Berita Universitas Jember

Sahabat Difabel Universitas Jember Suarakan Hak Difabel

Jember, 3 Desember 2019
Komunitas sahabat difabel Universitas Jember gelar aksi damai memperingati hari disabilitas internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember. Dalam aksi yang diikuti lebih dari 60 orang mahasiswa Universitas Jember ini melakukan keliling 15 Fakultas di Universitas Jember.
“Kami keliling fakultas-fakultas untuk melakukan orasi mengenai pemenuhan hak-hak teman-teman kami yang difabel. Karena sesuai dengan undang-undang yang berlaku kebutuhan sarana dan prasarana mereka (difabel) harus dipenuhi,” ujar Eris Restu Putra kordinator aksi.


Eris bersyukur karena aksi damai yang mereka lakukan mendapatkan sambutan baik dari para pimpinan yang ada di fakultas. Mereka pun memberikan kenang-kenangan kepada dekan berupa buku panduan dalam pemenuhan sarana dan prasarana yang harus ada.

“Saya harap yang kami lakukan ini benar-benar direspon dengan baik. Kami tidak ingin apa yang telah kami perjuangkan hanya menguap begitu saja. Namun kami ingin komitmen dari para pimpinan terutama rektor untuk segera mewujudkan UNEJ sebagai kampus inklusi,” imbuh Eris usai melakukan orasi di depan kantor Rektorat Universitas Jember.
Sementara itu Moh. Hasan Rektor Universitas Jember menyambut baik aksi damai yang dilakukan oleh sahabat difabel. Menurut Hasan, sebagai pelaksana layanan pendikan tinggi Universitas Jember harus betul-betul memperhatikan sarana dan prasarana yang ramah difabel.
“Untuk gedung baru semua sudah kami upayakan agar ramah difabel dan untuk gedung lama sedang kami upayakan termasuk gedung rektorat yang saat ini dalam proses pemasangan lift,” ujar rektor dihadapan para mahasiswa yang melakukan aksi.

Hasan berjanji akan terus mengupayakan agar semua anak bangsa termasuk mereka yang difabel dapat berkiprah dan berkarya di Universitas Jember. Bahkan menurutnya saat ini di Universitas Jember juga memiliki beberapa karyawan yang termasuk dalam kategori difabel.


“Akan terus kami upayakan agar semuanya ramah difabel termasuk kamar mandi. Kami ingin agar mereka (difabel) dapat berproses dengan baik dan nyaman saat berada di Universitas Jember entah itu mahasiswa, karyawan maupun dosen,” pungkas Hasan.