Jember, 26 Februari 2026
Kesehatan mental menjadi isu krusial di lingkungan kampus, tak terkecuali bagi mahasiswa keperawatan yang dipersiapkan langsung terjun ke dunia kerja.
Memahami beban berat tersebut, Duta Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) Kampus Kota Pasuruan, Tio Yahya, menghadirkan inovasi berupa wadah berbagi keluh kesah berbasis teman sebaya. Langkah ini diambil Tio untuk mematahkan stigma dan memberikan ruang aman bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun personal tanpa rasa takut dihakimi.Tio menegaskan pentingnya peran duta kampus sebagai sosok panutan mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun nonakademik. Ia aktif mengambil peran sebagai figur panutan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir secara nyata dalam mendukung kegiatan mahasiswa keperawatan.
Menurutnya, menjadi Duta Keperawatan UNEJ Kampus Kota Pasuruan bukan hanya sekadar gelar semata, melainkan sebagai sosok yang mengemban amanah serta tanggung jawab untuk mampu mendorong mahasiswa agar lebih berani berproses, aktif berprestasi, serta mengembangkan potensi diri di berbagai bidang.
“Duta kampus itu harus bisa menjadi contoh dan panutan, supaya teman-teman termotivasi untuk ikut aktif di berbagai sektor, baik akademik maupun nonakademik,β ujarnya.

Tio menyoroti kesehatan mental sebagai salah satu isu paling krusial yang banyak dihadapi mahasiswa, khususnya dalam konteks generasi Z. Padatnya beban akademik di Fakultas Keperawatan, ditambah tuntutan praktik lapangan karena program D3 Keperawatan dipersiapkan untuk siap kerja setelah lulus, dinilai berpotensi memengaruhi kondisi mental mahasiswa.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, Tio menggagas inovasi berupa ruang konseling kesehatan mental berbasis teman sebaya. Program ini dirancang sebagai wadah aman bagi mahasiswa untuk berbagi cerita, keluh kesah, dan tekanan tanpa rasa takut dihakimi. βAku ingin jadi teman sharing. Jadi konsultasi itu tidak harus selalu ke dosen pembimbing akademik, tapi bisa juga ke aku sebagai teman sebaya supaya lebih santai, terbuka, dan relate,β jelasnya. Melalui ruang konseling ini, Tio berharap ikatan persaudaraan antar mahasiswa semakin hangat dan kuat tanpa sekat.
βAku bersyukur karena teman-teman angkatan sangat mendukung program ini, terutama adik tingkat. Menurut mereka, berbagi kesulitan dan pengalaman dengan kakak tingkat itu lebih terasa karena status yang sama-sama mahasiswa dan lebih memahami kondisi di lapangan,β tambahnya.

Selama menjabat sebagai duta, Tio juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri seperti wicara publik. Ia pernah terlibat dalam kegiatan public speaking seperti menjadi pembicara pada expo karya mahasiswa lintas angkatan hingga sosialisasi tentang keperawatan di dalam maupun luar kampus. Nilai karakter yang ia pegang teguh adalah disiplin dan ketangguhan, dua hal yang menurutnya mutlak dimiliki calon perawat untuk menghadapi tuntutan perkuliahan dan dunia kerja secara nyata.
Menutup pernyataannya, Tio menyampaikan pesan motivasi kepada rekan mahasiswa keperawatan, khususnya jenjang D3. Ia menegaskan bahwa tergabung dalam D3 bukanlah suatu kekurangan, melainkan keunggulan karena lulusan D3 setelah lulus akan dipersiapkan untuk langsung terjun ke lapangan.
βJangan menyerah, perjalanan kita masih panjang. Jangan takut untuk berbagi beban, karena kalian tidak harus menanggungnya sendiri,β pesannya.
Tio turut menyampaikan harapannya agar Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan dapat terus meningkatkan fasilitas penunjang mahasiswa. Ia juga mengapresiasi pembangunan auditorium baru di atas poliklinik yang saat ini tengah berlangsung, dan berharap fasilitas tersebut segera rampung serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik mahasiswa. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Profil


