Jember, 17 Juni 2026
Universitas Jember (UNEJ), melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) terus berupaya meningkatkan layanan institusi pendidikan tinggi melalui penguatan budaya mutu.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar pelatihan budaya mutu bagi semua pimpinan unit kerja di UNEJ selama dua hari (17-18/6/2026). Menurut Kepala LPMPP, Prof. Ermanto Fahamsyah, kegiatan ini digelar dengan tujuan memperkuat komitmen bersama dalam membangun sistem penjaminan mutu dan tata kelola kelembagaan di lingkungan UNEJ.Penegasan akan tujuan tersebut juga disampaikan oleh Rektor UNEJ saat memberikan sambutan membuka kegiatan. Menurut Iwan Taruna, saat ini ekosistem pendidikan tinggi sangat dinamis, karena kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), tuntutan dunia kerja yang dinamis, serta seiring dengan ekspetasi masyarakat yang makin tinggi. Faktor-faktor tersebut membuat perguruan tinggi diharapkan terus memperbaiki layanan, harmonisasi relevansi lulusan dan meluaskan dampak nyata kepada masyarakat.

Setiap layanan di dunia pendidikan tinggi harus berdasar pada pengambilan keputusan yang berbasis data, berpedoman pada standar, selalu melakukan monitoring dan evaluasi sekaligus tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah ada. Oleh karena itu sistem penjaminan mutu dan tata kelola kelembagaan menjadi salah satu upaya menjamin layanan perguruan tinggi sudah sesuai standar yang ada. Dan salah satu standar layanan yang kini dipakai adalah ISO 21001:2018 Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan.
βHarus diingat, mungkin meraih sertifikat ISO itu bisa dicapai dalam beberapa bulan, namun keunggulan dan layanan yang baik sehingga menghasilkan prestasi harus dicapai dengan kerja keras, bukan sekedar kertas sertifikat,β ujar Iwan Taruna.

Ditemui secara terpisah, Kepala LPMPP, Prof. Ermanto Fahamsyah menambahkan, ISO 21001:2018 Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan relevan diterapkan di semua perguruan tinggi. Diharapkan dengan pelatihan ini, membantu UNEJ membangun sistem layanan yang konsisten, berorientasi kepada pelanggan utama dan para pemangku kepentingan. Serta selalu menjalankan perbaikan yang berkelanjutan.
βKami berharap melalui workshop ini akan membekali pimpinan unit kerja mengetahui kerangka kerja ISO 21001:2018, memetakan kesenjangan tata kelola dengan standar ISO 21001:2018 sehingga diharapkan menjadi lamngkah awal penerapan ISO 21001:2018,β jelas Prof. Ermanto Fahamsyah. Workshop diikuti oleh semua pimpinan unit kerja di UNEJ mulai Kepala Bagian hingga pimpinan di eselon di bawahnya.

Hadir sebagai pemateri, Prof. Sugeng Listyo Prabowo, guru besar manajemen pendidikan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang didampingi Lentera Sukma Mahardika, konsultan manajemen kualitas. Sementara pemateri dari kalangan internal adalah Wakil Rektor I, Prof. Slamin dan Wakil Rektor II, Prof. Sri Hernawati.

Dalam pemaparannya, Prof. Sugeng Listyo Prabowo menjelaskan ISO 21001:2018 Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan memiliki prinsip diantaranya fokus pada pemelajar dan penerima manfaat, kepemimpinan yang visioner, pelibatan orang dengan pendekatan proses, keputusan berdasarkan bukti, manajemen relasi dan tanggungjawab sosial. (iim)

