Gagas Asuransi pada Sektor Pertanian, UNEJ Teken Kerjasama dengan OJK Bidang PPDP

Jember, 12 Februari 2026

Universitas Jember (UNEJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dan manajemen perekonomian melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) bertema “Insight For The Future” di Gedung R.

Soedjarwo Lantai 5, Kamis (12/02/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang PPDP dengan Universitas Jember guna membangun kerangka kerja kolaboratif sekaligus memperkuat pengawasan dan literasi sektor keuangan.

Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini memiliki nilai strategis di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang fluktuatif. Menurutnya, sektor keuangan memegang peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai risiko perekonomian.

Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., kala memberikan sambutannya

“Kegiatan ini sangat strategis di tengah dinamika ekonomi yang sangat fluktuatif, baik nasional maupun global. Sektor keuangan berperan vital untuk mendorong pertumbuhan serta melindungi masyarakat dari berbagai isu perekonomian,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep manajemen risiko dan economic engagement sejatinya tidak asing bagi generasi muda. Namun, pemahaman mendalam tentang peran strategisnya masih perlu diperkuat. Rektor berharap, melalui kolaborasi ini mahasiswa UNEJ mampu memahami pentingnya mitigasi risiko sebagai fondasi dalam membangun ketahanan ekonomi bangsa.

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia, Yulias Bhayangkara

Melalui kolaborasi UNEJ dan OJK Bidang PPDP ini, ia berharap terbangun ekosistem literasi dan perlindungan keuangan yang lebih kuat, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian industrial sebagai kekuatan strategis perekonomian daerah dan nasional.

Selaras dengan visi dan misi Universitas Jember, Kepala UPA TIK UNEJ, Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP., M.Eng., Ph.D., menggagas terobosan berupa penguatan skema asuransi pada sektor pertanian. Ia menekankan bahwa pertanian merupakan sektor dengan karakteristik risiko yang sangat tinggi, sehingga memerlukan pendekatan teknologi modern agar dapat dilindungi oleh instrumen asuransi. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Geographic Information System (GIS), hingga Remote Sensing kini menjadi kebutuhan mendesak.

“Teknologi tersebut berperan penting dalam melakukan prediksi cuaca, pemantauan penggunaan input pertanian, pengawasan proses budidaya, hingga estimasi hasil panen secara akurat. Selain itu, digitalisasi di lahan pertanian memungkinkan pihak asuransi untuk memantau kepatuhan petani dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara tepat. Dari sisi industri keuangan, kehadiran advanced technologies ini sangat membantu pihak asuransi dalam melakukan penilaian risiko yang lebih objektif serta memvalidasi klaim asuransi berdasarkan data riil dan transparan,” jelasnya.

Rektor, Kepala UPA TIK Universitas Jember kala menandatangani kerjasama dengan OJK Bidang PPDP

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia, Yulias Bhayangkara, menekankan pentingnya manajemen risiko dalam setiap aspek kehidupan. Ia menyampaikan bahwa keberanian menghadapi tantangan harus diimbangi dengan mitigasi risiko yang terukur, terutama bagi generasi muda yang kelak memimpin perekonomian nasional.

“Kalau mau maju pasti harus menghadapi tantangan dan risiko. Kita telah mencanangkan Indonesia menjadi ekonomi terbesar keempat. Harapannya mahasiswa Universitas Jember bisa memimpin perekonomian melalui mitigasi risiko yang ada,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan engagement perekonomian hanya dapat tercapai apabila industri asuransi mampu menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan berbasis karakteristik daerah menjadi kunci agar tercipta nilai tambah dan komitmen yang kuat antara industri keuangan dan masyarakat.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk mempertemukan seluruh pimpinan perusahaan asuransi, baik asuransi umum, jiwa, maupun syariah, dalam satu forum kolaboratif guna meningkatkan target engagement perekonomian nasional. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung visi Indonesia Emas melalui penguatan sektor keuangan yang inklusif dan adaptif.(rb/is)