Inovasi Insinerator Mahasiswa UNEJ: Ubah Limbah Jadi Listrik, Borong Enam Gelar Juara Nasional hingga Internasional

Jember, 9 April 2026

Permasalahan limbah yang kian meningkat menjadi tantangan serius di Indonesia.

Menjawab isu tersebut, mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) berhasil menciptakan inovasi berupa insinerator yang mampu mengolah limbah menjadi energi listrik. Inovasi ini menjadi solusi alternatif dalam mengurangi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Adalah Aditya Bintang Imani dan Muhammad Reihan Rafsanzani, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan (FKep) UNEJ, yang berada di balik inovasi ini. Insinerator rancangan mereka didesain dengan sistem pembakaran terkendali yang mampu mengolah berbagai jenis limbah padat, khususnya limbah organik dan non-organik rumah tangga, dengan tingkat emisi yang rendah.

β€œKami melihat bahwa permasalahan sampah di Indonesia masih menjadi tantangan besar, terutama limbah anorganik yang sulit terurai. Di sisi lain, kebutuhan energi terus meningkat,” ungkap Reihan saat diwawancarai.

(dari kanan) Aditya Bintang Imani dan Muhammad Reihan Rafsanzani, mahasiswa Ilmu Keperawatan FKep UNEJ, menciptakan inovasi insinerator yang mampu mengolah limbah menjadi energi listrik

Melalui pendekatan ini, inovasi yang dikembangkan mampu menjawab dua permasalahan besar sekaligus dalam satu solusi praktis.

β€œDari situ kami mencoba menggabungkan dua solusi dalam satu inovasi, yaitu mengolah limbah menjadi energi listrik melalui sistem insinerator yang dirancang agar lebih efisien dan minim emisi. Menurut kami, pendekatan ini menarik karena dapat menjawab dua masalah sekaligus yaitu pengelolaan limbah dan kebutuhan energi terbarukan,” imbuh Reihan.

Keresahan terhadap isu lingkungan dan kesehatan masyarakat mendorong kedua mahasiswa ini untuk terus berekspansi. Selain pengolahan limbah, Reihan juga mengembangkan perangkat deteksi Kejadian Luar Biasa (KLB) dan penyakit vektor berbasis kondisi cuaca secara real-time di seluruh Indonesia.

β€œPerangkat ini mengintegrasikan AI yang nantinya sumber data out-source akan dianalisa untuk memberikan prediksi cuaca dan intervensi apa yang perlu dilakukan,” jelasnya.

Desain insinerator pengolah limbah menjadi energi listrik, milik mahasiswa UNEJ

Ia menambahkan bahwa teknologi ini tidak hanya berperan dalam pemetaan data, tetapi juga menjadi alat bantu bagi pengambil kebijakan.

β€œHal ini bukan hanya untuk memberikan berita dan memitigasi KLB, tapi juga memberikan intervensi bagi pemangku kepentingan mengenai apa tindakan yang harus dilakukan kedepannya,” tambahnya.

Keunggulan inovasi dan ketajaman gagasan mahasiswa FKep UNEJ ini terbukti lewat rentetan prestasi luar biasa dalam kurun waktu tiga bulan pertama di tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, enam gelar juara berhasil disabet, mulai dari tingkat regional, nasional, hingga internasional:
1. Juara 1 Lomba Social Project Tingkat Nasional (11 Januari 2026)
2. Juara 1 & 3 Lomba Esai AKSIEssay Tingkat Nasional (28 Januari 2026)
3. Juara 1 Lomba Esai Green Generation (DLH & Dinas Pendidikan Lampung) Tingkat Nasional (6 Februari 2026)
4. Juara 3 Lomba Esai IPECH Tingkat Internasional (13 Februari 2026)
5. Juara 1 Lomba Esai UMMAD Tingkat Nasional (16 Februari 2026)
6. Juara 3 Lomba Esai METDAY Institut Pertanian Bogor (IPB) Tingkat Nasional (3 Maret 2026)

Rentetan prestasi ini diharapkan mampu menjadi bukti nyata bahwa inovasi mahasiswa UNEJ siap menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Melalui integrasi teknologi pengolahan limbah dan sistem deteksi berbasis AI, potensi dampak negatif terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat dapat diminimalisir sejak dini. (dil/adi)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3