Magister Agribisnis UNEJ Bekali Mahasiswa Strategi Menemukan Celah Riset Lewat Bibliometrik dan SLR

Jember, 21 Oktober 2026

Menemukan topik penelitian yang relevan, memiliki kebaruan, dan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan menjadi tantangan bagi mahasiswa maupun peneliti.

Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Magister Agribisnis, Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Jember (UNEJ), menggelar kegiatan “From Literature to Research: Penguatan Fondasi Tugas Akhir melalui Bibliometric Analysis dan Systematic Literature Review” pada 19–20 Oktober 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida ini diikuti 60 peserta secara luring dan 178 peserta secara daring. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai mahasiswa sarjana, magister, doktor, hingga dosen dari dalam dan luar Faperta UNEJ. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Adi Wijaya, M.Kom., dan Dr. Faizuddin Harliansyah, S.Ag., S.S., M.Si., Anggota Komunitas Bibliometrics dan SLR.

Dekan Fakultas Pertanian UNEJ, Prof. M. Rondhi, SP., MP., Ph.D., membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kemampuan menelusuri dan memetakan literatur secara sistematis sebagai fondasi penelitian yang berkualitas.

 

“Mahasiswa, dosen, dan peneliti saat ini dihadapkan pada jumlah publikasi ilmiah yang sangat besar. Tantangannya bukan sekadar menemukan artikel yang relevan, melainkan memahami perkembangan suatu bidang kajian, menentukan posisi penelitian, serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang masih dapat dikembangkan,” ungkapnya.

Menurutnya, pemahaman terhadap perkembangan literatur membantu peneliti melihat tema-tema yang telah banyak dikaji, isu yang mulai berkembang, serta peluang menghasilkan penelitian baru yang relevan dan memiliki kontribusi nyata.

Melalui kegiatan ini, ia akan terus mendorong mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk tidak berhenti pada pengumpulan referensi, tetapi mampu mengolah literatur menjadi dasar perumusan penelitian yang terarah, kritis, dan memiliki kebaruan.

Penguatan kompetensi ini diharapkan meningkatkan kualitas tugas akhir sekaligus mendukung produktivitas publikasi ilmiah dan pengembangan riset agribisnis yang relevan dengan tantangan pertanian masa kini.” imbuhnya.

Koordinator Program Studi Magister Agribisnis Faperta UNEJ, Dr. Ir. Joni Murti Mulyo Aji, M.Rur.M., menjelaskan, Bibliometric Analysis dan Systematic Literature Review (SLR) merupakan pendekatan yang saling melengkapi dalam membangun landasan penelitian.

“Analisis bibliometrika membantu peneliti memetakan perkembangan publikasi ilmiah melalui kata kunci, tema penelitian, penulis, jurnal, sitasi, dan hubungan antarpublikasi. Sementara itu, SLR memungkinkan peneliti mengidentifikasi, menyeleksi, mengevaluasi, dan menyintesis penelitian terdahulu secara sistematis untuk menemukan research gap,” jelasnya.

Ia berharap peserta mampu menghubungkan hasil pemetaan literatur dengan perumusan masalah, penentuan kebaruan, serta pengembangan arah penelitian berbasis bukti ilmiah. Kompetensi tersebut diharapkan mendukung penyusunan skripsi, tesis, disertasi, hingga artikel ilmiah yang siap dipublikasikan.

Dalam paparannya, Dr. Adi Wijaya menyoroti pentingnya penguasaan strategi penelusuran dan pemetaan literatur bagi peneliti agribisnis. Bidang ini bersifat multidisiplin dan terus berkembang, mencakup rantai nilai, pembiayaan pertanian, pemasaran, kewirausahaan, keberlanjutan, ketahanan pangan, perubahan iklim, transformasi digital, kelembagaan, hingga inovasi pertanian.

Luasnya cakupan tersebut menuntut peneliti memahami peta perkembangan keilmuan agar dapat menentukan fokus penelitian secara lebih terarah. Melalui analisis bibliometrika, peneliti dapat mengenali pola publikasi, keterkaitan antartema, dan peluang kajian yang potensial untuk dikembangkan.

Sementara itu, Dr. Faizuddin Harliansyah menekankan relevansi kemampuan bibliometrik dan SLR dalam penyusunan tugas akhir pada berbagai jenjang pendidikan.

“Pemahaman literatur yang baik membantu mahasiswa membangun landasan teoretis dan empiris yang kuat. Pada jenjang magister, pemetaan dan sintesis literatur yang lebih mendalam diperlukan untuk menunjukkan posisi penelitian, kebaruan, serta kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” jelasnya.(is)