UNEJ BEKALI CALON WISUDAWAN HADAPI DUNIA KERJA MELALUI PENGUATAN PERSONAL BRANDING DAN KESIAPAN KARIER

Jember, 2 Juni 2026

UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember bekerja sama dengan Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Calon Wisudawan Universitas Jember Periode X Tahun Akademik 2025/2026 secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Selasa (2/6).

Kegiatan ini diikuti oleh 277 calon wisudawan dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Jember sebagai bagian dari upaya strategis dalam mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.

Mengusung tema “Shine Beyond Degree: Seni Menampilkan Potensi dan Menaklukkan Peluang Karier”, kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis bagi calon lulusan untuk mengenali, mengembangkan, serta menampilkan potensi secara optimal ditengah dinamika dan tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif. Acara dipandu oleh Dr. Frenza Fairuz F., M.Pd., yang memoderatori sepanjang kegiatan berlangsung.

Dalam sambutannya, kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember, Dr. Rokhani, S.P., M.Si. menyampaikan bahwa pembekalan calon wisudawan diikuti oleh 277 orang calon wisudawan, dengan komposisi terbesar berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebesar 44,8%, disusul Fakultas Pertanian sebesar 13,7%, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebesar 12,6%, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebesar 11,6%, serta 17,3% sisanya dari 11 fakultas lain di lingkungan Universitas Jember.

Dalam sambutannya, Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember, Dr. Rokhani, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para calon wisudawan dalam mengikuti kegiatan ini. Pembekalan calon wisudawan merupakan event rutin yang digagas oleh UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan bekerja sama dengan KAUJE sebagai bentuk kepedulian lembaga terhadap karier mahasiswa Universitas Jember, hingga menghantar para alumninya memasuki dunia kerja. Pada kesempatan pembekalan calon wisudawan, kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan juga menyampaikan pada 26–27 Agustus 2026 mendatang, UPA akan menggelar event tahunan bertajuk UNEJ Career Expo 2026, dengan menghadirkan puluhan perusahaan (DuDi) yang membuka kesempatan rekrutmen dan hiring bagi alumni Universitas Jember. Para calon wisudawan diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi calon wisudawan.

Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki capaian akademik yang baik, tetapi juga siap menghadapi realitas dunia kerja. Ia menyampaikan bahwa dunia profesional saat ini lebih menekankan pada kompetensi, karakter, serta kemampuan adaptasi dibandingkan sekadar nilai akademik.

Setelah sesi pembukaan dan dokumentasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber. Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Muhammad Primbang Apriliyanto, S.E., M.M., Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Rungkut, yang mengangkat tema “Life After Graduation”. Ia memaparkan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal dari perjalanan panjang yang menuntut kesiapan, ketangguhan, dan keterbukaan terhadap perubahan. Dalam era yang semakin kompetitif, jumlah lulusan terus bertambah sehingga persaingan pun semakin ketat.

Dr. Primbang menekankan pentingnya memahami diri sendiri mengenali passion, kekuatan, dan jalur karier yang sesuai sebab banyak pekerjaan yang tidak selalu sejalan dengan jurusan yang ditempuh. Ia juga menyoroti pentingnya mengelola ekspektasi dan tekanan sosial, dengan menegaskan bahwa perjalanan karier bukanlah perlombaan melainkan proses panjang yang membutuhkan konsistensi. Beberapa strategi yang ia bagikan antara lain: menentukan tujuan karier sejak dini melalui career coaching atau mentoring, membangun keterampilan teknis, bahasa, dan komunikasi, memanfaatkan peluang magang atau freelance untuk memperluas jaringan, serta memanfaatkan teknologi dan platform digital seperti LinkedIn dan portal lowongan kerja untuk membangun portofolio digital. Ia juga mengingatkan para calon wisudawan untuk mewaspadai praktik calo tenaga kerja yang meminta bayaran di muka, serta selalu membuka banyak opsi dalam pencarian kerja dan tidak menunggu satu sumber saja. Sesi pertama ditutup dengan tanya jawab yang antusias dari peserta, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber oleh kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNEJ.

Sesi kedua disampaikan oleh Noviana Putri, S.Sos., Hospital Public Relations & Marketing RSIA Bina Medika Bintaro, Tangerang Selatan, yang merupakan alumni Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember dengan pengalaman lebih dari enam tahun di bidang kehumasan, komunikasi, dan pemasaran di industri kesehatan. Ia mengangkat tema “Be Visible, Be Valuable”.

Noviana menegaskan bahwa di era yang semakin kompetitif, memiliki kemampuan saja tidak cukup. Banyak talenta hebat yang terlewat karena tidak mampu menunjukkan nilai dirinya. Sebaliknya, mereka yang mampu mengkomunikasikan kompetensi dan membangun reputasi profesional memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Ia memperkenalkan rumus sederhana namun kuat: “Kompetensi + Karakter + Konsistensi = Reputasi Profesional”. Personal branding, menurutnya, bukan sekadar pencitraan, melainkan persepsi yang muncul ketika nama seseorang disebutkan.

Dalam pemaparannya, Noviana mendorong para calon wisudawan untuk mengenali nilai diri terlebih dahulu sebelum “menjualnya” ke dunia profesional, melalui refleksi atas kekuatan (strength), passion, nilai kontribusi (value), dan area pengembangan diri (growth area). Untuk menjadi lebih visible, ia merekomendasikan langkah-langkah konkret seperti aktif di LinkedIn, membangun portofolio, berbagi insight dan pengalaman, aktif dalam organisasi atau komunitas, serta menjadi volunteer atau project contributor. Ia juga mengingatkan bahwa networking bukan sekadar meminta pekerjaan, melainkan membangun hubungan yang saling memberi nilai—baik melalui rekan kuliah, mentor, alumni, maupun komunitas profesional.

Noviana menutup sesinya dengan action plan 30 hari yang praktis: mulai dari mengidentifikasi kekuatan diri dan meminta feedback pada minggu pertama, memperbarui CV dan profil LinkedIn di minggu kedua, membangun koneksi baru dan bergabung dengan komunitas di minggu ketiga, hingga membagikan karya, insight, atau pencapaian profesional di minggu keempat.Sesi tanya jawab pada sesi kedua berlangsung sangat interaktif dengan enam pertanyaan dari peserta. Fadhilah Ayu dari FKIP menanyakan parameter yang tepat untuk memutuskan pindah kerja, dan Noviana menekankan bahwa keputusan tersebut sangat personal  indikator umumnya adalah ketika karier terasa stagnan dan benefit tidak lagi berkembang, namun harus direncanakan dengan matang agar tidak berpindah dalam kondisi tangan kosong. Nanda Syashi dari FKIP bertanya soal kesulitan fokus bagi mereka yang memiliki minat di banyak bidang; Noviana menjelaskan bahwa ada profesi yang bersifat generalis sehingga tidak semua orang perlu terspesialisasi, yang penting adalah mengenali apakah bidang yang ditekuni menuntut keahlian spesifik atau bersifat lintas fungsi.Riska Marshelina dari FEB yang berminat di dunia HR menanyakan langkah awal bagi fresh graduate tanpa pengalaman HR; Noviana menyarankan agar segera mengikuti pelatihan di bidang yang diminati sebagai bekal yang akan membedakan seorang kandidat dari pesaing lainnya. Fajar Noor Fawaid dari Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, menanyakan cara membangun fokus dan mindset kewirausahaan di bidang peternakan; Noviana mendorong untuk lebih dulu menumbuhkan rasa suka terhadap bidang tersebut, karena ketertarikan yang tulus akan mendorong rasa ingin tahu, memperluas wawasan, dan pada akhirnya membuka peluang pasar kewirausahaan yang sesuai.Ghania Salsabila dari FKIP yang berlatar belakang guru dan berminat di dunia jurnalisme menanyakan tips mengelola gugup saat berbicara di depan umum; Noviana menegaskan bahwa kunci utamanya adalah persiapan  menguasai materi, membacanya berulang kali, dan mencatat poin penting, karena kegugupan biasanya muncul akibat kurang siap, dan selebihnya dapat diasah melalui improvisasi. Anggara dari Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, menanyakan cara tampil percaya diri saat wawancara kerja tanpa terkesan kaku; Noviana menyarankan untuk memahami isi CV sendiri secara mendalam, bersikap jujur tentang keterbatasan sambil langsung menawarkan solusi, serta memperbanyak latihan wawancara bersama rekan sebaya. Sesi kedua ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber oleh kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan.

Secara keseluruhan, pembekalan ini memberikan wawasan yang komprehensif dan aplikatif bagi calon wisudawan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. Melalui paparan para narasumber, seluruh calon wisudawan diharapkan memperoleh wawasan komprehensif, perspektif praktis, serta motivasi untuk membangun citra profesional yang unggul dan berkelanjutan. Universitas Jember menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga lulusan yang berintegritas, kompeten, adaptif, serta memiliki kesiapan karier yang matang dan siap berkontribusi nyata bagi dunia kerja dan masyarakat luas.