Gresik, 15 Desember 2026
Memilih program studi yang cocok untuk kuliah memang bukan perkara gampang.
Beragam faktor penentu seperti minat bakat, kemampuan akademik, kemampuan finansial hingga prospek kerja setelah lulus menjadi bahan pertimbangan. Tak heran jika siswa SMA/SMK/MA kelas XII yang akan meneruskan kuliah membutuhkan waktu panjang untuk menentukan pilihan. Sementara pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) akan dibuka bulan Februari 2026 nanti.Untuk mengatasi kebingungan siswa ini, tim Sosialisasi dan Promosi (SosPro) Universitas Jember (UNEJ) punya alternatifnya. Yakni memilih program studi sesuai potensi daerah asal siswa. Menurut Wakil Ketua Tim Kerja Humas UNEJ, Iim Fahmi Ilman, potensi daerah asal bisa menjadi pertimbangan bagi siswa dalam memilih program studi. Pasalnya setelah lulus nanti, mereka bisa kembali turut berkarya membangun daerah masing-masing. Hal ini disampaikan oleh tim SosPro UNEJ kala mengikuti pameran pendidikan yang digelar oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) di Tuban (14/1/2026) dan Gresik (15/1/2026).

“Semisal daerah Tuban dan Gresik punya potensi di bidang migas dan industri yang besar, juga berada di wilayah pesisir, maka kami menganjurkan siswa untuk memilih program studi yang terkait. Semisal Program Studi Teknik Perminyakan, Program Studi Teknik Pertambangan, Program Studi Konstruksi Perkapalan atau program studi lain yang terkait erat dengan bidang migas dan industri setempat. Harapannya setelah lulus mereka bisa turut membangun daerah asalnya,” jelas Iim Fahmi Ilman.
Penjelasan ini ternyata disambut baik. Salah satunya diutarakan oleh Yuana Dwi, siswa SMAN 1 Singgahan Tuban. Siswa asli Tuban ini bertekad masuk ke Program Studi Teknik Perminyakan Fakultas Teknik UNEJ. Oleh karena itu ia sengaja menyempatkan mendatangi booth UNEJ guna berkonsultasi dengan tim Sospro di booth UNEJ yang mengikuti pameran pendidikan MGBK Tuban di Graha Dwija PGRI Tuban.
“Saya mantap memilih Program Studi Teknik Perminyakan di UNEJ. Sebab sesuai anjuran keluarga yang berpesan agar anak Tuban harus bisa mengolah potensi daerahnya, salah satunya potensi migas. Sebab kalau bukan kita, lantas siapa lagi yang akan membangun daerah kita sendiri,” ungkap Yuana antusias. Bahkan Yuana menyempatkan diri membuat konten bersama perwakilan Duta Kampus UNEJ, yang menggambarkan tekadnya untuk kuliah di Kampus Tegalboto.

Rupanya potensi pertimbangan tersebut juga dilakukan siswa di Gresik, seperti yang disampaikan oleh Ikhbar Arief, siswa asal SMAN 1 Cermee Gresik. Dirinya dan kawan-kawan sengaja berkunjung ke booth UNEJ di pameran pendidikan MGBK Gresik di GOR Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP). Ikhbar menyampaikan minatnya memilih Program Studi Teknik Pertambangan dan Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik UNEJ.
“Banyak perusahaan migas di Gresik dan sekitarnya, maka saya pikir prospek bekerja di industri migas maupun bidang kerja yang terkait masih terbuka lebar,” kata siswa berkacamata ini.
Walaupun demikian, masih banyak siswa yang memilih program studi yang memang dari tahun ke tahun menjadi favorit semisal Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi di kelompok Sainteks atau Fakultas Hukum serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis di kelompok Soshum. Seperti yang disampaikan staf tim kerja Humas, Fadila Khoirunisa, yang sibuk memberikan layanan konsultasi. Menurutnya masih banyak siswa yang masih terpaku pada pilihan program studi tertentu saja.

“Mumpung masih ada waktu, siswa harus giat mencari informasi mengenai program studi yang ada. Caranya dengan membuka laman resmi masing-masing PTN. Kalau perlu menghubungi Humas PTN yang diminati,” ujar Fadila.
Pilihan program studi favorit dipilih karena banyak pertimbangan, seperti yang disampaikan oleh Steven Bintang yang mantap memilih Fakultas Farmasi UNEJ. “Kebetulan keluarga kami memiliki usaha apotek, jadi orang tua menyarankan untuk kuliah di Fakultas Farmasi dan salah satu pilihan PTN-nya adalah Fakultas Farmasi di UNEJ,” tutur siswa asal SMAN 3 Tuban ini. (iim)

