Berita Universitas Jember

Universitas Jember, Pusat Kajian Teori Graph Baru Di Indonesia

Jember, 17 Juli 2019

Universitas Jember bertekad menjadi pusat kajian Teori Graph di Indonesia setelah Institut Teknologi Bandung (ITB). Tekad ini disampaikan langsung oleh Prof. Slamin, guru besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember disela-sela pembukaan kegiatan The Fourth International Conference on Graph Theory and Information Security (ICGTIS) 2019 yang diselenggarakan oleh Universitas Jember di Hotel Green Hill (17/7).

Tekad Kampus Tegalboto ini didukung oleh keberadaan Kelompok Riset (KeRis) Combinatorics, Graph Theory and Network Topology (CGANT) di tingkat universitas, dan KeRis sejenis yang ada di tingkat fakultas. Misalnya KeRis Graph, Combinatorics, and Algebra (GCA) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), KeRis Network and Security (NS) dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), serta KeRis Kombinatorika, Komputasi, Statistik, dan Pembelajarannya (Kompustabel) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Menurut Prof. Slamin, sejak didirikannya di Universitas Jember di tahun 2014, KeRis CGANT dan lainnya sudah mempublikasikan tidak kurang dari 150 penelitian di berbagai jurnal terakreditasi internasional maupun nasional. “Di tahun 2019 ini saja sudah ada 30 penelitian kawan-kawan di CGANT dan KeRis yang meneliti Teori Graph yang sudah dipublikasikan di berbagai jurnal. Kondisi ini didukung oleh banyaknya dosen dan peneliti di Kampus Tegalboto yang menekuni Teori Graph, misalnya saja di FMIPA ada KeRis yang memadukan Teori Graph dengan Aljabar, di Fakultas Ilmu Komputer ada KeRis Teori Graph yang mendukung kajian jaringan dan keamanan informasi, sementara di FKIP meneliti bagaimana pengembangan dan pembelajaran Teori Graph, statistik dan komputasi,” jelas guru besar Teori Graph ini.

Pengembangan penelitian Teori Graph di Kampus Tegalboto menjadi strategis  mengingat kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi, khususnya dunia komputer tidak bisa lepas dari Teori Graph. “Teori Graph adalah cabang dari Ilmu Matematika yang menjadi jembatan antara Ilmu Matematika dengan Ilmu Komputer, misalnya saja seorang yang akan membangun jaringan komputer harus belajar Teori Graph agar tipologi jaringan komputer yang dibangunnya berhasil. Begitu pula di bidang keamanan informasi, misalnya saja pesan yang dikirimkan melalui aplikasi tertentu harus dienskripsi agar tidak gampang diretas, nah dasar dari enskripsi itu dari Teori Graph,” ulas Prof. Slamin yang juga adalah Presiden Indonesian Combinatorial Society (InaCombS).

Tidak hanya dapat diaplikasikan di dunia komputer, Teori Graph juga dapat digunakan dalam bidang lain semisal pertanian dan perkebunan. “Misalnya saja di perkebunan skala besar, dengan Teori Graph kita bisa mendesain urutan barisan tanaman yang baik agar menciptakan efisiensi dalam pekerjaan merawat tanaman. Aplikasi Teori Graph di bidang pertanian dan perkebunan ini sesuai dengan fokus utama Universitas Jember di bidang pertanian dan perkebunan industrial, ” imbuh Prof. Slamin. Beberapa tema yang dibahas dalam konferensi kali ini antara lain topik pelabelan graph, teori kode, konektivitas, jaringan komunikasi, kriptografi dan topik lainnya.

Tekad menjadikan Universitas Jember sebagai pusat kajian Teori Graph didukung penuh oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember yang membuka konferensi. Menurutnya Universitas Jember akan terus memberikan dukungan kepada kegiatan-kegiatan yang menumbuh kembangkan atmosfir akademik di Kampus Tegalboto. “Saya sangat mengapresiasi konferensi kali ini yang mampu menghadirkan para pembicara yang merupakan pakar di bidangnya baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dan yang terpenting membuka peluang kerjasama antara Universitas Jember dengan perguruan tinggi lainnya, khususnya di bidang pengembangan Teori Graph,” kata Moh. Hasan yang kebetulan juga dosen Matematika ini.

    Kegiatan The Fourth International Conference on Graph Theory and Information Security (ICGTIS) 2019 menghadirkan sembilan pembicara utama, tiga dari Indonesia dan sisanya dari luar negeri. Mereka adalah Kiki A. Sugeng dari Universitas Indonesia, Prof. Edy Tri Baskoro dari ITB, dan Saib Suwilo dari Universtas Sumatera Utara. Sementara itu Prof. Martin Baca dan Andrea Fenovcikova dari Technical University Kosice, Slovakia. Christina Dalfo dan Joseph Miret dari Universitat de Lleida, Spanyol. Serta Joe Ryan dan Yu Qing Lin dari University of Newcastle Australia. Konferensi ini diikuti oleh 93 peserta yang berasal dari 10 negara diantaranya Filipina, Malaysia, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, India, Perancis, Indonesia dan negara lainnya. Konferensi akan berlangsung hingga hari Jumat tanggal 19 Juli 2019 nanti. (iim)