Jember, 4 September 2026
Universitas Jember (UNEJ) tidak hanya menyiapkan panggung pertunjukan ketika menjadi tuan rumah Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026.
Menjelang kedatangan ratusan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia, panitia Peksiminas XVIII juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Jember, termasuk Kodim 0824 Jember.Kunjungan panitia Peksiminas XVIII Universitas Jember ke Kodim 0824 Jember diterima langsung oleh Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi lintas institusi agar penyelenggaraan Peksiminas tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga memberikan pengalaman positif bagi para peserta sekaligus memperkuat citra Jember sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional.
Peksiminas XVIII akan berlangsung di Universitas Jember pada 7–11 September 2026. Berdasarkan data peserta, sebanyak 32 provinsi akan mengirimkan kontingen untuk mengikuti berbagai cabang seni. Secara keseluruhan terdapat 891 mahasiswa dan 470 dosen pendamping, sehingga total personal yang tercatat mencapai 1.361 orang.

Kehadiran para mahasiswa tersebut membuat Peksiminas XVIII bukan sekadar kompetisi seni antarmahasiswa. Selama beberapa hari, Jember akan menjadi titik pertemuan generasi muda dari berbagai latar belakang daerah, perguruan tinggi, budaya, dan tradisi seni.
Dr. Markus Apriono, MM., Ketua Pelaksana Peksiminas XVIII menjelaskan, kehadiran kontingen dari 32 provinsi menunjukkan bahwa penyelenggaraan Peksiminas di Jember merupakan kepercayaan besar sekaligus peluang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat Indonesia.
“Peksiminas XVIII bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah dalam ruang kebudayaan yang sama. Kami ingin mereka datang sebagai peserta kompetisi, tetapi pulang membawa pengalaman tentang Jember, tentang keramahan masyarakatnya, dan tentang kekayaan budaya Indonesia,” katanya.
Agenda Peksiminas XVIII sendiri dirancang padat. Pada 7 September 2026, peserta mulai berdatangan ke Jember, melakukan registrasi dan kunjungan venue. Sehari berikutnya berlangsung technical meeting, orientasi panggung dan venue, sejumlah perlombaan, hingga pembukaan resmi Peksiminas di Gedung Auditorium UNEJ pada malam hari.
“Kompetisi berlanjut pada 9 dan 10 September dengan berbagai cabang, mulai dari penulisan cerpen, penulisan lakon, puisi, desain poster, lukis, fotografi, komik strip, vokal grup, menyanyi, monolog hingga tari. Pada 10 September juga dijadwalkan sarasehan pimpinan perguruan tinggi dan BPSMI sebelum malam penutupan dan awarding Peksiminas XVIII 2026,” paparnya.
Ia menambahkan, data peserta menunjukkan luasnya spektrum seni yang dipertandingkan. Terdapat 20 cabang/kategori, dengan 18 kategori perseorangan dan dua kategori kelompok, yakni vokal grup dan tari. Totalnya mencapai 891 mahasiswa, dengan vokal grup melibatkan 220 mahasiswa dan tari 193 mahasiswa.
Hal senada disampaikan Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember. Menurutnya, menjadi tuan rumah Peksiminas merupakan kesempatan bagi UNEJ untuk menunjukkan bahwa pengembangan mahasiswa tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi juga mencakup kreativitas, ekspresi seni, karakter, dan kemampuan membangun jejaring.
“Peksiminas merupakan ruang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan talenta sekaligus membangun persaudaraan lintas perguruan tinggi dan daerah. Ketika kegiatan ini berlangsung di Jember, manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh peserta dan Universitas Jember, tetapi juga oleh masyarakat Jember secara lebih luas,” ulasnya.
Dengan mengusung semangat “Bersatu dalam Seni, Berkarya untuk Negeri”, Peksiminas XVIII diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi untuk mencari pemenang. Perhelatan ini diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan keragaman, memperkuat persaudaraan mahasiswa, serta menunjukkan bahwa seni dapat menjadi medium membangun Indonesia yang lebih inklusif dan berkarakter.
“Selain kompetisi, panitia juga menyiapkan ruang interaksi dengan Jember melalui agenda wisata pilihan pada 10 dan 11 September, termasuk Kebun Renteng ICCRI serta kawasan Watu Ulo dan Papuma, pada rangkaian kegiatan itu menunjukkan bahwa Peksiminas XVIII memiliki potensi lebih luas sebagai momentum promosi budaya dan pariwisata Jember. Ribuan peserta dan pendamping yang hadir dapat menjadi bagian dari pengalaman langsung mengenai kehidupan, budaya, dan destinasi di Jember,” katanya.
Sementara itu, Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, Komandan Kodim 0824 Jember, menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam mendukung kegiatan nasional yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Menurutnya, kedatangan kontingen dalam jumlah besar membutuhkan koordinasi yang baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
“Peksiminas membawa nama Jember ke tingkat nasional. Karena itu, keberhasilannya menjadi tanggung jawab bersama. Sinergi antara panitia, pemerintah daerah, aparat keamanan, perguruan tinggi, dan masyarakat diperlukan agar para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman,” ungkap Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, lulusan Akademi Militer 2006 ini.
Ia berharap, Keberdaan Universitas Jember menjadi tuan rumah Peksiminas XVIII juga menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa Kabupaten Jember mampu menjadi ruang perjumpaan nasional tempat kompetisi berlangsung, kebudayaan bertemu, dan generasi muda Indonesia merayakan keberagaman melalui seni.(is)


