Tinggalkan Era Kompetisi Kampus, UNEJ Bagikan Inovasi Tata Kelola Digital “Sister” kepada Politeknik Negeri Padang

Jember, 2 Juni 2026
Lanskap pendidikan tinggi saat ini tidak lagi diukur dari seberapa besar gedung sebuah perguruan tinggi, melainkan dari seberapa luas jejaring kolaborasinya dalam menjawab persoalan masyarakat.

Berpijak pada prinsip tersebut, Universitas Jember (UNEJ) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Politeknik Negeri Padang (PNP), Selasa (2/6). Kolaborasi yang berlangsung secara hybrid di Ruang Sidang Senat Lantai 2 Rektorat UNEJ ini turut mencakup pengembangan tata kelola perguruan tinggi berbasis digital melalui Sistem Informasi Terintegrasi (Sister) di lingkungan Politeknik Negeri Padang.

Fokus kerja sama diarahkan pada penguatan tata kelola perguruan tinggi berbasis digital melalui kolaborasi pengembangan sistem informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagi pengalaman pengelolaan layanan akademik dan administrasi berbasis teknologi.

Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan sambutan sekaligus penegasan pentingnya kolaborasi antar kampus dalam menghadapi tantangan global dan transformasi pendidikan tinggi berbasis digital.

Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa tantangan global seperti disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), krisis energi, hingga ketahanan pangan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi secara sendiri-sendiri.

“Kementerian saat ini mengukur prestasi perguruan tinggi dari output dan outcome yang berdampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, jangan lagi membandingkan kampus mana yang paling besar, tetapi siapa yang mampu membangun jejaring dan kolaborasi. Kami memandang MoU ini bukan sekadar sleeping document, melainkan awal hubungan strategis yang produktif. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi Politeknik Negeri Padang untuk saling belajar dan bertumbuh bersama,” tegas Iwan Taruna.

Langkah kolaboratif tersebut disambut antusias oleh Direktur Politeknik Negeri Padang, Ir. Revalin Herdianto, S.T., M.Sc., Ph.D. Ia menjelaskan bahwa PNP saat ini mengalami pertumbuhan mahasiswa yang cukup pesat. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh sistem informasi yang terintegrasi.

Pimpinan Universitas Jember dan Politeknik Negeri Padang berfoto bersama usai penandatanganan Nota Kesepahaman kerja sama.

“Sejak 2010, sistem informasi kami masih bersifat parsial. Akun akademik, kepegawaian, hingga penelitian masih berjalan terpisah sehingga belum efisien. Melalui kerja sama dan adopsi sistem dari Universitas Jember ini, pada akhirnya masyarakat dan mahasiswa akan menikmati pelayanan yang lebih efisien, waktu layanan lebih cepat, serta biaya yang lebih minimal. Kami juga sangat mengapresiasi keterbukaan Universitas Jember kepada tim IT kami,” ujar Revalin.

Skala operasional Universitas Jember yang besar membutuhkan infrastruktur digital yang tangguh dan terintegrasi. Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Drs. Bambang Kuswandi, M.Sc., Ph.D., memaparkan bahwa UNEJ saat ini mengelola lebih dari 40.000 mahasiswa yang tersebar di 119 program studi, termasuk kampus satelit di Pasuruan, Lumajang, Bondowoso, dan Jubung.

“Sebagai perguruan tinggi yang sedang bertransformasi dari BLU menuju PTN-BH, seluruh pengelolaan kampus utama dan kampus satelit kami integrasikan dalam satu platform. Hal ini sejalan dengan tuntutan kementerian agar perguruan tinggi mampu memberikan dampak konkrit dari aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan,” jelas Prof. Bambang Kuswandi.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Jember, Prof. Drs. Slamin, M.Com.Sc., Ph.D., mendemonstrasikan sistem informasi terintegrasi “Sister” sebagai pendukung layanan akademik dan pengambilan keputusan berbasis data secara real-time.

Efektivitas sistem tersebut turut diperlihatkan secara real-time oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Drs. Slamin, M.Com.Sc., Ph.D. Dalam demonstrasi langsung di hadapan pimpinan PNP, ia menunjukkan bagaimana platform Sister berfungsi sebagai Decision Support System (DSS).

“Hampir seluruh layanan di Universitas Jember telah berbasis teknologi informasi. Sebagai contoh, pagi ini sistem kami mampu memantau proses verifikasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) calon mahasiswa baru secara real-time. Dalam waktu 2,5 jam, tercatat 204 orang tua mahasiswa telah menyelesaikan proses verifikasi tanpa antrean panjang. Kami juga dapat memantau detail Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) hingga level individu dosen. Keterbukaan sistem inilah yang membuat sekitar 70 lembaga melakukan studi banding ke UNEJ sepanjang tahun lalu,” terang Prof. Slamin.

Pengalaman UNEJ dalam mengelola sistem informasi terintegrasi inilah yang nantinya menjadi salah satu rujukan bagi pengembangan sistem serupa di lingkungan Politeknik Negeri Padang, termasuk melalui pengembangan teknis oleh tim UPA TIK UNEJ.

Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menunjukkan dokumen Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani sebagai bentuk penguatan kerja sama antara Universitas Jember dan Politeknik Negeri Padang.

Kerja sama antara Universitas Jember dan Politeknik Negeri Padang ini menjadi wujud semangat kolaborasi antar perguruan tinggi dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di era transformasi digital. Melalui pertukaran pengalaman, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan tata kelola berbasis teknologi, kedua institusi diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang semakin adaptif, efektif, dan berdampak bagi masyarakat. (qf)