Berita Universitas Jember

Rektor Dorong Lulusan Universitas Jember Berwirausaha

Jember, 11 Oktober 2021

Lulus dari perguruan tinggi di masa pandemi Covid-19 memang bukan kondisi yang ideal. Pasalnya ekonomi tengah melambat, bahkan banyak perusahaan yang melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawan agar mampu bertahan. Oleh karena itu memulai usaha sendiri menjadi alternatif yang bisa diambil oleh lulusan Universitas Jember. Pesan ini disampaikan oleh Rektor Universitas Jember dalam pidato wisudanya di hadapan wisudawan periode I tahun akademik 2021/2022 yang hadir secara luring terbatas di Gedung Auditorium maupun secara daring (9/10). Kali ini terdapat 898 wisudawan yang turut diwisuda.

Menurut Rektor Universitas Jember, bekal untuk berwirausaha sudah diperoleh wisudawan selama mengikuti perkuliahan, baik secara teori di bangku kuliah maupun berkesempatan untuk praktek melalui berbagai program, seperti kegiatan wirausaha di program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Program Kewirausahaan Mahasiswa (PKM), maupun program Kuliah Kerja Nyata tematik Kewirausahaan. “Oleh karena konsisten melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata tematik Kewirausahaan semenjak 2018, Universitas Jember mendapatkan penghargaan dari USAID pada tanggal 5 Oktober lalu, bahkan salah satu mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya, Siti Maimunah yang sukses membantu UMKM berkesempatan memaparkan programnya di hadapan Plt Dirjen Dikti,” ungkap Iwan Taruna.

Untuk kali pertama, upacara wisuda di Universitas Jember dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas BLU Universitas Jember, Beny Bandanadjaya beserta wakilnya, Taukhid. Untuk diketahui semenjak resmi menjadi Badan Layanan Umum pada Desember 2020 lalu, sesuai aturan yang ada maka Universitas Jember membentuk Dewan Pengawas BLU Universitas Jember. Dalam sambutannya, Beny Bandanadjaya mengingatkan segenap wisudawan untuk sejenak merenungi perjuangan di balik wisuda hari ini. “Ada banyak peran serta pihak lain dibalik kesuksesan Anda lulus meraih gelar, ada orang tua, dosen, kawan dan banyak lagi yang membantu kita. Oleh karena itu jangan lupa selalu bersyukur,” ujar Beny Bandanadjaya yang juga Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Kemendikbudristek.

Rasa syukur telah melalui perjuangan keras hingga lulus disampaikan oleh  Devita Nandasari, S.Kep., wisudawan asal  Fakultas Keperawatan. Cita-citanya untuk menjadi seorang ners (perawat) tinggal selangkah lagi. Cita-cita yang selalu ia genggam erat sejak duduk di bangku sekolah SMA itu kini bukan lagi sekedar khayalan belaka. Pasalnya, gadis asli Magetan ini telah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember dalam waktu kurang dari empat tahun dengan IPK 3.58.

Namun siapa sangka, keberhasilan Devita dalam menyelesaikan pendidikan rupanya menyimpan sekelumit kisah menarik. Keinginannya menjadi seorang tenaga kesehatan muncul sejak ia mengetahui nenek yang telah membesarkannya sejak kecil meninggal karena penyakit tekanan darah terlalu tinggi. “Itulah sebabnya saya sangat ingin menjadi tenaga kesehatan agar saya memahami banyak tentang berbagai penyakit dan berharap tidak ada kejadian yang seperti itu lagi di keluarga saya,” ujarnya saat diwawancarai tim Humas Universitas Jember secara terpisah.

Besar dari keluarga petani yang sederhana tidak membuatnya putus asa untuk melanjutkan pendidikan. Walau hasil bertani orang tuanya hanya cukup untuk dimakan, Devita tetap ingin melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan. Oleh karena itu, Devita sangat berharap dapat diterima dalam program beasiswa Bidikmisi. “Walaupun harus bersaing dengan banyak peserta untuk mendapatkan beasiswa Bidikmisi, namun saya tetap berusaha mencobanya. Tetapi sebelum mendaftar ke Universitas Jember saya menjelaskan kepada orangtua apabila tidak mendapatkan Bidikmisi maka masih ada kemungkinan mendapatkan Uang Kuliah Tunggal terendah. Alhamdulillah ternyata lolos seleksi Bidikmisi,” jelas Devita.

Kuliah di kota yang jauh dari orang tua rupanya tidaklah semudah yang Devita bayangkan. Diawal perkuliahan pada semester satu, sering kali dia menangis karena merasa kesepian jauh dari orang tuanya. Namun hal itu tidak bertahan begitu lama. Kesibukannya di beberapa organisasi kampus membuatnya tidak lagi merasa kesepian. “Saya ikut kegiatan banyak di kampus mulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa musik, olahraga, sosial dan beragam kegiatan lainnya. Dari situ saya mendapatkan banyak teman entah itu senior atau teman seangkatan,” lanjut Devita.

Tidak mudah bagi Devita untuk bertahan di tengah keterbatasan. Uang beasiswa yang dia dapatkan rupanya tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan selama di Jember. Namun putri pertama pasangan Kirmanto dan Warsini ini rupanya berpegang teguh pada pesan kedua orang tuanya untuk selalu semangat dalam berjuang. “Saya selalu ingat pesan orangtua saya, jangan kalah dengan keadaan karena jika kita berusaha dan berdoa maka insyaallah kita bisa mengubah keadaan, caranya membuktikan bahwa kita bisa menjadi yang terbaik,” tuturnya.

Devita kini mensyukuri pencapaian yang telah dia raih. Kendati belum berhak menyandang gelar ners rupanya Devita sudah banyak memberikan manfaat bagi para tetangga sekitarnya. “Alhamdullillah setelah saya lulus Fakultas Keperawatan, banyak tetangga di Magetan yang datang ke rumah untuk sekedar meminta tensi atau berkonsultasi terkait kesehatannya,” pungkasnya.

 Dalam wisuda kali ini terdapat 898 lulusan dari jenjang doktoral, magister, sarjana dan diploma yang mengikuti upacara wisuda periode I tahun akademik 2021/2022. Lulusan Program Studi Agrobisnis Fakultas Pertanian, Dina Roffida Haqqi Daqianus, SP., menjadi peraih IPK tertinggi di jenjang sarjana dalam wisuda kali ini. Gadis asli Jember ini meraih IPK 3,96 setelah menjalani kuliah selama 3  tahun 11 bulan dan 26 hari.

Berikut data jumlah wisudawan periode I tahun akademik 2021/2022 di setiap fakultas ;

No Fakultas S 3 S 2 S1 S 0 Jumlah
1. Hukum 1 9 95 105
2. Ilmu Sosial Ilmu Politik 17 37 54
3. Pertanian 76 76
4. Ekonomi dan Bisnis 7 20 144 62 233
5. Keguruan dan Ilmu Pendidikan 1 110 111
6. Ilmu Budaya 2 15 17
7. Teknologi Pertanian 24 24
8. Kedokteran Gigi 28 28
9. Matematika & Ilmu pengetahuan Alam 55 55
10. Kedokteran 11 11
11. Kesehatan Masyarakat 29 29
12. Teknik 4 46 1 51
13. Farmasi 1 1
14. Keperawatan 82 82
15. Ilmu Komputer 21 21
16. Pascasarjana
  J U M L A H 8 36 754 100 898

(iim/Mun)