Jember, 10 September 2026
Gelaran Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Jember secara resmi ditutup di Auditorium Universitas Jember (UNEJ), Kamis malam (10/09/2026) oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja.
Perhelatan ajang talenta seni mahasiswa tingkat nasional ini mengukuhkan kontingen Provinsi Jawa Timur sebagai Juara Umum setelah berhasil meraih capaian nilai dan juara terbanyak dari berbagai tangkai lomba yang dikompetisikan.Acara penutupan yang berlangsung di Auditorium UNEJ ini dihadiri oleh jajaran pejabat kementerian, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan BPSMI dari seluruh provinsi, dewan juri, serta ribuan mahasiswa peserta dari Aceh hingga Papua yang telah berkompetisi secara sportif selama berhari-hari.

Berdasarkan akumulasi penilaian akhir dan perolehan penghargaan, berikut adalah daftar 10 BPSMI Provinsi dengan raihan prestasi terbaik pada PEKSIMINAS XVIII 2026:
1. Provinsi Jawa Timur Terbaik 1 (Juara Umum)
2. Provinsi D.I. Yogyakarta Terbaik 2
3. Provinsi Sulawesi Tenggara Terbaik 3
4. Provinsi Lampung Terbaik 4
5. Provinsi D.K.I. Jakarta Terbaik 5
6. Provinsi Jawa Tengah Terbaik 6
7. Provinsi Bali Terbaik 7
8. Provinsi Kalimantan Barat Terbaik 8
9. Provinsi Kalimantan Timur Terbaik 9
10. Provinsi Kepulauan Riau Terbaik 10

Dalam sambutan penutupnya, Direktur Belmawa, Beny Bandanadjaja, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya gelaran PEKSIMINAS XVIII 2026. Beliau menekankan bahwa seni memiliki peran yang mendalam dalam mempererat kebangsaan dan memajukan peradaban.
“Seni memiliki kekuatan untuk membanggakan, menyatukan, dan menginspirasi. Melalui Peksiminas, kita tidak hanya mengejar prestasi, melainkan merayakan karya yang memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat luas,” ujar Beny Bandanadjaja.
Beny Bandanadjaja juga memberikan penghormatan atas perjuangan keras seluruh mahasiswa yang telah menampilkan bakat terbaik mereka di panggung nasional. Menurutnya, proses dan dedikasi jauh lebih bernilai dibanding sekadar deretan medali.
“Dalam setiap penampilan terdapat proses panjang dan upaya luar biasa dari mahasiswa. Apapun hasil yang diraih hari ini, partisipasi dan karya kalian di tingkat nasional adalah sebuah kebanggaan. Berakhirnya PEKSIMINAS bukanlah akhir dari perjalanan berkesenian. PEKSIMINAS boleh berakhir di panggung ini, namun semangat berkarya untuk kebudayaan Indonesia harus terus berlanjut,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PEKSIMINAS XVIII 2026, Fendi Setyawan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas suksesnya penyelenggaraan ajang dua tahunan ini. Ia menegaskan bahwa Peksiminas dibangun sebagai panggung kebersamaan mahasiswa Indonesia.
“Pekan Seni Mahasiswa bukan sekadar panggung kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik, melainkan sebuah ruang kolaborasi untuk menyatukan seluruh potensi mahasiswa se-Indonesia. Bilamana kita berkesenian dan berbudaya, maka karya seni itu sendiri akan membawa dampak positif bagi diri kita dan lingkungan sekitar. Mari kita terus mengasah kreativitas dan profesionalitas dalam melestarikan budaya,” tutur Fendi Setyawan.
Fendi Setyawan juga memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh delegasi serta dewan juri dan kementerian terkait.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh delegasi dari berbagai provinsi yang terus berusaha hadir dan memberikan penampilan terbaiknya meski di tengah hambatan. Terima kasih kepada Dewan Juri yang telah bekerja secara objektif dalam menilai karya-karya terbaik mahasiswa Indonesia, serta kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas kepercayaan yang diberikan,” tambahnya.

Dengan ditetapkannya Jawa Timur sebagai Juara Umum PEKSIMINAS XVIII 2026 pada malam penutupan di Auditorium UNEJ, kemeriahan perhelatan ini diakhiri dengan penyerahan piala bergilir serta penandatanganan kesepakatan komitmen bersama untuk terus menjaga kelestarian seni dan budaya nusantara di perguruan tinggi. (dil)

