MOBILOADER: Inovasi Mahasiswa Teknik Mesin UNEJ untuk Ringankan Beban Pekerja Perkebunan

Jember, 29 Oktober 2026

Proses pemuatan hasil perkebunan kelapa sawit masih menghadapi tantangan, terutama ketika pekerja harus mengangkat tandan buah segar (TBS) seberat 15-25 kilogram secara berulang dan manual ke bak truk setinggi 180-200 sentimeter.

Kondisi tersebut mendorong empat mahasiswa Teknik Mesin Universitas Jember (UNEJ) mengembangkan MOBILOADER (Mobile Hydraulic Conveyor Loader), inovasi alat bantu pemuatan hasil perkebunan berbasis konveyor hidrolik yang sudutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

MOBILOADER dirancang sebagai alternatif pemuatan hasil perkebunan yang portabel, ergonomis, dan terjangkau, khususnya bagi perkebunan skala menengah. Sejumlah studi yang menjadi rujukan tim mencatat bahwa 59-68,5 persen pekerja sawit mengalami keluhan low back pain atau nyeri punggung bawah.

Prototipe MOBILOADER (Mobile Hydraulic Conveyor Loader), inovasi mahasiswa Teknik mesin UNEJ

Dalam rancangannya, MOBILOADER dilengkapi roda agar mudah dipindahkan serta sistem hidrolik untuk mengatur sudut konveyor pada rentang 15-45 derajat. Fitur tersebut diharapkan dapat membantu menyesuaikan proses pemuatan dengan kondisi lapangan dan ketinggian bak kendaraan. Alat ini juga berpotensi diterapkan pada berbagai komoditas perkebunan, mulai dari kelapa sawit, kopi, kakao, hingga teh. Dengan estimasi harga Rp60-75 juta per unit, MOBILOADER ditujukan menjadi alternatif mekanisasi yang lebih terjangkau dibandingkan penggunaan forklift.

Berdasarkan analisis biomekanika, rancangan MOBILOADER memproyeksikan pengurangan gaya tekan pada tulang belakang hingga 68 persen serta peningkatan produktivitas pekerja hingga lima kali lipat. Meski demikian, angka tersebut masih berupa proyeksi berdasarkan perancangan dan analisis teknis. Fabrikasi prototipe serta pengujian operasional tetap diperlukan untuk memvalidasi kinerja alat dalam kondisi nyata.

Salah satu anggota tim, Nayaka Bhawika Albab, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pengembangan MOBILOADER adalah mengintegrasikan aspek ergonomi ke dalam rancangan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tim MOBILOADER bersama dosen pembimbing FT UNEJ, Prof. Ir. Mahros Darsin, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.

“Tantangan terbesarnya adalah mengintegrasikan aspek ergonomi ke dalam rancangan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. Kami mempelajari metode Chaffin Static Model dan membandingkan perhitungan dengan data pengukuran lapangan di PTPN IV Ajamu. Kami juga harus jujur bahwa angka yang dihasilkan masih berupa proyeksi perancangan, bukan hasil pengujian alat secara langsung,” ungkapnya.

Pengembangan MOBILOADER dilakukan melalui empat tahapan, yakni identifikasi kebutuhan dan studi literatur, perancangan konsep menggunakan metode House of Quality, perhitungan teknis dan simulasi berbantuan CAD/FEA, serta penyusunan proposal dan persiapan presentasi sesuai panduan kompetisi. Dalam prosesnya, tim mengacu pada sejumlah sumber ilmiah dan standar teknis, termasuk NIOSH, Chaffin Static Model, CEMA, dan ISO 10762:2015.

Upaya tersebut mengantarkan tim MOBILOADER meraih Juara 1 Kategori Presentasi Terbaik dalam Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun Mesin (LNT-RBM) XV Tahun 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia (BKS-TM Indonesia) itu berlangsung pada Kamis (15/10/2026) di Gedung Postgraduate, Kampus Universitas Riau, Pekanbaru.

MOBILOADER UNEJ, Juara 1 Kategori Presentasi Terbaik dalam Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun Mesin (LNT-RBM) XV Tahun 2026

Tim tersebut terdiri atas Mohammad I’zaz Zahir Rifai sebagai ketua, bersama Triangga Yudhantara, Nayaka Bhawika Albab, dan As’adu Rafiq. Keempatnya merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik UNEJ angkatan 2024. Dalam pengembangan inovasi ini, tim mendapat bimbingan dari Dr. Ir. Gaguk Jatisukamto, S.T., M.T., IPM., selaku pendamping utama, serta Ir. Hary Sutjahjono, S.T., M.T., dan Prof. Ir. Mahros Darsin, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.

Ke depan, tim berencana mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HKI) atas MOBILOADER dan mewujudkan rancangan tersebut menjadi prototipe berskala 1:1. Selanjutnya, pengujian operasional bersama mitra perkebunan akan dilakukan untuk memvalidasi aspek teknis, ergonomi, dan produktivitas alat.

Potret Tim MOBILOADER UNEJ usai sesi prestasi dalam Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun Mesin (LNT-RBM) XV Tahun 2026

“Harapan kami, MOBILOADER tidak berhenti sebagai karya yang meraih juara di kompetisi. Kami ingin mengembangkannya menjadi alat yang benar-benar bisa digunakan di lapangan, sehingga mekanisasi perkebunan yang lebih terjangkau dapat membantu meringankan beban kerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja Indonesia,” pungkasnya. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU7