Kisah Bima Aji, Mahasiswa FIB UNEJ yang Mengubah Rasa Gugup Menjadi Prestasi

Jember, 31 Maret 2026

Bagi sebagian orang, berdiri di depan ratusan pasang mata adalah hal yang menegangkan.

Namun bagi Bima Aji Rahmansyah, panggung adalah rumah kedua. Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember ini membuktikan bahwa keberanian berbicara bukan sekadar bakat lahir, melainkan hasil dari ribuan jam terbang yang dipupuk sejak bangku Sekolah Dasar.

Namanya belakangan menjadi buah bibir setelah sukses membawa pulang gelar Juara 2 Lomba MC Nasional 2026 dan Juara 3 Lomba MC U’FEST 2026. Namun, jika menelisik lebih dalam, prestasi tersebut hanyalah puncak gunung es dari dedikasi panjang seorang pemuda yang konsisten mengasah vokal dan teknik komunikasinya.

Bima Aji Rahmansyah, mahasiswa FIB Universitas Jember dengan prestasinya di dunia public speaking

Ketertarikan Bima pada dunia public speaking dimulai dari tugas sederhana: menjadi pembawa acara upacara sekolah. Siapa sangka, mikrofon yang ia genggam saat kecil membawanya menjadi sosok kepercayaan di berbagai acara besar kampus, mulai dari seminar hingga prosesi sakral Yudisium Fakultas di UNEJ.

“Setiap panggung punya nyawa yang berbeda. Menjadi MC acara formal kampus berbeda jauh dengan saat kita berkompetisi. Di lomba, kita dituntut melakukan improvisasi kilat karena susunan acara seringkali diberikan mendadak,” ungkap Bima.

Dibalik kelancarannya berbicara, Bima memiliki ritual latihan yang unik. Ia sering menghabiskan waktu di depan cermin, berbicara pada bayangannya sendiri, lalu merekam penampilannya untuk dievaluasi. Kritik dari teman terdekat menjadi “bahan bakar” baginya untuk terus memperbaiki artikulasi dan intonasi.

Potret Bima saat menjadi pembawa acara yudisium fakultas

Bagi Bima, profesionalitas seorang MC tidak hanya dinilai dari suara yang merdu, tetapi juga etika kerja. “Menghargai penyelenggara, menjaga kerapian penampilan, dan mampu menghidupkan suasana adalah kunci. MC harus menjadi penggerak energi positif,” tambahnya.

Meski sudah berpengalaman, rasa gugup tetap sering menghampiri. Bima mengatasinya dengan teknik afirmasi positif dan kekuatan spiritual. Doa serta restu orang tua menjadi pegangan utamanya sebelum menapaki anak tangga menuju panggung.

Penampilan Bima saat mengikuti lomba MC

Kini, setelah mengukir prestasi di tingkat nasional, Bima tidak ingin ilmunya berhenti di dirinya sendiri. Ia aktif membagikan tips bagi rekan sesama mahasiswa UNEJ yang ingin terjun ke dunia public speaking. Menurutnya, melatih vokal secara rutin dan banyak menonton referensi pembawa acara profesional adalah langkah awal yang wajib dilakukan.

Bima menekankan pentingnya menghargai setiap kesempatan, sekecil apa pun itu. Ia percaya bahwa keahlian komunikasi adalah investasi masa depan bagi mahasiswa di era digital ini.

Bima Aji Rahmansyah ketika memenangkan lomba MC nasional pada ajang U’FEST 2026

“Jangan pernah meremehkan panggung kecil. Setiap kesempatan tampil adalah pelajaran berharga. Tetaplah berusaha, berdoa, dan jangan lupa minta restu orang tua,” pungkasnya dengan senyum optimis.

Kisah Bima Aji adalah potret nyata bagaimana mahasiswa Universitas Jember mampu mengubah hobi menjadi prestasi yang berdampak, sekaligus mengharumkan nama almamater di kancah nasional. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi