Jelang Penutupan Submisi Karya Film, UNEFF 2026 Pacu Antusiasme Sineas Lewat Rangkaian Pra-Festival

Jember, 9 Oktober 2026

Rangkaian pendaftaran karya Open Submission Universitas Jember Film Festival (UNEFF) 2026 resmi memasuki hari-hari terakhir.

Para pembuat film (filmmaker) dari berbagai wilayah diimbau untuk segera mengirimkan karya terbaiknya sebelum periode pendaftaran resmi ditutup pada Sabtu, 10 Oktober 2026 mendatang.

Mengusung tema “Dissonance”, UNEFF 2026 mengajak para sineas untuk merekam ketidakselarasan dan menyuarakan kegelisahan sosial yang kerap diabaikan melalui medium film. Ada enam kategori kompetisi yang dibuka pada gelaran tahun ini, meliputi Film Fiksi Umum, Film Pelajar, Film Dokumenter, Film Gati Jemberan, Film Fiksi Internasional, hingga Film UNEJ Origins.

Tingginya antusiasme komunitas film dan masyarakat luas dalam menyambut UNEFF 2026 terbukti lewat suksesnya acara pra-festival kedua, yaitu Layar Tancap Desa, yang diselenggarakan di balai desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Jember, pada Sabtu, 3 Oktober 2026 lalu.

Kolaborasi dan diskusi antarsiswa saat proses dokumentasi serta pembuatan konten di luar ruangan

Menurut Mohammad Ferdiansyah, Ketua Panitia UNEFF 2026, melalui Layar Tancap Desa ini UNEFF berupaya menghidupkan kembali tradisi komunal menonton bersama di ruang terbuka. Mengangkat tema “Keluarga Berharga”, program ini mengajak penonton merefleksikan kembali arti kedekatan keluarga bukan dari hubungan yang selalu sempurna, melainkan dari proses penerimaan, momen berdamai, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini menjadi wujud nyata komitmen UNEFF untuk membawa magisnya dunia film keluar dari area kampus Universitas Jember dan menggelarnya secara inklusif di bawah langit malam desa.

Dalam pelaksanaannya, Universitas Jember Film Festival 2026 memilih desa dengan kelompok pemuda dan karang taruna yang aktif di media sosial sebagai ruang kolaborasi. Langkah ini diambil mengingat peran vital pemuda desa sebagai penggerak utama perubahan di era digital. Keterlibatan aktif pemuda setempat menjadikan Layar Tancap Desa bukan sekadar program yang datang lalu pergi, melainkan ruang temu kreatif yang turut memperkuat literasi digital masyarakat.

Acara yang diramaikan oleh ratusan warga Desa Balung ini menyajikan rangkaian kegiatan yang padat dan seru. Agenda diawali dengan pelatihan videografi dan pembuatan konten oleh audiens yang diikuti puluhan peserta dari berbagai sekolah hingga organisasi di Desa Balung.

Momen antusias warga, duduk bersama menikmati pemutaran film layar tancap desa, nonton bareng ini menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga setempat

Kepala Desa Balung Lor, Imam, mengapresiasi langsung dampak positif kegiatan ini bagi warganya. “Pelatihan ini memiliki manfaat yakni menambah pengetahuan dan wawasan bagi warga, terutama penggiat UMKM yang sekarang bisa membuat video pendek untuk promosi penjualan,” ujar Imam.

Suasana semakin meriah saat memasuki sesi utama pemutaran film Layar Tancap yang dihadiri ratusan penonton dari warga sekitar. Imam menambahkan bahwa penayangan film ini menjadi pemantik kebersamaan warga. “Pemutaran film ini sebagai pemicu warga untuk berkumpul dan mempererat kekeluargaan,” tuturnya.

Kombinasi genre yang disajikan sukses menarik perhatian lintas generasi. Film pertama berjudul “Gigi Taring Tarung” bergenre komedi berhasil memancing gelak tawa penonton. Disusul film kedua “Pasarean” bergenre horor yang membawa penonton dalam suasana tegang namun menghibur. “Serunya dapet, seremnya juga dapet, lucu juga filmnya, mau nonton lagi!” ungkap salah seorang penonton remaja dengan antusias.

Tak mau ketinggalan, anak-anak desa pun antusias meramaikan suasana kegiatan layar tancap desa, senyum dan keceriaan mereka menjadi penambah kehangatan dalam momen kebersamaan ini

Pemutaran ditutup dengan film “Rawuh” yang menggambarkan perspektif masyarakat lokal terhadap nilai kesuksesan finansial. Isu yang diangkat sangat dekat dengan generasi milenial, terbukti dari respons spontan dan gelak tawa penonton sepanjang pemutaran film.

Meninggalkan kenangan manis di Desa Balung Lor serta mengingatkan kembali pentingnya arti keluarga, momen kumpul bersama ini diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih berani bersuara lewat karya film.

Binar bahagia dan antusiasme penonton saat menikmati alur cerita pada film di layar tancap desa

Menyambung keberhasilan tersebut, UNEFF 2026 kini bersiap menyapa publik lewat agenda terdekatnya. Setelah penutupan pendaftaran karya pada 10 Oktober 2026, UNEFF akan menyelenggarakan UNEFFenture School pada 13 Oktober 2026, disusul program Layar Universitas pada 25 Oktober 2026. Petunjuk pendaftaran lengkap dan panduan submisi karya UNEFF 2026 dapat diakses melalui linktr.ee/uneffjember2026. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU5 #IKU7