfer kompetisi berlangsung sangat ketat karena diikuti oleh puluhan tim dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.

“Setiap babak menuntut argumentasi yang tajam, respons cepat, dan konsistensi logika konstitusional. Tantangan terberat kami rasakan saat babak semifinal melawan Tim Verband dari UGM. Pertandingan berlangsung sangat ketat dengan selisih poin yang tipis,” ujar Alfi saat ditemui di Kampus Tegalboto Senin (29/12/2025).

Dalam menghadapi ketatnya persaingan, Tim Ernest Utrecht melakukan persiapan intensif selama hampir dua bulan. Persiapan mencakup riset mendalam mengenai isu hukum konstitusi, pendalaman putusan-putusan MK, brainstorming, hingga simulasi debat rutin.

β€œKami melakukan persiapan selama hampir dua bulan sejak pengumuman Justice Competition 2025. Waktu tersebut kami gunakan untuk riset isu hukum konstitusi, pendalaman putusan MK, serta penyusunan dan penguatan argumentasi,” jelas Alfi.

Menurut tim, kunci keberhasilan mereka terletak pada kerja sama tim yang solid (healthy team work) dan manajemen peran yang terstruktur. Hal ini menjadi strategi ampuh untuk membedah mosi debat yang memiliki spektrum isu luas, di tengah tantangan menyatukan jadwal kuliah dan kesibukan masing-masing anggota.

“Jadwal kuliah yang berbeda menjadi tantangan tersendiri, namun komitmen untuk menampilkan yang terbaik membuat kami tetap fokus mempersiapkan diri secara matang,” tambah Alfi.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memacu semangat mahasiswa Universitas Jember lainnya untuk berani berkompetisi. Nur Alfi berpesan bahwa dalam menggapai keberhasilan perlu banyak belajar dari berbagai kegagalan sebelumnya.

“Jangan pernah takut mencoba dan jangan pernah takut kalah. Karena seorang pemenang lahir karena belajar dari berbagai kegagalan,” pungkasnya.

Pencapaian yang diraih pada 25 Oktober 2025 ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Hukum, tetapi juga seluruh sivitas akademika Universitas Jember. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa UNEJ memiliki daya saing yang tinggi serta kemampuan berpikir kritis yang mumpuni dalam merespons isu-isu hukum nasional. (dil/fzn)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi