Jember, 6 April 2026
Mimpi berkarier di kancah internasional kini selangkah lebih nyata bagi calon mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Teknik Sipil Universitas Jember (UNEJ).
Di tengah momentum krusial pendaftaran UTBK-SNBT 2026 yang akan resmi ditutup pada Selasa, 7 April besok, Teknik Sipil UNEJ semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi pendidikan unggulan. Dengan waktu yang tersisa kurang dari 24 jam, prodi ini menawarkan peluang emas bagi siswa yang ingin memiliki daya saing global sejak bangku kuliah.Loncatan besar ini dibuktikan dengan raihan sertifikasi dari Indonesian Accreditation Board of Engineering Education (IABEE) per 31 Maret 2026, yang membuat S1 Teknik Sipil UNEJ resmi diakui secara internasional. Standar IABEE sendiri merupakan pengakuan prestisius di bawah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang telah menyelaraskan kurikulumnya dengan Washington Accord melalui penerapan Outcome-Based Education (OBE). Artinya, kualitas pembelajaran dan fasilitas di Teknik Sipil UNEJ kini telah setara dengan standar teknik di negara-negara maju, memberikan jaminan mutu bagi siapa pun yang bergabung di dalamnya.

Washington Accord sendiri adalah sebuah perjanjian untuk mengakui kesetaraan akreditasi prodi teknik antar lembaga penandatanganan yang berstandar internasional. Menurut Dr. Ketut Aswatama Wiswamitra, S.T., M.T., Koordinator Program Studi saja (Koprodi) S1 Teknik Sipil UNEJ, Washington Accord ini menjadi suatu perjanjian multilateral IABEE di Indonesia yang dapat memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan lapangan pekerjaan, bahkan di internasional.
“Lulusan prodi yang terakreditasi IABEE memiliki paspor untuk bekerja di luar negeri, karena Washington Accord yang kita ikuti sudah memberikan akreditasi internasional kepada S1 Teknik Sipil UNEJ. Maka, jika mahasiswa bisa menunjukkan akreditasi tersebut, artinya mereka bisa bekerja di mana saja. Jadi, nantinya IABEE ini bisa memudahkan mahasiswa untuk mencari pekerjaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, penerapan dan berbagai pedoman IABEE sudah kita lakukan, seperti perbaikan berkelanjutan (Continuous Improvement) diterapkan di setiap sisi, baik kepada dosen, mahasiswa dan kurikulum pembelajaran. Perbaikan berkelanjutan ini terus diterapkan sebagai bahan evaluasi dan penyempurna di setiap semesternya, sehingga selalu ada peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan adanya hal tersebut, secara otomatis asesor bisa mendeteksi bahwa mahasiswa lulusan S1 Teknik UNEJ memiliki standar internasional.
“Perbaikan berkelanjutan harus selalu muncul dan bisa siapapun bisa melihatnya. Karena kita sudah mengikuti pedoman dan proses perbaikan berkelanjutan, maka prodi dan mahasiswa lulusan memiliki standar internasional. Perbaikan ini selalu kita tingkatkan dan dapat dilihat oleh sensor dan akan selalu disempurnakan di setiap semesternya,” ucapnya.
Rangkaian proses IABEE akan selalu dilihat oleh asesor dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Titik berat dari IABEE sendiri adalah proses berkelanjutan dan standar laboratorium. Sebelumnya, fasilitas laboratorium kita secara langsung dilihat oleh asesor dan lolos seleksi. Untuk laboratorium sendiri, Teknik Sipil UNEJ memiliki laboratorium struktur, transportasi, geologi & mekanika tanah, research grup dan hidroteknik. Oleh karena itu, kita tidak hanya memberikan standar yang bertaraf internasional, namun juga fasilitas laboratorium.
“Kemarin asesor sudah melihat laboratorium kita dan lolos seleksi. Jadi, fasilitas sudah standar internasional,” imbuhnya.
Melalui berbagai keunggulan yang dimilki, Ketut Aswatama merekomendasikan prodi S1 Teknik Sipil ini menjadi suatu pertimbangan pemilihan jurusan bagi siswa yang akan mengikuti SNBT 2026. Sebab, prodi ini sudah terakreditasi IABEE atau internasional, bahkan berbagai lomba yang sering diikuti juga unggul. Baik di kancah nasional, maupun internasional.
“Untuk adik-adik yang ingin kuliah di Teknik Sipil UNEJ jangan ragu, karena kita sudah terakreditasi IABEE atau internasional dan lomba yang kita ikuti juga unggul di kancah nasional dan internasional,” pungkasnya. (dil/rb)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU1

