Hadirkan Tokoh Nasional dan Akademisi Harvard, UNEJ Bekali Calon Wisudawan Hadapi Dunia Global

Jember, 3 Februari 2026

Universitas Jember (UNEJ) terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan persaingan global.

Melalui Pembekalan Calon Wisudawan Universitas Jember Periode VIII Tahun Akademik 2025/2026, UNEJ menghadirkan pembekalan strategis bertema “Integritas, Kompetensi, dan Daya Saing Global Lulusan Universitas Jember”, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting yang dimoderatori oleh Dr. Frenza Fairuz Firmansyah, S.Pd., M.Pd. ini diikuti oleh ratusan calon wisudawan dari berbagai fakultas. Acara diselenggarakan oleh UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember bekerja sama dengan Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) sebagai upaya konkret menjembatani transisi mahasiswa menuju dunia profesional.

Dalam sambutannya, Dr. Rokhani, S.P., M.Si. – Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNEJ menegaskan bahwa pembekalan karier merupakan fase krusial bagi calon lulusan. Menurutnya, lulusan UNEJ tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas, karakter, serta keberanian bersaing di tingkat nasional dan global.
“Dunia kerja hari ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya pintar, tetapi juga beretika, adaptif, dan memiliki daya saing global. Pembekalan ini menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai bagi calon wisudawan UNEJ,” ujarnya.

Narasumber pertama, H. Martin Erwan, S.H., M.H., alumni Fakultas Hukum UNEJ yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kurator dan Pengurus Indonesia, membagikan kisah perjalanan kariernya sejak menjadi mahasiswa angkatan 1982 hingga berkiprah di tingkat nasional. Beliau menekankan bahwa integritas dan kepercayaan (trust) merupakan fondasi utama dalam membangun karier yang berkelanjutan. Kompetensi dan daya saing, menurutnya, dapat diasah seiring waktu, tetapi tanpa integritas, kepercayaan tidak akan pernah tumbuh.

“Lebih baik miskin secara finansial daripada miskin secara emosional dan moral. Kuliah empat tahun tidak akan bermakna jika tidak dibarengi dengan moralitas yang tinggi,” tegasnya. Ia juga mendorong calon wisudawan UNEJ untuk selalu fokus, konsisten, dan menjadi yang terbaik di setiap profesi yang dijalani, apa pun bidangnya.

Sesi kedua diisi oleh dr. Yehuda Tri Nugroho Supranoto, alumni Fakultas Kedokteran UNEJ yang saat ini menempuh pendidikan dan riset di Harvard Medical School dengan dukungan Beasiswa LPDP PTUD. Dalam paparannya, dr. Yehuda membagikan perjalanan akademik dan risetnya dari Jember hingga ke panggung global. Ia menekankan pentingnya visualisasi tujuan, keberanian bermimpi besar, serta usaha yang konsisten, meskipun harus menghadapi kegagalan dan tantangan. Menurutnya, IPK dapat membuka pintu, namun yang membuat seseorang bertahan dan berkembang adalah nilai, ketangguhan mental, serta makna hidup yang dibawa.

Selain membahas daya saing global, dr. Yehuda juga mengangkat isu burnout dan kesehatan mental di kalangan mahasiswa dan lulusan. Ia mendorong peserta untuk tidak ragu mencari bantuan profesional dan membiasakan refleksi diri sebagai bagian dari menjaga kesehatan mental. “Studi dan karier global bukanlah tujuan akhir, tetapi sarana untuk memberi dampak yang lebih besar bagi diri sendiri dan masyarakat,” ungkapnya. Melalui sesi diskusi yang interaktif, para peserta mendapatkan wawasan aplikatif mengenai persiapan karier, jejaring internasional, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara pencapaian profesional dan kesehatan mental.

Kegiatan ini menegaskan bahwa Universitas Jember berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing global, sinergi antara UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNEJ, KAUJE, serta para alumni inspiratif menjadi kekuatan utama dalam membekali calon wisudawan menghadapi masa depan.

Dengan pembekalan ini, UNEJ berharap para lulusannya mampu menapaki dunia profesional dengan percaya diri, etis, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.