Tes Kemampuan Akademik Masih Jadi Pertanyaan Populer Siswa, Ini Kata UNEJ

Banyuwangi, 14 Januari 2026

Tes Kemampuan Akademik (TKA) masih menjadi topik yang paling banyak dipertanyakan oleh siswa SMA, SMK, dan MA, khususnya siswa kelas XII yang akan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.

Hal tersebut terungkap dari hasil temuan Tim Sosialisasi dan Promosi (SosPro) Universitas Jember (UNEJ) saat mengikuti EDUFAIR MGBK 2026 yang diselenggarakan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Banyuwangi di GOR Tawang Alun, Banyuwangi, Kamis (15/1/2026).

Sebagian besar siswa mengaku belum puas dengan hasil TKA yang telah mereka ikuti pada November 2025. Ketidakpuasan ini menimbulkan kegelisahan dan kekhawatiran, terutama terkait kemungkinan nilai TKA dijadikan penentu dalam SNBP 2026.

 

“Tidak berbeda dari tahun sebelumnya, masih banyak kami temukan pertanyaan dari para siswa. Pertanyaan yang kerap kali terlontar adalah apakah skor atau nilai TKA menjadi penentu dalam seleksi SNBP tahun 2026,” ungkap Arief Budi, Staf Humas Universitas Jember.

Menanggapi keresahan tersebut, dirinya menjelaskan bahwa TKA hadir sebagai instrumen penilaian terstandar untuk melaporkan capaian akademik siswa. Ia mengutip penjelasan dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) bahwa TKA dikembangkan untuk mengantisipasi ketimpangan penilaian akademik yang hanya bersumber dari rapor sekolah.

“TKA disediakan pemerintah sebagai pengganti Ujian Nasional. Pelaksanaannya untuk jenjang menengah sudah dilakukan pada November 2025, sementara untuk jenjang dasar dijadwalkan pada April 2026,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dia menegaskan bahwa TKA bukanlah ujian wajib dan tidak menjadi syarat kelulusan. Ia juga menekankan bahwa dalam konteks seleksi masuk perguruan tinggi, TKA tidak berdiri sendiri sebagai penentu kelulusan SNBP.

Tim SosPro UNEJ saat memberikan informasi kepada siswa

“Dalam situasi seleksi yang hanya berbasis rapor, potensi ketidakadilan bisa terjadi karena standar penilaian tiap sekolah berbeda. Dikutip dari laman resmi Kemendikdasmen, pelaksanaan TKA tidak diwajibkan dan bukan syarat kelulusan. Hasil TKA digunakan sebagai informasi capaian kemampuan akademik melalui asesmen terstandar pemerintah,” ujarnya.(is)

Dia berharap para siswa tidak larut dalam kegelisahan dan tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Menurutnya, TKA pada dasarnya mengukur kemampuan dasar yang seharusnya dapat dikuasai oleh seluruh siswa.

“Yang terpenting adalah terus belajar dengan giat. TKA adalah tes kemampuan akademik dasar, dan dengan persiapan yang baik, semua siswa pasti mampu menaklukkannya,” imbuhnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Eko Budi Sentoso, kala membuka acara sekaligus memberikan sambutannya

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Eko Budi Sentoso, menyampaikan bahwa pameran pendidikan ini bertujuan menjembatani kebutuhan informasi siswa terkait perguruan tinggi dan sistem seleksi yang berlaku.

“Kami ingin siswa mendapatkan informasi yang valid dan langsung dari perguruan tinggi. Dengan begitu, mereka tidak mudah terpengaruh isu atau informasi yang belum tentu benar,” jelasnya. Sekaligus membuka secara resmi kegiatan EDUFAIR MGBK 2026.

Suasana kegiatan SosPro edufair MGBK 2026 di Gor Tawang Alun Banyuwangi

Apresiasi juga datang dari siswa peserta kegiatan. Delia Cahya Anggun Prasasti, siswa SMA Negeri 1 Banyuwangi, mengaku terbantu dengan kehadiran perguruan tinggi, khususnya Universitas Jember, dalam kegiatan tersebut.

“Rencananya saya mau ke Fakultas Farmasi, semoga bisa diterima, Penjelasan dari UNEJ membuat kami lebih paham soal TKA dan SNBP. Jadi tidak terlalu khawatir dan bisa lebih fokus mempersiapkan diri sesuai kemampuan kami,” ujarnya.(is)