Jember Miliki Hutan Terlengkap, UNEJ dan Perhutani Bangun Kolaborasi Riset dan Ketahanan Pangan

Jember, 12 Maret 2026

Universitas Jember (UNEJ) dan Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani) resmi menyepakati kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Rektorat UNEJ, Kamis (12/03/2026).

Kolaborasi ini didasari atas fakta unik bahwa Jember merupakan wilayah dengan profil hutan paling lengkap di Jawa Timur, yang membentang dari ekosistem dataran tinggi hingga wilayah pesisir pantai.

Kepala Divisi Regional Jawa Timur Perum Perhutani, Ir. Wawan Triwibowo, S.Hut., M.P., menegaskan bahwa kelengkapan vegetasi ini menjadikan Jember sebagai laboratorium kehutanan yang sangat ideal bagi dunia pendidikan di Jawa Timur. “Hutan di Jember itu lengkap, mulai dari dataran tinggi sampai pinggir pantai semua ada di sini. Ini bisa jadi laboratorium kehutanan bagi dunia pendidikan,” ungkapnya di hadapan jajaran pimpinan UNEJ.

Kepala Divisi Regional Jawa Timur Perum Perhutani, Wawan Triwibowo bersama Rektor UNEJ, Iwan Taruna usai menandatangani nota kesepahaman Kamis (12/03/2026)

Rektor Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menyambut baik fakta tersebut dan menyatakan bahwa UNEJ memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk berkontribusi terhadap pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pengelolaan hutan saat ini harus bergeser dari sekadar fokus produksi menuju pelestarian pembangunan yang berdampak nyata.

β€œUNEJ ingin memastikan kami bisa memfasilitasi masyarakat melalui kolaborasi yang berdampak langsung. Melalui kerja sama yang terbuka bagi seluruh fakultas ini, kita ingin mengoptimalkan hutan sebagai sumber kehidupan, terutama di saat negara tengah fokus pada ketahanan pangan,” ujar Rektor.

Dalam pemaparannya, Wawan Triwibowo juga membagikan perjalanan 65 tahun Perhutani dalam mengelola hutan di salah satu negara dengan kawasan hutan terbesar di dunia. Saat ini, Perhutani tengah melakukan transformasi besar dengan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kayu jati.

Suasana diskusi usai penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Jember dengan Perum Perhutani, Kamis (12/03/2026)

“Pada tahun 2025, pendapatan dari getah pinus dan pariwisata telah melampaui kayu jati. Kami berupaya menyeimbangkan aspek planet, people, dan profit. Hutan memiliki manfaat luas, mulai dari bahan baku obat untuk farmasi hingga penyokong pangan melalui swasembada gula dengan integrasi tanaman tebu di lahan hutan,” jelas Wawan.

Namun, ia juga menyoroti tantangan nyata seperti perubahan iklim dan kondisi hutan yang kurang sehat di area sungai. “Perhutani saat ini mencatat hanya sekitar 680 hektar kawasan yang benar-benar masih berfungsi sebagai hutan murni dan sehat dari total jutaan hektar yang ada. Sisanya telah mengalami degradasi dan beralih fungsi menjadi lahan jagung oleh masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bentuk langkah konkrit, acara ini dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember dengan Perum Perhutani KPH Jember.

Jajaran pimpinan UNEJ bersama Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur dan KPH Jember berkomitmen untuk terus melestarikan hutan

Momentum penting ini turut disaksikan oleh Dekan Fakultas Pertanian (FAPERTA), Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), serta Wakil Dekan FMIPA, yang menandakan kesiapan UNEJ untuk berkolaborasi secara multidisiplin dalam menjaga kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Kerjasama