BBM Terbatas Tak Padamkan Semangat PEKSIMINAS XVIII di Jember

Jember, 10 September 2026

Keterbatasan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah titik di Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir, yang turut diikuti langkah Pemerintah Kabupaten Jember memberlakukan Work From Home (WFH) hingga pembelajaran sekolah secara daring, tidak menghentikan langkah ribuan mahasiswa dari 32 provinsi untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII di Universitas Jember (UNEJ).

Di tengah dinamika tersebut, panggung kompetisi seni tetap berjalan.

Para peserta tetap hadir di berbagai arena perlombaan, menampilkan karya terbaik, dan membawa semangat daerah masing-masing dalam perhelatan seni mahasiswa berskala nasional tersebut.

Kondisi ketersediaan BBM di Jember menjadi salah satu dinamika yang dihadapi selama penyelenggaraan. Panitia melakukan sejumlah penyesuaian, terutama dalam pengaturan mobilitas peserta, koordinasi transportasi, serta kebutuhan operasional di berbagai lokasi kegiatan.

Ketua Panitia Pelaksana PEKSIMINAS XVIII Universitas Jember, Dr. Markus Apriono, MM., CRA., CMA., kala memberikan keterangannya (10/09/2026) di Auditorium UNEJ

Ketua Panitia Pelaksana PEKSIMINAS XVIII Universitas Jember, Dr. Markus Apriono, MM., CRA., CMA., mengatakan kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika dalam penyelenggaraan kegiatan nasional. Menurutnya, hal terpenting adalah memastikan seluruh peserta tetap dapat mengikuti kegiatan dengan baik.

“Kami memahami bahwa ketersediaan BBM menjadi perhatian masyarakat Jember dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, kami terus melakukan koordinasi dan penyesuaian di lapangan, terutama terkait mobilitas peserta dan kebutuhan transportasi. Alhamdulillah, sampai saat ini seluruh rangkaian PEKSIMINAS dapat berjalan sesuai agenda,” ujarnya.

Kelancaran tersebut menurutnya, tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk peserta, pendamping, pengelola venue, penyedia transportasi, dan masyarakat Jember.

“Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta yang tetap fokus mengikuti setiap tahapan perlombaan. Situasi ini justru mengajarkan kepada kita bahwa kegiatan besar membutuhkan kerja sama dan kemampuan beradaptasi dari semua pihak. Kami berharap PEKSIMINAS XVIII tetap menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh peserta selama berada di Jember,” katanya.

Dinamika perjalanan menuju Jember juga dirasakan oleh peserta dan pimpinan perguruan tinggi yang datang dari luar daerah. Wakil Rektor III Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Prof. Dr. I Komang Sudirga, mengatakan perjalanan rombongannya dari Denpasar menuju Jember secara umum berjalan relatif lancar.

Menurutnya, ketersediaan BBM selama perjalanan tidak menjadi persoalan berarti. Namun, rombongan sempat menghadapi antrean panjang kendaraan di kawasan Gilimanuk karena kepadatan arus penyeberangan menuju Ketapang, Banyuwangi.

“Perjalanan dari Denpasar ke Jember relatif lancar, BBM pun tersedia. Namun, di Gilimanuk sempat macet cukup lama karena antrean kendaraan yang akan menyeberang ke Ketapang, Banyuwangi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra. Ia menyebut perjalanan dari Denpasar menuju Jember berlangsung lancar dan tidak mengalami kendala berarti terkait ketersediaan BBM.

“Perjalanan dari Denpasar ke Jember lancar, BBM tidak ada masalah. Kami hanya sempat terjebak kemacetan di Gilimanuk selama sekitar tiga jam,” ungkapnya.

Suasana peserta Peksiminas di sela-sela kegiatan

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tantangan perjalanan menuju Jember tidak menyurutkan kehadiran peserta maupun delegasi perguruan tinggi dalam PEKSIMINAS XVIII. Setelah menempuh perjalanan dari berbagai daerah, mereka tetap hadir untuk mengikuti rangkaian kompetisi sesuai jadwal.

Bagi peserta yang berada di Jember, keterbatasan BBM juga mendorong munculnya langkah antisipasi secara mandiri. Salah satunya dilakukan Pingki Eka Saputri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember.

Dia mengapresiasi koordinasi panitia selama pelaksanaan PEKSIMINAS XVIII. Menurutnya, informasi mengenai kegiatan dan kebutuhan transportasi terus disampaikan sehingga peserta dapat lebih fokus mempersiapkan penampilan.

“Sejauh ini kegiatan tetap berjalan dan kami bisa mengikuti perlombaan sesuai jadwal. Panitia juga terus memberikan informasi dan membantu ketika ada kebutuhan terkait transportasi. Jadi kami bisa lebih fokus mempersiapkan penampilan dan menikmati suasana PEKSIMINAS di Jember,” ujarnya.

Ia juga mengaku telah melakukan antisipasi sehari sebelum mengikuti perlombaan dengan mengisi BBM kendaraannya. Pingki bahkan harus ikut mengantre di salah satu SPBU di Jember.

“Saya sudah mengantisipasi ini sebelum ajang berlangsung. Untuk kebutuhan mobilisasi, saya sempatkan melakukan pengisian BBM satu hari sebelum mengikuti lomba. Saya ikut antrean di SPBU Jalan Mastrip,” ungkapnya.

Keterbatasan BBM, menurutnya, tidak menjadi alasan untuk mengurangi semangatnya mengikuti PEKSIMINAS XVIII. Baginya, tantangan terbesar justru datang dari persaingan antarpeserta yang semakin ketat.(is)