Jember, 8 September 2026,
Perhelatan Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII tahun 2026 di kampus Universitas Jember (UNEJ) dimulai (8/9/2026).
Tentu saja kedatangan ribuan tamu ini disambut hangat oleh panitia lokal yang berusaha memberikan layanan terbaik. Mulai dari layanan Liaison Officer (LO) yang menjadi pemandu tiap kontingen hingga ketersediaan fasilitas pendukung. Tidak tanggung-tanggung, seluruh Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan dan Alumni ditunjuk sebagai penanggungjawab masing-masing tangkai lomba di ajang Peksiminas yang kali ini mengambil tema “Peksiminas Bergerak, Seni Berdampak”.

“Kebetulan ada lima belas fakultas di UNEJ, jadi sudah klop dengan jumlah tangkai lomba yang dipertandingkan di Peksiminas kali ini,” jelas Ketua Umum Peksiminas XVIII 2026 di UNEJ, Fendi Setyawan yang juga Wakil Rektor III.
Kedatangan para duta seni ini tentu didukung oleh masing-masing kampus, termasuk didampingi oleh pimpinan perguruan tinggi. Tidak hanya mengantar anak didiknya bertanding, kesempatan berkunjung ke Kampus Tegalboto UNEJ juga dimanfaatkan beberapa kampus untuk merajut kerja sama. Seperti yang dilakukan oleh Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar. Dipimpin oleh rektornya, Cokorda Gede Bayu bertemu Rektor UNEJ, Iwan Taruna.
“Kunjungan kali ini dalam rangka merintis kerja sama sekaligus belajar dari pengalaman UNEJ, apalagi kami melihat dua institusi pendidikan tinggi ini memiliki modal kesamaan,” ujar Cokorda Gede Bayu yang didampingi Wakil Rektor III, W.A. Sindhu Gitananda.

Dirinya lantas mencontohkan di kampusnya memiliki Program Studi Kesehatan Ayurweda dan Diploma 4 Pengobatan Tradisional yang ingin bekerja sama dengan fakultas rumpun kesehatan di UNEJ. Sementara itu Fakultas Hukum fokus pada hukum adat yang ingin bekerja sama dengan Fakultas Hukum UNEJ yang memang memiliki pakar hukum adat. UNHI juga sudah mengirimkan dosennya mengikuti pendidikan doktoral di FH UNEJ, dan dalam waktu dekat akan menambah dosen yang akan belajar di UNEJ.
Tawaran kerja sama ini disambut baik oleh UNEJ. Menurut rektor, semua perguruan tinggi pasti memiliki keunggulan masing-masing, keunggulan ini akan menguat jika berkolaborasi dengan sesama perguruan tinggi. Contohnya UNEJ yang ada di daerah pertanian dan perkebunan mengembangkan agro farmasi di Fakultas Farmasi yang mengembangkan obat berbahan tanaman herbal.
“Tentu saja pengobatan ayurweda berbasis tanaman herbal, jadi keduanya bisa bekerja sama. UNEJ juga memiliki Program Studi Usaha Perjalanan Wisata yang tentu bisa belajar ke daerah wisata utama Indonesia, yakni Bali,” ungkap Iwan Taruna yang didampingi Wakil Rektor III dan IV.

Seusai pertemuan, Wakil Rektor III UNEJ menyampaikan kegiatan Peksiminas selain menjadi ajang unjuk kebolehan seni budaya bagi mahasiswa, juga membuka rintisan kerja sama bagi UNEJ. Pasalnya banyak pimpinan perguruan tinggi yang turut hadir sehingga membuka diskusi dan peluang kolaborasi. Termasuk menjadi berkah ekonomi bagi kota Jember seperti penuhnya hotel dan penginapan hingga larisnya usaha kuliner seputar kampus.
“Tentunya dengan Peksiminas maka makin banyak kolega perguruan tinggi yang kini tahu kampus UNEJ,” kata Fendi Setyawan.
Pada hari yang sama, UNEJ juga menerima kunjungan dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang bertukar pikiran mengenai layanan kesekretariatan pimpinan, protokol dan kehumasan. Sementara sehari sebelumnya menerima kunjungan dari Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, yang belajar pengelolaan dana hibah luar negeri. (iim)

