Jember, 21 Oktober 2026
Konsistensi dalam menghadirkan solusi pembelajaran yang inovatif kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Jember (UNEJ), Moh.
Awaidil Fikri. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi UNEJ yang dikenal aktif mengukir prestasi ini, kini menggandeng rekan sesama program studi, Mufiddatul Husnah, dalam Tim “Dar Der Dor” untuk terus mematangkan gagasan metode pembelajaran interaktif berbasis teknologi dan permainan.Keduanya mengangkat persoalan krusial terkait rendahnya kemampuan literasi keuangan pada siswa sekolah menengah pertama (SMP). Menurut mereka, pengenalan literasi keuangan sejak jenjang tersebut sangat penting karena siswa mulai belajar mengelola uang dan mengambil keputusan keuangan secara mandiri. Pemahaman yang baik diharapkan dapat membantu siswa menggunakan uang secara bijak dan bertanggung jawab.

“Literasi keuangan perlu dikenalkan sejak SMP karena pada usia ini siswa mulai belajar mengelola uang dan menentukan pilihan keuangan sendiri. Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membantu mereka memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Fikri.
Melalui esai yang disusun, tim menawarkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan penyampaian materi secara konvensional. Mereka memadukan unsur permainan dan teknologi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, kontekstual, dan adaptif. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan dapat memahami konsep keuangan melalui pengalaman belajar yang lebih menarik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kebaruan gagasan tersebut terletak pada pengalaman belajar yang ditawarkan. Bagi keduanya, literasi keuangan tidak cukup disampaikan sebagai pengetahuan teori, tetapi perlu dikemas melalui metode yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Dengan demikian, pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa memahami sekaligus menerapkan pengetahuan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tantangan terbesarnya ada pada pencarian data yang benar-benar sesuai dengan permasalahan dan persiapan presentasi dalam waktu yang singkat. Dari proses itu, kami belajar bahwa kerja sama tim sangat penting, termasuk memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing agar bisa saling melengkapi,” jelas Fikri.
Keikutsertaan dalam kompetisi juga memberikan pengalaman berkesan di luar ruangan perlombaan. Selama berada di Universitas Sriwijaya, keduanya berkesempatan bertemu dengan teman-teman baru yang saling membantu. Pengalaman yang paling membekas justru terjadi selama perjalanan menuju Palembang, di mana mereka sempat menghadapi kondisi dengan asap tebal dan kekeringan hingga kesulitan mendapatkan air. Meski menjadi tantangan tersendiri, pengalaman tersebut meninggalkan cerita yang tidak terlupakan di balik perjalanan mereka.
“Jangan hanya mencari masalah yang terlihat besar, tetapi carilah persoalan yang dekat dengan kehidupan kita. Pastikan solusi yang ditawarkan masuk akal dan bisa diterapkan. Saat presentasi, kita juga harus percaya diri dan konsisten dalam menyampaikan gagasan,” tuturnya.
Fikri dan Mufiddatul turut mendorong mahasiswa UNEJ lainnya untuk tidak ragu mencoba berbagai kompetisi sebagai ruang belajar dan pengembangan diri. Menurut mereka, keberanian untuk memulai dan kesediaan menikmati setiap proses merupakan bagian penting dalam membangun pengalaman serta mengembangkan potensi.

“Berani mencoba, jangan takut gagal, dan nikmati setiap prosesnya. Jadikan setiap kompetisi sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan membuktikan potensi diri,” tegas Fikri.
Melalui kesinambungan fokusnya pada pengembangan media belajar kontekstual, gagasan yang diusung Fikri dan Mufiddatul ini sukses mengantarkan mereka meraih predikat Best Presentation sekaligus Juara II Lomba Esai Pesta Ilmiah Sriwijaya 2026 yang diselenggarakan pada 30 September–2 Oktober 2026 di Universitas Sriwijaya (UNSRI), Palembang. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU7

