Berita Universitas Jember

RSGM Universitas Jember Buka Layanan 24 Jam

Jember, 15 Maret 2019

Rektor Universitas Jember Moh. Hasan meresmikan layanan 24 Jam Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Jember. Upaya ini dilakukan dalam rangka menyempurnakan layanan kesehatan gigi dan mulut yang sudah ada sebelumnya.

“Alhamdulillah sekarang masyarakat Jember bisa mengakses layanan kesehatan yang ada di Universitas Jember khususnya terkait dengan gigi dan mulut kapan saja. Karena permasalahan layanan kesehatan gigi dan mulut sangat luas tidak hanya terbatas pada sakit gigi saja,” ujar Hasan saat melakukan peresmian di halaman RSGM Universitas Jember, (15/3).

Hasan mengatakan, untuk mendukung layanan paripurna bidang kesehatan gigi dan mulut Universitas Jember akan melengkapi seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Karena menurutnya,fasilitas pendudukung yang ada di RSGM saat ini memang masih perlu penambahan untuk memenuhi standart layanan minimum bagi sebuah rumah sakit.

“Agar layanan pada masyarakat semakin maksimal kami akan terus menyempurnakan kekurangan yang ada. Baik dalam managemen layanan maupun sarana dan prasana pendukung sesuai dengan regulasi yang ada.  Semuanya secara bertahap akan kami sempurnakan,” jelas Rektor.

Sementara itu Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember drg. Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp. Pros., mengatakan, layanan kesehatan gigi dan mulut sering kali harus mendapatkan penanganan yang serius dan segera. Rahardian mencotohkan pada kasus kecelakaan dengan pasien mengalami retak rahang mulut.

“Misalnya pada kasus kecelakaan yang giginya patah atau rahangnya retak. Jika rahangnya tidak segera diatasi maka akan berpengaruh lebih buruk bagi pasien. Bisa jadi akan berpengaruh pada proses buka tutup mulut yang tidak sempurna atau psoses pengunyahan yang tidak sempurna,” ujar Rahardian.

Rahardian menambahkan, selain memberikan layanan rawat jalan selama 24 jam, RSGM Universitas Jember juga telah melengkapi sarana untuk memberikan layanan bagi pasien rawat inap dan instalasi gawat darurat.

“Saat ini kami juga memiliki pasien rawat inap. Kami dapati dia mengalami gangguan ksehatan rongga mulut yang perlu penanganan serius. Lidahnya sudah putih dan sudah mengalami infeksi yang disebabkan oleh jamur shingga kami minta untuk melakukan rawat inap,” pungkas Rahardian.