Berita Universitas Jember

Universitas Jember Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Jember, 19 Juli 2021
Dilandasi keprihatinan akan kondisi bangsa dan negara yang masih dirundung pandemi Covid-19, Universitas Jember berinisiatif menggelar kegiatan doa bersama lintas agama. Kegiatan ini melibatkan pemuka agama Islam, Kristen Protestan, Katholik, Hindu dan Budha serta digelar secara daring pada hari Sabtu malam lalu (17/7). Dalam sambutannya, Rektor Universitas Jember berharap langkah kecil ini menjadi ikhtiar batiniah dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan penyebaran di Indonesia, termasuk di Jember.

“Doa bersama malam ini adalah ikhtiar batiniah kita bersama, pasalnya tiada yang bisa membantu kita selain Allah SWT, Tuhan penguasa alam semesta. Tentunya ikhtiar lain berupa mentaati protokol kesehatan, ikut dalam program vaksinasi yang digelar pemerintah dan membatasi mobilitas di masa PPKM Darurat harus kita jalani,” jelas Rektor Universitas Jember. Tak lupa Iwan Taruna mengajak para peserta doa bersama lintas agama berjumlah 569 peserta untuk mendoakan keluarga besar Universitas Jember yang telah gugur akibat Covid-19.

Dalam kesempatan ini Iwan Taruna mengajak seluruh keluarga besar Universitas Jember untuk bahu membahu membantu sesama, baik bagi mereka yang terkena Covid-19 maupun kalangan yang terdampak Covid-19. Bantuan ini bisa berupa memberikan makanan dan kebutuhan lainnya bagi tetangga yang sedang melakukan isolasi mandiri hingga membeli dagangan tetangga. Khusus bagi warga Universitas Jember yang sudah sembuh dari Covid-19, bisa menyumbangkan darah melalui PMI untuk terapi konvalesen. “Alhamdulillah, bagi kita yang bekerja di Universitas Jember masih mendapatkan gaji, oleh karena itu mari membantu sesama sebisanya,” himbau Iwan Taruna.

Lantunan doa secara Islam dipimpin oleh KH. Dr. Abdul Haris, Ketua Majelis Ulama Indonesia Cabang Jember. Dilanjutkan oleh Pendeta Zefanya Rahmat dan Romo Robertus Andy Priyambada, O.Carm., asing-masing mewakili agama Kristen Protestan dan Katholik. Doa kemudian dilanjutkan oleh Pinandhita Dr. I Wayan Subagiarta mewakili umat Hindu, dan ditutup doa secara agama Budha oleh Jayadarma Djenal Aura Dhamma. (iim)