Jember, 11 Juni 2026
Universitas Jember (UNEJ) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pengembangan kemahasiswaan.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diarahkan agar sejalan (inline) dengan agenda pembangunan nasional dan kebutuhan masyarakat.Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari mahasiswa tidak boleh berhenti pada tataran gagasan semata, tetapi harus mampu menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat sekaligus mendukung program-program strategis pemerintah.
“Universitas Jember mendorong seluruh program inovasi mahasiswa agar inline dengan arah kebijakan pemerintah, baik di bidang pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, pengembangan UMKM, transformasi digital, maupun pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, karya mahasiswa tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya. (11/06/2026) usai menghadiri acara Workshop Pemberdayaan BUMDes dan KDMP 2026 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Menurutnya, PPK Ormawa dan P2MW merupakan dua instrumen penting dalam membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepemimpinan, jiwa sosial, dan semangat kewirausahaan. Melalui kedua program tersebut, mahasiswa didorong untuk mampu mengidentifikasi potensi daerah, mengembangkan solusi inovatif, serta menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Ia juga menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya inovasi yang mampu mendukung percepatan pembangunan nasional. Oleh karena itu, UNEJ terus memberikan pendampingan dan ruang kolaborasi agar mahasiswa dapat mengimplementasikan ide-ide kreatifnya secara terukur dan berdampak.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan. Ketika program yang mereka jalankan selaras dengan kebutuhan bangsa dan masyarakat, maka manfaatnya akan jauh lebih besar. Inilah yang terus kami dorong di Universitas Jember,” katanya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Program PembinaanMahasiswa Wirausaha (P2MW), Bayu Apriliyanto, menjelaskan, P2MW dirancang sebagai wadah pembelajaran yang mengintegrasikan aspek kewirausahaan dengan praktik nyata di lapangan. Program ini tidak hanya berfokus pada penciptaan usaha baru, tetapi juga membangun pola pikir inovatif dan kemampuan adaptasi mahasiswa terhadap dinamika ekonomi.
“Melalui P2MW, mahasiswa didampingi sejak tahap perencanaan bisnis, pengembangan produk, validasi pasar, hingga strategi pemasaran. Kami ingin memastikan bahwa bisnis yang dibangun memiliki fondasi yang kuat, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang diterapkan dalam P2MW saat ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing usaha mahasiswa. Selain itu, peserta juga diarahkan agar mampu mengembangkan model bisnis yang memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, sinkronisasi antara inovasi mahasiswa dengan kebijakan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan sebuah program. Ketika ide bisnis atau pengabdian masyarakat disusun berdasarkan kebutuhan aktual dan mendukung prioritas pembangunan, maka peluang untuk berkembang dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak akan semakin besar.
Program PPK Ormawa sendiri menjadi ruang bagi organisasi kemahasiswaan untuk meningkatkan kapasitas dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat secara sistematis. Melalui program ini, mahasiswa dilatih untuk menyusun solusi berbasis kebutuhan lokal dengan pendekatan kolaboratif bersama pemerintah daerah, komunitas, maupun mitra lainnya.
Di sisi lain, P2MW menjadi langkah konkret UNEJ dalam mencetak wirausaha muda yang tangguh dan inovatif. Melalui pembinaan intensif, akses pendanaan, hingga pendampingan bisnis, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Sinergi antara PPK Ormawa dan P2MW diharapkan mampu melahirkan ekosistem inovasi mahasiswa yang berkelanjutan di lingkungan Universitas Jember. Dengan mengedepankan kolaborasi, kreativitas, serta keselarasan dengan program-program pemerintah, UNEJ optimistis para mahasiswa dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun nasional.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Universitas Jember menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga melahirkan inovator dan entrepreneur muda yang siap menjawab tantangan masa depan sekaligus berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.(is)




