Jember, 20 Februari 2026
Keluarga Universitas Jember (UNEJ) menyambut datangnya bulan Ramadan dengan suka cita.
Salah satunya dengan melestarikan tradisi menggelar pengajian setiap hari Jumat selama bulan Ramadan di Masjid Al Hikmah (20/2/2026). Di minggu pertama bulan Ramadan ini, tampil sebagai penceramah KH. Mushoddiq Fikri Farouq, S.Sos., pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Jember. Dengan gaya ceramah yang serius tapi santai, kyai yang akrab disapa Gus Fikri ini mengajak hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai saat yang tepat untuk ‘move on’. Lantas ‘move on’ seperti apa?Menurut Gus Fikri, Ramadan adalah hadiah terbaik bagi ummat Nabi Muhammad SAW. Pasalnya semua amal ibadah akan dilipatgandakan pahalanya. Bahkan Allah SWT menyediakan Lailatul Qadar yang pahalanya setara seribu bulan. Begitu besarnya berkah Ramadan sehingga mereka yang mendatangi majlis ilmu laksana mendapatkan satu kota di surga nanti, lengkap dengan pintu masuk khusus bagi muslimin yang berpuasa selama Ramadan.
“Maka Ramadan adalah saat yang tepat untuk ‘Move On’ ! Jika sebelas bulan lalu kita disibukkan dengan urusan dunia, maka khusus sebulan ini kita fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah,” ajak Gus Fikri kepada keluarga besar UNEJ yang memadati masjid Al Hikmah.
Namun alumnus FISIP UNEJ angkatan tahun 1989 ini mengingatkan hadirin agar selalu ingat jika puasa dengan ganjaran pahala yang besar hanyalah wasilah atau sarana, sesuai dengan filosofi Ramadan yang berakar pada imsak atau menahan diri. Jadi bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan pengendalian hawa nafsu secara total untuk mencapai ketakwaan. Sementara tujuan utama tetap lah mencari ridho Allah SWT.

Sebelumnya dalam sambutannya, rektor mengajak keluarga besar UNEJ menjadikan Ramadan sebagai bulan tarbiyah atau masa pendidikan melalui beragam laku ibadah seperti puasa, sholat tarawih, tadarus hingga menunaikan zakat. Penempaan diri selama Ramadan diharapkan tidak hanya meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, namun juga memiliki dampak nyata kepada hubungan sesama manusia.
Oleh karena itu tema kegiatan kali ini, mengisi bulan Ramadan dengan ibadah yang penuh makna diharapkan mendorong perwujudan ibadah yang makin baik. Ibadah yang tidak hanya formalitas, tetapi melahirkan kesadaran yang akan menimbulkan dampak nyata. Ibadah yang akan memperbaiki ahlak dan integritas sehingga menumbuhkan kepedulian kepada sesama.
“Sebagai insan akademis, kita memiliki tanggungjawab intelektual sekaligus moral spiritual, kampus bukan hanya ruang menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi saja, namun juga pembentukan karakter. Maka Ramadan saat yang tepat untuk mengintegrasikan kecerdasan intelektual dan kedalaman spritual. Mari wujudkan kampus UNEJ yang unggul dalam prestasi dan mulia dalam ahlak,” tutur Iwan Taruna. (iim)



