Jember, 27 Oktober 2026
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ) terus memperkuat jejaring kerja sama internasional melalui program Magang Kependidikan Mandiri Internasional bersama Dinas Pendidikan Narathiwat, Thailand.
Kerja sama ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman mengajar di lingkungan pendidikan lintas budaya.Program magang internasional tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal sistem pendidikan, berinteraksi dengan peserta didik dari latar belakang budaya berbeda, serta mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik. Selain praktik mengajar, mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan kebudayaan yang memperkaya pengalaman selama berada di Thailand.
Menurut Mr. Rorsi Chemuda, Managemen International Teaching Practical Program menjelaskan bahwa mahasiswa yang akan mengikuti program magang berikutnya perlu melalui proses seleksi dan mempertimbangkan program studi, kemampuan, serta keahlian yang sesuai dengan kebutuhan sekolah tujuan. Dengan demikian, kesiapan mental, pemahaman budaya, serta kemampuan berbahasa juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum keberangkatan.

“Mahasiswa yang akan berangkat nantinya akan diseleksi berdasarkan jurusan, kemampuan, dan keahliannya. Selain itu, persiapan mental, budaya, dan bahasa juga harus diperhatikan. Jika ada permasalahan selama berada di Thailand, mahasiswa dapat menyampaikannya agar bisa dicarikan solusi,” jelasnya, Kamis sore (26/10/2026).
Baginya, pengalaman pelaksanaan program selama ini menunjukkan hubungan yang baik antara mahasiswa UNEJ dan sekolah mitra di Thailand. Bahkan, pihak sekolah menyampaikan harapan agar semakin banyak mahasiswa UNEJ yang dapat mengikuti program magang kependidikan di sana.
Sementara itu, Ustadz Furqorn, Sekretaris Managemen International Teaching Practical Program menjelaskan bahwa wilayah Thailand Selatan memiliki kedekatan sosial dan budaya dengan Indonesia. Menurutnya, sejumlah masyarakat di wilayah tersebut juga memiliki pengalaman menempuh pendidikan di Indonesia sehingga komunikasi dengan mahasiswa dari UNEJ dapat berjalan dengan baik.

“Di Thailand Selatan, sudah banyak alumni yang pernah belajar di Indonesia. Karena itu, menurut saya bahasa tidak perlu menjadi hambatan selama mahasiswa mempersiapkan diri dengan baik,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaan program berikutnya, perjalanan mahasiswa juga direncanakan melalui Malaysia sebelum melanjutkan perjalanan ke Thailand. Rute tersebut dipilih agar mahasiswa memperoleh pengalaman tambahan dengan mengenal lingkungan dan budaya negara lain selama perjalanan internasional. Nantinya, mahasiswa yang mengikuti program ini juga akan mendapatkan sertifikat baik dari lembaga maupun sekolah mitra.

Salah satu alumni program magang internasional Thailand 2026, Tasya Putri dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNEJ, menceritakan pengalamannya selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, program magang tidak hanya memberikan pengalaman mengajar, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat setempat. Tak hanya itu, suasana lingkungan di Thailand Selatan memiliki sejumlah kemiripan dengan Indonesia, terutama dalam kehidupan sosial dan interaksi sehari-hari. Keramahan para siswa juga membuatnya merasa lebih mudah beradaptasi selama menjalani kegiatan magang.

“Selama di sana, ada berbagai kegiatan lintas budaya. Saat Idul Adha, saya berkesempatan mengajarkan tari Saman kepada adik-adik di sekolah. Selain itu, ada juga kegiatan sharing session, webinar, dan pembelajaran Al-Qur’an,” pungkasnya. (dil/rb)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU5 #IKU7

