Jember, 13 Februari 2026
UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) Universitas Jember menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Calon Surveyor Tracer Study 2026 yang bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Kewirausahaan Universitas Jember, Jumat (13/2).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember, Dr. Rokhani, S.P., M.Si., staf UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan serta para calon surveyor Tracer Study 2026.Acara dibuka dengan sambutan, Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember, Dr. Rokhani, S.P., M.Si., menyampaikan pentingnya tracer study sebagai instrumen strategis dalam peningkatan Indikator KInerja Utama (IKU) Universitas Jember dan kualitas lulusan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa tracer study merupakan pelacakan jejak alumni yang dilakukan satu tahun setelah kelulusan untuk mendukung pelaporan Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi alumni setelah lulus, apakah bekerja, berwirausaha atau studi lanjut.
Beliau juga menegaskan bahwa instrumen tracer study Universitas Jember telah mengadopsi instrumen resmi Kementerian, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan akuntabel. Data tracer study menjadi dasar dalam evaluasi kurikulum, strategi pembelajaran, hingga penyusunan kebijakan pengembangan pendidikan di tingkat program studi, fakultas, dan universitas.
Selanjutnya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menekankan bahwa tracer study bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjaga kualitas dan relevansi lulusan. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tracer study sangat bergantung pada sinergi antara pimpinan universitas, fakultas, program studi, UPA TIK, serta surveyor sebagai ujung tombak pelaksanaan di lapangan.
Setelah sambutan dan pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan, yang diikuti oleh Wakil Rektor III, Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, narasumber, serta seluruh calon surveyor tracer study 2026.
Memasuki inti acara, sesi materi dan tanya jawab disampaikan oleh tiga narasumber, yaitu Dr. Rokhani, S.P., M.Si., Bapak Achmad Sjaefudin, dan Bapak Jarkasi, S.Sos., M.Si. Kepala UPA, Dr. Rokhani, S.P., M.Si., memaparkan strategi peningkatan kompetensi lulusan melalui tracer study. Beliau menjelaskan fungsi tracer study dalam memperoleh gambaran kompetensi lulusan, mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja, serta menjadi salah satu indikator penting dalam penjaminan mutu dan akreditasi perguruan tinggi. Selain itu, dipaparkan pula capaian tracer study tahun sebelumnya serta pentingnya peningkatan respons rate alumni.
Bapak Achmad Sjaefudin kemudian menjelaskan aspek teknis pelaksanaan tracer study, termasuk penggunaan sistem aplikasi Tracer Study Universitas Jember berbasis web dan android. Surveyor diberikan akses khusus melalui sistem untuk melihat target alumni, memantau status pengisian kuesioner, serta mengisi logbook sebagai laporan aktivitas. Progres pengumpulan data akan dilaporkan secara berkala setiap bulan dan dievaluasi setiap triwulan. Dalam kesempatan tersebut juga ditekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data alumni serta profesionalisme dalam berkomunikasi.
Sementara itu, Bapak Jarkasi, S.Sos., M.Si., menjelaskan mengenai hak dan benefit yang akan diperoleh mahasiswa yang menjadi surveyor tracer study. Surveyor ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor dan bekerja secara paruh waktu. Selain memperoleh pengalaman kerja yang relevan dalam bidang komunikasi, pendataan, dan manajemen informasi, surveyor juga mendapatkan Beasiswa Berkarya dengan skema dukungan pembiayaan sebesar Rp400.000,- per bulan selama 11 bulan.
Beliau juga mengingatkan tantangan yang mungkin dihadapi surveyor, seperti rasa canggung dalam menghubungi alumni yang merupakan kakak tingkat serta pembagian waktu antara perkuliahan dan kegiatan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan komitmen, kedisiplinan, serta strategi komunikasi yang baik agar pelaksanaan tracer study dapat berjalan optimal.
Sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan partisipasi peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknis penggunaan sistem, strategi meningkatkan respons alumni, hingga pengelolaan waktu sebagai surveyor. Para narasumber memberikan penjelasan komprehensif dan motivasi agar seluruh calon surveyor siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar pembekalan ini mampu memberikan bekal pengetahuan, wawasan, serta kesiapan teknis bagi seluruh calon surveyor Tracer Study 2026. Melalui kegiatan ini, UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelacakan lulusan sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan dan akuntabilitas institusi.(ani)




