Sambut UNEFF 2026, Ratusan Mahasiswa Padati Layar Tancap Universitas di UNEJ

Jember, 26 Oktober 2026

Ratusan mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Jember—dengan total kehadiran mencapai 300 orang—memadati Parkiran Utara Gedung Soetardjo, Universitas Jember, pada Minggu malam (25/10/2026).

Kehadiran mereka merupakan wujud antusiasme dalam menyaksikan pemutaran film luar ruang (outdoor screening) bertajuk Layar Tancap Universitas, yang digelar sebagai bagian dari rangkaian prafestival menuju UNEJ Film Festival (UNEFF) 2026.

Kegiatan yang terbuka untuk umum dan tanpa biaya ini dikhususkan bagi penonton dewasa guna menyesuaikan segmentasi karya yang ditayangkan. Dalam acara tersebut, panitia memutar tiga film pendek pilihan yang beberapa di antaranya pernah berlaga di festival film nasional, yakni Pulasara, Maaf Bapak Salah Jalan, dan Sekar.

Programmer Prafest UNEFF 2026, Yasmin, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang untuk membumikan seni audio-visual sekaligus menjadi ruang perkenalan awal kepada publik luas sebelum puncak acara utama digelar.

Ratusan mahasiswa dan masyarakat Jember memadati Layar Tancap Universitas, yang digelar sebagai bagian dari rangkaian prafestival menuju UNEJ Film Festival (UNEFF) 2026

“Layar Tancap Universitas adalah rangkaian kegiatan dari UNEJ Film Festival yang bertujuan mengenalkan UNEFF kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat umum di Jember. Melalui kegiatan prafestival ini, kami berharap masyarakat dapat tergerak untuk turut serta secara aktif dalam agenda utama UNEFF 2026 mendatang,” ujar Yasmin.

Pemutaran film kali ini mengusung tajuk kurasi “Luka Bagi Mereka Yang Tak Berkuasa” yang diselaraskan dengan tema besar UNEFF 2026, yaitu Dissonance. Melalui alur cerita ketiga film tersebut, penonton diajak menyelami realitas kehidupan yang kerap kali berjalan tidak sesuai harapan.

Programmer Prafest UNEFF 2026, Fatah, mengungkapkan bahwa setiap adegan yang ditampilkan membawa pesan moral tersirat mengenai perjuangan hidup, ketimpangan struktur sosial, serta keteguhan dalam menghadapi keterbatasan.

Sesi diskusi dengan para filmmaker

“Tema ‘Dissonance’ menggambarkan situasi ketika realita tidak berjalan sesuai apa yang diharapkan. Melalui adegan-adegan dalam ketiga film ini, ada pesan tersirat yang ingin kami sampaikan. Kami juga membuka sesi diskusi bersama pembuat film agar penonton dapat mengekspresikan keresahan dan rasa yang dialami selama menonton,” ungkap Fatah.

Fatah menambahkan, panitia menaruh harapan besar agar pemutaran film ini mampu menyulut pemikiran kritis sekaligus membangkitkan iklim berkarya di lingkungan kampus.

“Harapan kami, acara ini dapat membangkitkan semangat mahasiswa di Jember untuk terus berkarya di dunia film, mengenal lebih dalam seni audio-visual, dan berkolaborasi menggunakan potensi masing-masing. Di samping itu, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa perjalanan hidup memang tidak selalu mudah. Ketika segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya, jangan mengambil jalan instan, karena selalu ada hal baik yang menunggu jika kita tekun dan bersabar,” pungkasnya.

Reaksi penonton saat panitia memutar tiga film pendek pilihan yang beberapa di antaranya pernah berlaga di festival film nasional, yakni Pulasara, Maaf Bapak Salah Jalan, dan Sekar

Penyelenggaraan prafestival ini sekaligus menjadi hitung mundur menuju perhelatan puncak Main Festival (MainFest) UNEFF 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung pada 26–29 November 2026 mendatang.

Sebelumnya, UNEFF 2026 sukses mencatatkan sejarah baru dengan menghimpun sebanyak 1.565 film dari lebih dari 100 negara di seluruh dunia pada penutupan masa submisi. Saat ini, ribuan karya dari berbagai belahan dunia—termasuk Indonesia, Iran, Brasil, dan India—sedang berada dalam tahap seleksi ketat dan kurasi oleh tim programmer dan dewan juri untuk memperebutkan tempat di panggung utama festival.

Pemberian tiket layar kompetisi gratis oleh pemenang fun games

Selain menyajikan penayangan film dan diskusi interaktif bersama para filmmaker, panitia juga memanjakan pengunjung yang hadir di Layar Tancap Universitas dengan menyediakan fasilitas gratis berupa kudapan, air minum, hingga area photobooth. Rangkaian prafestival ini semakin memantapkan posisi Jember sebagai titik temu persemaian sinema berskala global. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU7