Sikapi Ketidakpastian Ekonomi Global, FEB UNEJ Luncurkan Program Inkubasi Bisnis untuk Mahasiswa

Jember, 17 Juni 2026

Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada dunia usaha dan pasar kerja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB UNEJ) mengambil langkah strategis dengan meluncurkan Program Inkubasi Bisnis bagi mahasiswa.

Program ini diharapkan menjadi wadah pengembangan ide usaha, peningkatan kapasitas kewirausahaan, sekaligus mencetak generasi muda yang mampu menciptakan lapangan kerja di masa depan.

Peluncuran Program Inkubasi Bisnis FEB UNEJ dilaksanakan di G3C Growth Capital Campus Coffe FEB UNEJ (17/06/2026) dan dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta para mitra dalam proses pendampingan bisnis mahasiswa.

Ketua Panitia kegiatan yang juga Wakil Dekan III FEB UNEJ Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Teguh Hadi Priyono, S.E., M.Si., dalam laporannya

Ketua Panitia kegiatan yang juga Wakil Dekan III FEB UNEJ Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Teguh Hadi Priyono, S.E., M.Si., dalam laporannya menyampaikan, program inkubasi bisnis dirancang sebagai sarana pembelajaran praktis untuk mempertemukan mahasiswa dengan dunia usaha secara langsung.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dibekali teori kewirausahaan di ruang kelas, tetapi juga didampingi untuk mengembangkan model bisnis, menyusun strategi pemasaran, mengelola keuangan usaha, hingga memperluas jejaring bisnis.

“Program inkubasi bisnis ini memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa. Mereka akan memperoleh pendampingan intensif, kesempatan menguji ide bisnis, membangun jejaring usaha, serta meningkatkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan. Harapannya, mahasiswa mampu mengubah ide menjadi usaha yang berkelanjutan dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Dekan FEB UNEJ, Prof. Dr. Isti Fadah, M.Si., CRA., CMA., kala memberikan sambutannya.

Sementara itu, Dekan FEB UNEJ, Prof. Dr. Isti Fadah, M.Si., CRA., CMA., menegaskan, budaya inovasi dan kewirausahaan telah menjadi bagian penting dalam pengembangan mahasiswa FEB UNEJ. Berbagai prestasi yang diraih mahasiswa melalui kompetisi tingkat nasional menjadi bukti bahwa potensi kewirausahaan mahasiswa terus berkembang.

“Mahasiswa FEB UNEJ selama ini secara konsisten berhasil meraih hibah dan pendanaan dari berbagai kompetisi nasional. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki kreativitas, inovasi, dan semangat berwirausaha yang sangat baik. Karena itu, keberadaan inkubasi bisnis menjadi langkah strategis untuk mengakselerasi lahirnya startup, usaha rintisan, dan inovasi bisnis yang dapat memberikan manfaat ekonomi maupun sosial,” katanya.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga harus mampu melahirkan pencipta lapangan kerja yang adaptif terhadap perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H. Kala memberikan sambutannya.

Program Inkubasi Bisnis FEB UNEJ secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menyoroti tantangan ketidakpastian ekonomi global yang saat ini dirasakan hampir di seluruh negara, termasuk Indonesia.

“Kita sedang menghadapi situasi ekonomi yang penuh tantangan. Ketidakpastian ekonomi global menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan peluang. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pencari kerja, tetapi harus siap menjadi pencipta lapangan kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa inkubasi bisnis bukan sekadar program pelatihan, melainkan proses pembelajaran yang mengajarkan keberanian bertindak dan mengambil keputusan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., kala meresmikan Inkubasi Bisnis G3C Growth Capital Campus Coffe FEB UNEJ, didampingi oleh Ketua Senat UNEJ dan mitra Internal dan Eksternal FEB UNEJ.

“Inkubasi bisnis mengajari kita untuk bertindak. Banyak orang memiliki ide yang baik, tetapi tidak semua berani mengeksekusinya. Melalui program ini, mahasiswa belajar bagaimana membangun usaha dari nol, menghadapi risiko, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, persaingan dunia kerja dan bisnis di era global semakin ketat sehingga mahasiswa harus memiliki kompetensi yang lebih luas. Kehadiran inkubasi bisnis menjadi salah satu instrumen penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi pasar global sekaligus meningkatkan daya saing bangsa.

“Yang terpenting dalam bisnis bukanlah siapa yang paling keren atau siapa yang memulai lebih dulu, tetapi siapa yang mampu bertahan dan berkembang secara konsisten. Konsistensi adalah kunci utama keberhasilan usaha. Saya berharap program inkubasi bisnis FEB UNEJ mampu melahirkan wirausahawan muda yang tangguh, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional,” tegasnya.

Melalui Program Inkubasi Bisnis ini, FEB UNEJ menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, pelaku usaha, dan investor dalam melahirkan inovasi bisnis yang mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.(is)