Rektor UNEJ Kepada Wisudawan: Imbangi AI Dengan Terus Belajar

Jember, 25 Juli 2026

Kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi menggerakkan dunia berubah semakin cepat.

Contohnya saja hari ini Artificial Intelligence (AI) mengubah lansekap dunia kerja. Diperkirakan akan ada pekerjaan yang hilang, namun lahir pula pekerjaan baru. Persaingan makin ketat, sebab kini tak ada batas negara yang membatasi pencari kerja. Lantas bagaimana lulusan perguruan tinggi menyikapi hal ini?

Rektor Universitas Jember (UNEJ) berpesan kepada 800 wisudawan Periode I Tahun Akademik 2026/2027 agar menyikapi lanskap dunia kerja dengan bijaksana. Iwan Taruna mengajak lulusan UNEJ untuk terus belajar sebagai kunci menghadapi dunia yang makin penuh ketidakpastian. Saat ini informasi bisa didapat dengan mudah, AI menjadi asisten bekerja hingga mengubah cara bekerja. Namun kompetensi berpikir kritis dan cerdas akan terus dipakai sepanjang masa.

Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember (UNEJ) berpesan kepada 800 wisudawan Periode I Tahun Akademik 2026/2027 agar menyikapi lanskap dunia kerja dengan bijaksana

β€œAda yang tidak bisa dilakukan AI, yakni kebijaksanaan, empati dan tanggung jawab. Sementara integritas dan kejujuran menjadi jangkar karakter yang menjaga kita tetap bisa menghadapi setiap masa-masa sulit,” ungkap Iwan Taruna.

Selanjutnya, Rektor UNEJ mengajak wisudawan meningkatkan kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi lintas disiplin. Sembari terus meningkatkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme mengingat dunia yang kini seakan tanpa batas.

β€œTerakhir saya berharap seluruh lulusan UNEJ memiliki bela rasa atau compassion dengan mengedepankan kepedulian dan solidaritas dengan mengacu pada nilai-nilai kemanusiaan. Pasalnya sebaik-baiknya seseorang adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesama,” tutur Iwan Taruna di hadapan wisudawan di gedung Auditorium UNEJ (25/7/2026).

Asiya Audah, lulusan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK), salah satu wisudawan dengan capaian IPK tertinggi saat membacakan Janji Wisudawan dalam gelaran Wisuda UNEJ Periode I Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (25/07/2026)

Dari ribuan wisudawan yang dikukuhkan, nama Asiya Audah, lulusan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK), tampil sebagai salah satu wisudawan terbaik dengan capaian IPK tertinggi. Asiya mengaku tidak pernah memiliki metode belajar yang rumit ataupun target belajar berjam-jam setiap hari. Menurutnya, tidak ada resep khusus untuk bisa berdiri sampai tahap ini. Ia percaya keberhasilan dibangun dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sejak awal kuliah, seperti menentukan prioritas, menyelesaikan setiap amanah dengan sungguh-sungguh, tidak ragu berbagi ilmu, serta percaya bahwa setiap usaha akan menemukan hasilnya pada waktu yang tepat.

Bagi Asiya, doa orang tua bukan sekadar ungkapan. Ia menyebut sang ibu sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan akademiknya. Dukungan keluarga yang selalu hadir membuatnya mampu menjalani setiap proses dengan penuh keyakinan.

“Semua yang terjadi tentu karena rezeki dari Allah SWT dan doa orang tua. Selebihnya saya merasa tidak ada cara yang istimewa. What is meant for you will never miss you, and what is not meant for you will never reach you. Yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin dan tidak menyesali prosesnya,” ujarnya.

Asiyah Audah didampingi kedua orang tuanya dalam gelaran Wisuda UNEJ Periode I Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (25/07/2026)

Prinsip tersebut kemudian menjadi pegangan Asiya selama menjalani pendidikan kedokteran yang dikenal memiliki beban akademik tinggi. Alih-alih memaksakan diri mengikuti berbagai aktivitas, ia memilih fokus pada tanggung jawab yang mampu dijalankan secara optimal. Baginya, keberhasilan bukan diukur dari seberapa sibuk seseorang, melainkan dari kesungguhan dalam menuntaskan amanah yang telah dipilih. Tak hanya itu, Asiya percaya bahwa ilmu akan semakin bermakna ketika dibagikan. Ia tidak pernah ragu berdiskusi maupun menjelaskan kembali materi kepada teman-temannya.

“Belajar dari ngajarin orang itu yang paling enak,” tuturnya.

Konsistensi memegang prinsip-prinsip tersebut berjalan beriringan dengan berbagai capaian yang berhasil diraih Asiya selama menjadi mahasiswa. Ia aktif sebagai anggota National Team AMSA-Indonesia, meraih Juara II Scientific Poster pada Pre-Conference Competition for the East Asian Medical Students’ Conference (PCC-EAMSC Egypt 2025), serta menjadi salah satu co-author karya ilmiah yang dipresentasikan pada International Conference of Korean Movement Disorder Society (ICKMDS 2025) di Korea Selatan. Bagi Asiya, berbagai prestasi itu bukanlah tujuan utama, melainkan buah dari proses belajar yang dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, predikat wisudawan terbaik bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat. Setelah lulus dari Universitas Jember, ia berharap dapat terus mengembangkan kompetensi sebagai dokter sekaligus tetap aktif dalam kegiatan ilmiah agar ilmu yang dimilikinya dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Wisudawan Peraih IPK Tertinggi jenjang Doktor dan Magister dalam gelaran Wisuda UNEJ Periode I Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (25/07/2026)

Selain itu, Universitas Jember juga mengukuhkan sejumlah wisudawan berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan. Pada jenjang Doktor, capaian membanggakan diraih oleh Dr. Anas Ma’ruf Annizar, S.Pd., M.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Matematika yang berhasil menyelesaikan masa studinya selama 2 tahun 5 bulan 8 hari dengan IPK 4,00.

Prestasi serupa turut ditorehkan pada jenjang Magister. Refika Uswatun Muhafaroh, S.P., M.Si. dari Fakultas Pascasarjana, Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian, meraih IPK 3,98 dalam waktu 1 tahun 11 bulan 12 hari.

Sementara itu, pada jenjang Sarjana diraih oleh Aida Firzanah Iffah Traptita, S.P. dari Fakultas Pertanian, Program Studi Agribisnis dengan lama studi 3 tahun 5 bulan 9 hari dan IPK 3,98. Pada sarjana terapan diraih oleh Alifah Maula Nisa, S.Tr.T., Fakultas Teknik, Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung dengan lama studi 3 tahun 5 bulan 9 hari dan IPK 3,81.

Wisudawan Peraih IPK Tertinggi jenjang Sarjana, Sarjana Terapan, dan Diploma dalam gelaran Wisuda UNEJ Periode I Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (25/07/2026)

Menutup daftar wisudawan berprestasi dari berbagai jenjang, Rachelta Annika Dewi Savitri, A.Md. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Kesekretariatan mewakili jenjang Diploma Tiga dengan capaian IPK 3,54 dan masa studi 2 tahun 11 bulan 9 hari. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU2