Universitas Jember Berkomitmen Bantu Taman Nasional Meru Betiri

Jember, 8 Desember 2017

Universitas Jember berkomitmen membantu Taman Nasional Meru Betiri (TMMB). Salah satu bentuk komitmen diwujudkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of Understanding, MoU) penguatan fungsi di bidang pemulihan ekosistem, pemberdayaan masyarakat, dan penelitian. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember dengan Kholid Indarto, Kepala Balai TMMB, di aula lantai dua gedung rektorat dr. R. Achmad (7/12). Dengan kerjasama ini, maka diharapkan ekosistem TNMB yang terdegradasi dapat pulih kembali dengan dukungan dari peneliti yang ada di Kampus Tegalboto.

Dalam sambutannya, Kholid Indarto menjelaskan jika TNMB telah ditetapkan sebagai salah satu dari sebelas cagar biosfer di Indonesia oleh UNESCO, penetapan ini menunjukkan pentingnya posisi TNMB sebagai sumber air dan paru-paru bagi daerah Jember dan sekitarnya. Namun keberadaan TNMB sendiri terdegradasi oleh ekses pembangunan yang berpotensi menggerus luasan lahan TNMB. “Selain itu TNMB memiliki kekayaan Sumber Daya Alam yang melimpah, ada sekitar 400 jenis flora dan fauna yang belum terpetakan manfaatnya. Untuk itu perlu dukungan semua pihak untuk menjaga kelestarian TNMB, termasuk dukungan dari sivitas akademika Universitas Jember, khususnya para peneliti,” ungkap Kholid Indarto.

“Setiap tahun para dosen dan mahasiswa dari Universitas Jember melakukan penelitian di kawasan TNMB, tentunya kehadiran para peneliti tersebut memberikan dampak positif dalam pengelolaan TNMB. Pasalnya kami selalu mendapat tambahan informasi dan identifikasi mengenai flora dan fauna yang tengah diteliti, termasuk bagaimana memperkuat dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat sekitar TNMB,” lanjut Indarto. Untuk diketahui, dengan luasan wilayah yang mencapai 52 ribu hektar, tentu saja TNMB memerlukan dukungan dan sinergi semua pihak untuk menjaga kelestariannya.

Sementara itu Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember, menyambut baik adanya MoU kali ini. Menurut rektor, sebenarnya kerjasama antara Universitas Jember dengan TNMB sudah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan Program Mitigasi Bencana Berbasis Lahan yang sudah dimulai semenjak awal tahun ini dengan didanai oleh Indonesia Climate Change Trust (ICCTF), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bappenas, USAID dan TNMB. “Dengan penandatanganan MoU ini, maka kami harapkan menjadi pintu pembuka untuk kerjasama lain, sekaligus mempermudah aktivitas para peneliti dan mahasiswa dalam menggali potensi TNMB dari berbagai aspek, mengingat Universitas Jember kini sudah memiliki berbagai fakultas baik dari rumpun pertanian, kesehatan, sosial humaniora, maupun keteknikan,” imbuh Moh. Hasan.

Ditemui seusai acara, Wachju Subchan, salah seorang peneliti Program Mitigasi Berbasis Lahan, menjelaskan kemajuan kegiatan yang digarapnya bersama para peneliti lintas disiplin di Universitas Jember. Menurutnya saat ini proses penanaman bibit pohon guna merehabilitasi lahan TNMB sudah dimulai, seiring dengan turunnya hujan. “Kami bersyukur program Mitigasi Berbasis Lahan yang dikelola oleh Universitas Jember berjalan sesuai rencana, bahkan kami dinilai sebagai pelaksana program terbaik kedua dari seluruh penerima dana ICCTF di Indonesia,” imbuh peneliti yang juga Wakil Rektor II universitas Jember ini.  (mun/iim)