Tulungagung, 28 Oktober 2026
Di tengah kemarau panjang yang membuat sumur warga mengering, Universitas Jember (UNEJ) bersama Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) Koordinator Daerah (Korda) Tulungagung hadir membawa bantuan sekaligus harapan.
Sebanyak 20.000 liter air bersih dan 75 galon air minum siap konsumsi disalurkan kepada warga Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Rabu (28/10/2026).Kegiatan bakti sosial dalam rangka Dies Natalis ke-62 UNEJ ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung. Bantuan air bersih didistribusikan menggunakan empat tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Sementara itu, bantuan air minum dalam kemasan galon diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi warga secara langsung.
Prof. Dr. drg. Sri Hernawati, M.Kes., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNEJ menegaskan, peringatan Dies Natalis bukan sekadar momentum merayakan perjalanan institusi, melainkan juga kesempatan untuk memperkuat kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.
“Bagi UNEJ, Dies Natalis bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita hadirkan bagi masyarakat. Ketika saudara-saudara kita mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, perguruan tinggi tidak boleh hanya menyaksikan. Kita harus hadir, bergotong royong, dan melakukan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, penyaluran bantuan air bersih merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan KAUJE dan pemerintah daerah, UNEJ berupaya memastikan, keberadaan kampus tidak hanya dirasakan melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.
“Air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan. Bantuan ini mungkin belum menyelesaikan seluruh persoalan kekeringan, tetapi kami berharap dapat meringankan beban warga. Kampus harus menjadi bagian dari solusi. Ilmu pengetahuan, jejaring alumni, dan kepedulian sosial perlu dipertemukan agar kehadiran perguruan tinggi benar-benar membawa dampak,” katanya.
Ia berharap, penyaluran air bersih tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak kekeringan. Melalui Dies Natalis ke-62, UNEJ menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan alumni, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata.
“Bagi UNEJ, kampus yang berdampak bukan hanya kampus yang menghasilkan prestasi, melainkan juga kampus yang hadir ketika masyarakat membutuhkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KAUJE Korda Tulungagung, Suprihno, mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas alumni UNEJ kepada masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat kemarau panjang. Desa Besuki dipilih sebagai salah satu sasaran karena warganya membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian alumni tidak berhenti pada almamater, tetapi juga harus menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga sekaligus menumbuhkan semangat untuk saling membantu menghadapi masa sulit,” tuturnya.
Dia juga mengatakan, gerakan kepedulian UNEJ bersama KAUJE telah menjangkau sejumlah wilayah di Jawa Timur yang mengalami kekeringan. Selain Tulungagung, penyaluran bantuan air bersih juga dilakukan di Trenggalek, Bojonegoro, Nganjuk, dan Pasuruan, dengan total bantuan mencapai ratusan ribu liter air bersih serta ratusan galon air minum.
Salah seorang warga, Rusiyah, warga Dusun Tumpuk RT 4 RW 1, Desa Besuki, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Selama musim kemarau, warga setempat mengandalkan sumur di area persawahan yang debit airnya semakin menipis dan kondisinya kurang bersih.
“Terima kasih UNEJ dan KAUJE. Bantuan ini sangat membantu kami, apalagi ada air galon yang bisa langsung diminum. Selama ini air sumur di sawah sudah sedikit dan kotor,” ungkapnya.(is)




