UNEJ Bekali Calon Wisudawan HadapI Dunia Kerja melalui Penguatan Personal Branding dan Kesiapa Karier

 

Jember, 11 April 2026

UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember bekerja sama dengan Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Calon Wisudawan Universitas Jember Periode IX Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu (11/4).

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan calon wisudawan dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Jember sebagai bagian dari upaya strategis dalam mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.

Mengusung tema “Transformasi Lulusan Menuju Talenta Unggul melalui Penguatan Personal Branding, Penyusunan CV Profesional, dan Kesiapan Wawancara Kerja”, kegiatan ini dimoderatori oleh Dr. Frenza Fairuz Firmansyah, S.Pd., M.Pd. Pembekalan ini dirancang sebagai ruang strategis bagi calon lulusan untuk memahami dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif, terbuka, serta dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan media digital, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki capaian akademik yang baik, tetapi juga siap dalam  menghadapi realitas dunia kerja. Ia menyampaikan bahwa dunia profesional saat ini lebih menekankan pada kompetensi, karakter, serta kemampuan adaptasi dibandingkan sekadar nilai akademik.

Sesi pertama disampaikan oleh Deddy Aji Wijaya, S.E., M.M., yang membahas realitas dunia kerja serta strategi membangun personal branding di era kompetitif. Ia menjelaskan adanya kesenjangan antara dunia kampus dan dunia kerja, seperti perbedaan antara penilaian berbasis Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di dunia akademik dengan Key Performance Indicator (KPI) di dunia profesional, serta perbedaan antara pembelajaran berbasis teori dengan tuntutan implementasi praktis di lapangan. Selain itu, dunia kerja juga menuntut kedisiplinan tinggi, kemampuan kolaborasi, serta adaptasi dalam lingkungan yang dinamis.

Deddy menekankan bahwa keberhasilan karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh keseimbangan antara tiga aspek utama yang ia sebut sebagai “Winning Formula”, yaitu competence (kemampuan), character (karakter), dan connection (jejaring). Ketiga aspek ini harus dikembangkan secara seimbang agar lulusan mampu bertahan dan berkembang dalam dunia kerja yang kompetitif. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan soft skill dan mindset profesional, seperti integritas, tanggung jawab, ketangguhan, serta growth mindset sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan karier jangka panjang. Dalam konteks personal branding, ia menekankan bahwa citra profesional tidak hanya dibangun melalui kemampuan, tetapi juga melalui jejak digital (digital footprint), sehingga optimalisasi media sosial seperti LinkedIn menjadi sangat penting. Selain itu, ia memberikan panduan dalam menyusun CV berbasis standar industri (ATS-friendly) serta strategi menghadapi wawancara kerja, mulai dari persiapan, membangun kesan pertama, hingga teknik komunikasi yang efektif dan profesional.

Pada sesi tanya jawab setelah pemaparan materi, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Syafira, mahasiswa S2 Pendidikan Dasar Universitas Jember, terkait strategi pengambilan keputusan karier bagi lulusan magister. “Sebagai calon lulusan magister yang berada di batas usia 35 tahun—yang menjadi ambang kritis baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengejar beasiswa studi lanjut—bagaimana strategi terbaik yang direkomendasikan narasumber agar kami tidak salah mengambil keputusan antara immediate employment dan further study, terutama dalam konteks daya saing jangka panjang dan keberlanjutan karier?” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Deddy Aji Wijaya, S.E., M.M., menekankan pentingnya kesadaran diri (self-awareness) dalam menentukan arah karier. Keputusan antara bekerja atau melanjutkan studi perlu disesuaikan dengan tujuan jangka panjang, kesiapan kompetensi, serta peluang yang tersedia. Tidak ada pilihan yang sepenuhnya benar atau salah, selama keputusan tersebut diambil secara terencana dan mempertimbangkan keberlanjutan karier. Sebagai bentuk apresiasi, sesi ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada Narasumber I oleh Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember, Dr. Rokhani, SP., M.Si..

 

Sesi berikutnya disampaikan oleh Ghufroni Amali, S.E., M.Sc., yang membahas proses transisi dari dunia kampus menuju dunia profesional. Ia menjelaskan bahwa fase ini merupakan tahap krusial yang menuntut kesiapan identitas diri, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan kerja. Ghufroni menekankan pentingnya membangun personal branding sebagai nilai jual utama di tengah persaingan global. Personal branding tidak hanya berkaitan dengan citra, tetapi juga mencerminkan kompetensi, pengalaman, serta konsistensi individu dalam menunjukkan profesionalitas, baik melalui CV, portofolio, maupun platform digital. Ia juga memaparkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini, seperti kemampuan berpikir analitis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta literasi teknologi. Selain itu, konsep lifelong learning menjadi kunci agar lulusan terus belajar agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan industri.

Dalam pemaparannya, Ghufroni juga memberikan panduan praktis dalam menyusun CV profesional serta teknik menghadapi wawancara kerja menggunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result), sehingga peserta mampu menjawab pertanyaan secara sistematis dan meyakinkan. Sesi ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada Narasumber II oleh Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam kegiatan pembekalan pada calon wisudawan periode IX. Secara keseluruhan, pembekalan ini memberikan wawasan yang komperhensif dan aplikatif bagi calon wisudawan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.

Melalui kegiatan ini, Universitas Jember menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga lulusan yang berintegritas, kompeten, adaptif, serta memiliki kesiapan karier yang matang dan siap berkontribusi nyata bagi dunia kerja dan masyarakat luas.