Usai Tuntaskan Magang di Malaysia, Latifa Siap Terapkan Pengalaman Mengajar Lintas Bidang

Jember, 19 Oktober 2026

Sekembalinya dari program magang kependidikan internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia, mahasiswi Program Studi Pendidikan IPA Universitas Jember (UNEJ), Latifa Nur Ramdhani, bersiap menerapkan berbagai pengalaman dan bekal berharga yang didapatkannya ke dalam dunia pendidikan nasional.

Pengalaman menghadapi dinamika kelas berskala internasional serta keragaman latar belakang siswa menjadi modal utamanya dalam menyongsong karier sebagai pendidik profesional yang adaptif dan responsif.

Selama mengabdi di SIKL, Latifa dipercaya mengampu mata pelajaran PPKn dan IPAS untuk jenjang SD dan SMP di luar latar belakang keilmuan utamanya. “Kita mengajar tidak hanya sesuai bidangnya, melainkan harus bisa menguasai semua bidang pada saat mengajar, karena di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur ini harus bisa multitalent, multigrade, karena kita harus siap diberikan kelas apa saja dan mata pelajaran apa saja,” ujar Latifa.

Tantangan terbesar bersumber dari kompleksnya kondisi para siswa di SIKL. “Sempat shock ada anak SMP yang tidak bisa menulis dan membaca karena memang dari background keluarga yang berbeda-beda,” katanya. Kendati demikian, Latifa juga menemui dinamika unik lainnya, seperti menenangkan siswa kelas 4 SD yang menangis sebelum jam pelajaran hingga dibuat kagum oleh siswa kelas 6 SD yang terkesan pasif saat KBM namun mampu meraih nilai sempurna saat ujian.

Foto bersama mahasiswa UNEJ dengan para siswa di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia

“Tugas seorang guru pasti menenangkan terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai. Tapi ada juga yang keliatan malas, tidak mau mencatat, dan tidak mendengarkan ketika pembelajaran, tetapi ketika ujian nilainya malah 100 semua. Itu sih menurut saya keren gitu,” ujar Latifa.

Program magang yang dilaksanakan pada 8–30 September 2026 ini diikuti Latifa bersama tiga rekannya dari Program Studi Pendidikan IPA UNEJ. Berkaca dari pengalamannya tersebut, Latifa menyarankan agar mahasiswa tidak ragu atau terlalu banyak pertimbangan ketika ada kesempatan mengikuti program magang internasional ke luar negeri. Menurutnya, kesempatan semacam ini sebaiknya langsung diambil selagi ada karena belum tentu akan datang kembali di kemudian hari. Selain memperluas wawasan, magang di luar negeri menjadi salah satu cara efektif untuk menambah pengalaman nyata yang sulit didapatkan hanya dari bangku perkuliahan.

Sebagai mahasiswa UNEJ, Latifa senantiasa berupaya menjaga nama baik almamater selama bertugas di SIKL dengan menunjukkan sikap yang aktif, responsif, dan profesional. Di tengah tingginya kesibukan para tenaga pendidik setempat, ia secara mandiri berinisiatif memberikan bantuan teknis maupun pengajaran tanpa harus menunggu instruksi, sehingga mampu meninggalkan kesan positif serta mempererat hubungan baik antara Universitas Jember dan SIKL.

Mahasiswi Pendidikan IPA UNEJ, Latifa Nur Ramdhani (berkerudung hitam) saat mengampu mata pelajaran IPA di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia pada jenjang pendidikan SD

Menatap langkah ke depan, seluruh rangkaian pengalaman berharga dan tantangan yang ia lalui di Kuala Lumpur dipandang sebagai bekal penting untuk pembentukan karakter pendidik yang tangguh. Latifa berkomitmen untuk terus mengasah kemampuannya agar siap mengajar di berbagai jenjang pendidikan dan dapat menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.

Empat mahasiswa Pendidikan IPA FKIP UNEJ dalam program magang kependidikan internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia

“Rencana kedepannya bisa menjadi calon guru yang responsif terhadap lingkungan, menjadi guru yang lebih mengerti dan paham dalam mengkondisikan kelas maupun murid didalam kelas. Menjadi calon guru yang asik dan seru agar siswa senang dengan pembelajaran,” pungkasnya. (dil/adi)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU5 #IKU7