Empat Tahun Berturut-turut Jadi yang Terbaik, UNEJ Jadi Rujukan Universitas Pattimura dalam Maturity Rating BLU

Jember, 26 Oktober 2026

Prestasi Universitas Jember (UNEJ) dalam penguatan tata kelola Badan Layanan Umum (BLU) kembali menjadi rujukan perguruan tinggi lain.

Kali ini, Universitas Pattimura (Unpatti) melakukan kunjungan kerja ke UNEJ untuk berdiskusi dan berbagi praktik baik mengenai Maturity Rating, Senin (26/10/2026).

Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman dalam membangun tata kelola yang akuntabel, transparan, efektif, dan berkelanjutan. UNEJ berbagi pengalaman mengenai strategi peningkatan tingkat maturitas, pengelolaan dokumen pendukung, koordinasi lintas unit, hingga evaluasi dan perbaikan tata kelola secara berkelanjutan.

Wakil Rektor II Unpatti, Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian UNEJ yang dinilai relevan menjadi referensi dalam penguatan tata kelola institusi. Menurutnya, kunjungan ini penting untuk mempelajari proses yang telah dijalankan UNEJ, sehingga pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi lembaganya.

Wakil Rektor II Unpatti, Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd., M.Si., kala memberikan sambutannya.

“UNEJ menjadi salah satu rujukan yang tepat bagi kami untuk mempelajari praktik baik penguatan tata kelola dan Maturity Rating. Kami ingin memahami bagaimana proses tersebut dibangun, mulai dari komitmen pimpinan, keterlibatan seluruh unit kerja, hingga pengelolaan bukti dukung dan evaluasi. Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Unpatti dalam memperkuat tata kelola institusi,” ungkapnya.

Wakil Rektor II UNEJ, Prof. Dr. drg. Sri Hernawati, M.Kes., menjelaskan, capaian Maturity Rating UNEJ merupakan hasil dari proses penguatan tata kelola yang dilakukan secara konsisten. Dalam materi yang disampaikan pada forum tersebut, UNEJ tercatat sebagai BLU layanan pendidikan terbaik berdasarkan nilai Maturity Rating tertinggi pada 2021, 2022, 2023 dan 2024.

Capaian tersebut sejalan dengan tren peningkatan skor Maturity Rating UNEJ, dari 3,30 pada 2021 menjadi 3,82 pada 2022, kemudian 3,85 pada 2023, dan mencapai 3,97 pada 2024. Peningkatan ini menunjukkan perkembangan kematangan tata kelola yang dibangun melalui penguatan sistem, proses, pengendalian, dan kolaborasi lintas unit.

Wakil Rektor II UNEJ, Prof. Dr. drg. Sri Hernawati, M.Kes., kala memberikan sambutan dan paparanya.

“Prinsip kami, tata kelola tidak dibangun hanya untuk mendapatkan skor Maturity Rating. Kami membangun tata kelola yang baik terlebih dahulu, kemudian Maturity Rating menjadi instrumen untuk mengukur dan membuktikan tingkat kematangannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan penguatan tata kelola memerlukan konsistensi dalam penerapan kebijakan, pengelolaan keuangan, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas layanan, serta kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh unit kerja. Praktik tersebut juga harus didukung dokumentasi yang lengkap, terukur, dan dapat diverifikasi.

Ia berharap, melalui kunjungan ini, pertukaran praktik baik tersebut dapat memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang semakin matang. Pengalaman yang dibagikan diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan nilai maturitas, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas layanan, akuntabilitas, dan kepercayaan publik menuju Good University Governance.

Prof. Dr. Ika Barokah Suryaningsih, S.E., M.M., QIA., Satuan Pengawasan Internal (SPI) UNEJ, kala memberikan paparannya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ika Barokah Suryaningsih, S.E., M.M., QIA., dari Satuan Pengawasan Internal (SPI) UNEJ, memaparkan mekanisme pelaksanaan Maturity Rating yang diterapkan di lingkungan universitas. Proses tersebut mencakup identifikasi kebutuhan data dan dokumen untuk enam aspek dan 23 indikator penilaian, pengumpulan bukti dukung, verifikasi oleh tim, pemberian umpan balik kepada unit kerja, hingga penginputan dokumen ke aplikasi BIOS.

Menurutnya, komitmen pimpinan, pemahaman terhadap indikator penilaian, serta sinergi seluruh unit menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses tersebut. Dokumentasi tata kelola harus disiapkan sejak proses berjalan, bukan sekadar dikumpulkan menjelang penilaian.

Suasana Kunjungan kerja dan diskusi Universitas Jember dan Universitas Pattimura

“Penilaian Maturity Rating membutuhkan sinergi seluruh unsur universitas. Dokumentasi atas praktik tata kelola yang telah dilaksanakan harus disiapkan dengan baik, disertai verifikasi dan evaluasi secara berkelanjutan. Dengan demikian, hasil penilaian benar-benar dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas tata kelola,” paparnya.(is)